Mohon tunggu...
Rifan Bilaldi
Rifan Bilaldi Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI. Pendidikan adalah gerbang harapan dan bahasa adalah kunci pendidikan. Kita harus menjunjung tinggi pendidikan, pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia

Yuk! Tingkatkan kualitas pendidikan dan mengenal serta belajar bahasa Indonesia untuk menambah pengetahuan dan wawasan.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Homonim, Homofon, dan Homograf Tiga Saudara Kembar, tetapi Berbeda

14 September 2020   23:12 Diperbarui: 14 September 2020   23:14 1468
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Poster. Dokpri

Sebelum berkenalan lebih jauh dengan tiga saudara kembar ini, kalian pasti sudah banyak mengetahui tentang sinonim dan antonim. Sinonim dan antonim sudah banyak diketahui dan diajarkan sejak SMP, bahkan ada yang sejak SD. Pasti kalian semua juga sudah tahu banyak tentang keduanya. 

Sinonim persamaan makna dan antonim pertentangan atau lawan makna. Yang perlu kalian ingat, bahwa sinonim bukanlah persamaan kata, ya. Begitu juga dengan antonim yaitu bukan pertentangan atau lawan kata. Karena yang banyak kita ketahui adalah persamaan kata dan lawan kata. Jadi, bukan kata ya, tetapi makna.

Oke, sinonim dan antonim berhubungan dengan makna, begitu juga dengan tiga saudara kembar ini, homonim, homofon, homograf yang melekat atau berkaitan dengan makna. Nah, kalian bisa mengatakan ketiga saudara kembar ini memiliki kesamaan kata dan makna, berbeda dengan sinonim dan antonim yang hanya dengan makna.

Contoh saja kata sejuk dan dingin, kata ini merupakan sinonim yang bermakna musim, lalu kata panas dan dingin, ini merupakan antonim karena berlawan makna. Jadi, bukan dikatakan persamaan kata dan perlawanan kata, ya. Untuk persamaan kata ada lagi istilahnya, yaitu berkaitan dengan tiga saudara kembar ini.

Setelah kita mengintermeso antara sinonim dan antonim, langsung saja kita menilik lebih jauh tentang tiga saudara kembar ini. Ada apa sih dengan ketiga istilah dalam ilmu makna ini? Terheran-heran dan kegudah-gulanaan kalian akan terjawab dikit demi sedikit dengan penjelasan yang dapat kalian pahami ini.

Mungkin di antara kita bahkan tidak asing dan sering menggunakan salah satu dari istilah ini, tetapi masih keliru dalam menggunakannya. Kita hidup dan dekat dengan bahasa, tetapi tidak akrab dengan bahasa itu sendiri. Inilah hidup kita sebagai warga negara Indonesia, juga harus akrab dengan bahasa Indonesia.

Lanjut pada penjelajahan yang menjelaskan tentang tiga istilah ini, tiga saudara kembar, tetapi berbeda. Apa yang berbeda? Mari kita simak lebih dalam lagi. Kita mulai dari homonim. Homonim merupakan bagian dari istilah yang berkaitan dengan makna. Hal yang perlu kita ketahui tentang homonim, yaitu homonim akan terjadi apabila terdapat dua kata yang mempunyai bentuk dan ucapan yang sama, tetapi maknanya berbeda.

Jadi, di dalam ilmu kebahasaan Indonesia, homonim ini hanya ada dalam tataran kata (homonim kata). Contohnya kata mengukur yang berasal dari kata kukur yang bermakna tiruan bunyi burung dan kata mengukur yang berasal dari kata ukur yang bermakna ukuran atau pengukur jarak dsb. Keduanya serupa. Namun, tak sama.

Homonim ini bersebrangan dengan sinonim, homonim berupa kata yang mempunyai bentuk dan ucapan yang sama, tetapi maknanya berbeda. Sedangkan sinonim memiliki kata yang berbeda bentuk dan ucapannya, tetapi maknanya sama. Jadi, kedua istilah ini hanya kebalikannya saja.

Penjelasan selanjutnya yaitu tentang homofon. Homofon ini mirip-mirip dengan homonim, tetapi sedikit adanya perbedaan. Homofon terjadi apabila terdapat dua kata yang mempunyai ucapan yang sama, tetapi bentuk dan maknanya berbeda. Contoh saja pada kata sangsi yang memiliki arti 'ragu-ragu' dan kata sanksi yang memiliki arti kata 'hukuman'. Apabila kedua kata yang berbeda bentuk tersebut dilafalkan atau diucapkan, maka akan menghasilkan bunyi yang sama, walau bentuk dan maknanya berbeda.

Dalam penggunaan istilah homofon ini, banyak sekali terjadi kekeliruan yang dapat menimbulkan ambiguitas. Hal ini terjadi karena pelafalannya yang sama. Maka, dari itu untuk membedakannya cukup mudah, yaitu dengan cara mengubah konteks atau penempatan kata dalam kalimat. Contoh, sanksi yang diberikan oleh pengadil masih bersifat sangsi. Di dalam kalimat tersebut akan memunculkan kekeliruan dan akan menjadi kalimat yang tidak efektif. Ubahlah menjadi, sanksi yang diberikan pengadil masih bersifat ragu-ragu.

Saudara kembar dalam istilah yang terakhir yaitu homograf. Homograf ini merupakan transformasi dari kedua saudaranya, yang semakin mengerucut dengan tipenya sendiri. Homograf ini terjadi apabila terdapat dua kata yang mempunyai bentuk yang sama, tetapi bunyi atau ucapan dan maknanya berbeda. Contoh gampangnya pada kata beruang yang memiliki makna 'nama hewan' dan kata beruang yang memiliki makna 'mempunyai uang'.

Kedua kata tersebut apabila dilihat dari segi tulisan, sangatlah sama, mirip, dan serupa. Namun, dibalik itu ada perbedaan yang membedakan kedua kata tersebut, yaitu pada saat pelafalan. Pada saat melafalkan kata beruang = nama hewan, kita tidak menjedanya, kita lafalkan seluruhnya dari huruf b hingga g. Sedangkan pada kata beruang = memiliki uang, ketika melafalkannya kita akan memberi sedikit jeda pada sela imbuhan ber-, karena dalam kata terebut terdapat imbuhan ber + uang.

Jadi, itulah ketiga saudara kembar dalam istilah pemaknaan yang memiliki perbedaan dan ciri khasnya masing-masing. Ketiganya memiliki kemiripan yang cukup signifikan, saya saja terkadang keliru dan masih butuh waktu yang banyak untuk mempelajarinya. Yang perlu kita ketahui dari ketiga istilah tersebut hanyalah garis besarnya saja, agar kita dapat memahaminya.

Kalau homonim bentuk dan ucapannya sama, tetapi maknanya berbeda. Lalu, homofon memiliki ucapan yang sama, tetapi bentuk dan maknanya berbeda. Sedangkan yang bontot, yaitu homograf memiliki bentuk yang sama, tetapi ucapan dan maknanya berbeda. Dari ketiga saudara kembar ini semuanya memiliki makna yang berbeda. Jadi, kalian perhatikan garis besarnya dan intinya saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun