Mohon tunggu...
Rifan Bilaldi
Rifan Bilaldi Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI. Pendidikan adalah gerbang harapan dan bahasa adalah kunci pendidikan. Kita harus menjunjung tinggi pendidikan, pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia

Yuk! Tingkatkan kualitas pendidikan dan mengenal serta belajar bahasa Indonesia untuk menambah pengetahuan dan wawasan.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Mengenal Secara Singkat Tokoh Pahlawan Kebahasaan Indonesia

10 November 2020   09:35 Diperbarui: 10 November 2020   09:42 908
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Tribun Cirebon-tribunnews.com

Sejak zaman kita kanak-kanak, bahkan saya pun pada waktu duduk di bangku sekolah dasar, hingga lulus SMA tidak mengenal atau mengetahui tokoh-tokoh pahlawan kebahasaan Indonesia. Mungkin ada yang diketahui, tetapi tidak seberapa, hanyak segelintir tokoh.

Kebahasaan Indonesia, bisa kokoh seperti saat ini, selain berkat Tuhan Yang Maha Esa, juga berkat perantara para tokoh pahlawa kebahasaan Indonesia, yang berjuang dengan ilmu kebahasaan, untuk menjadikan bahasa Indonesia dapat diterima masyarakat luas.

Menjadi seorang pelopor, tokoh, atau pahlawan tidaklah mudah. Perlu adanya niat yang suci dan kegigihan untuk meluruskan niat, menjadikan tujuan yang diharapkan tercapai. Pahlawan adalah orang-orang yang berjasa dalam bidangnya untuk kepentingan bersama dan kemajuan generasi yang akan datang.

Setiap tahunnya, pada tanggal 10 November, selalu diperingati sebagai hari pahlawan. Namun, ada perlu ditanyakan, adakah yang mengenal tokoh pahlawan kebahasaan Indonesia untuk anak-anak generasi sekarang? Siapa tokoh pahlawannya? Bagi yang belum tahu, inilah penjelasan secara singkat mengenal tokoh pahlawan kebahasaan Indonesia.

Charles A. Van Ophuijsen

Sumber: GoodNewsFromIndonesia.com
Sumber: GoodNewsFromIndonesia.com
Charles A. Van Ophuijsen atau dikenal dengan Van Ophuijsen adalah seorang pencetus ejaan pertama di Indonesia, sebelum adanya PUEBI, yang dikenal dengan ejaan Van Ophuijsen. Ejaan ini yang dicetuskan oleh Van Ophuijsen yang muncul pertama kali pada 1901.

Dalam ejaan Van Ophuijsen, logat yang terdapat dalam ejaan tersebut adalah ejaan melayu, yang juga merupakan ejaan resmi untuk bahasa melayu. Pada saat itu, pemerintah Hindia Belanda menyuruh Charles A. Van Ophuijsen untuk menyusun ejaan bahasa melayu, yang dibantu oleh seorang bernama Muhammad Taib Said Sutan Ibrahim dan Engku Nawawi yang diberi gelar Sutan Makmur.

Mereka bertiga setelah melakukan kajian dalam menciptakan ejaan pertama bahasa Indonesia, telah berhasil membuat ejaan, walau masih banyak dipengaruhi oleh ejaan bahasa Belanda. Hal ini dikarenakan, posisi Indonesia pada waktu itu, masih terjajah oleh belanda. Maka, ejaan Van Ophuijsen dibuat dengan menyesuaikan situasi pada saat itu. Sehingga membentuk ejaan seperti berikut ini.

Penggunaan huruf tj pada ejaan Van Ophuijsen, digunakan untuk menulis kata: tjipta, tjantik, tjahaja, tjukup, dan lain sebagainya. Selain itu juga terdapat kata: djaja, djajah, wadjar, dan lain sebagainya.

Pengaruh penggunaan bahasa belanda juga terlihat pada adanya penggunaan bunyi atau huruf tj sebagai c, oe sebagai u, dj sebagai j. Lalu, penggunaan ejaan Van Ophuijsen juga banyak menggunakan tanda diakritik, seperti koma ain, koma wasta, dan tanda trema (khusus kata dalam bahasa arab)

Suwandi

Sumber: bobo.grid.id
Sumber: bobo.grid.id
Suwandi adalah seorang tokoh kebahasaan Indonesia sekaligus seorang menteri pemerintahan Indonesia, untuk menetapkan ejaan baru Bahasa Indonesia pada tanggal 19 Maret 1947. Suwandi ditugaskan untuk menetapkan ejaan baru, untuk memutakhirkan ejaan lama, yaitu ejaan Van Ophuijsen.

Suwandi seorang tokoh kebahasaan Indonesia yang sejalur dengan Charles A. Van Ophuijsen yaitu sebagai tokoh pahlawan dalam menentukan ejaan bahasa Indonesia. Ejaan suwandi ini dikenal dengan ejaan Suwandi atau Ejaan Republik.

Dengan adanya penetapan baru ejaan Suwandi ini sebagai bentuk pemutakhiran ejaan lama. Maka, ejaan Van Ophuijsen tidak berlaku lagi sejak diberlakukannya ejaan suwandi. Ada beberapa perubahan yang dilakukan Suwandi untuk memudahkan ejaan, seperti berikut ini.

Penggunaan diftong lama atau huruf oe pada ejaan Van Ophuijhen, diubah menjadi bunyi atau huruf u pada ejaan Suwandi. Contoh pada kata: poetar menjadi putar, poetra-poetri menjadi putra-putri, dan lain sebagainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun