Mohon tunggu...
Rieza maulana
Rieza maulana Mohon Tunggu... Mahasiswa - taruna

hobi saya adalah bermain sepakbola, semuanya yang berhubungan dengan olahraga. kepribadian saya dikenal humble dikalangan teman teman

Selanjutnya

Tutup

Film

Kemerdekaan, Andil Australia dan Bangsa Lain

29 November 2022   22:41 Diperbarui: 29 November 2022   22:52 71
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Film. Sumber ilustrasi: PEXELS/Martin Lopez

Dalam film berjudul the waterfront unions of Australia ini menceritakan mengenai dua negara di pasifik yang terhubung oleh rute perdagangan dan penemuan dunia yaitu Australia dan Indonesia. dahulu ada perang yang memutuskan hubungan laut antara Indonesia dan Australia akan tetapi setelah perang terjadi dan selesai tahun 1945 bulan oktober  ada salah satu kapal yang bernama Esperance bay yang mengantarkan 1400 warga  jawa Indonesia berlayar dan berlabuh ke Australia bersama pejabat australia dengan jaminan bahwa tidak akan mendarat di pelabuhan yg dikuasai belanda. 

EV Elliot sebagai sekertaris federal perserikatan buruh pelaut memberikan bendera merah putih kpd buruh Indonesia pada awal kemerdekan, pada saat itu dianggap Indonesia dan Australia bersatu bersahabat. Akan tetapi dibalik kisah tersebut, ada kapal kapal yang tidak berlayar.

Mulai dari awal terlebih dahulu, ada orang orang bangsa Indonesia bertempat tinggal bertahun-tahun di Australia sehingga sangat dikenal baik di negara tersebut, semua barang pun dapat diketahui dan lancar dalam berbahasa mulai dari anak hingga dewasa bahkan tentara pun tersebar dan dikenal sebagai pejuang melawan jepang. Setelah memenangkan peperangan di martin place, semua bergembira ria hingga Australia memberikan dukungan berupa ribuan puondsterling dan juga music.

Banyak orang australia yang menyukai lagu adat Indonesia walaupun tidak mengerti apa itu yang diucapkan dan dilagukan. Lambat laun, Kemerdekaan  Republik Indonesia telah diproklamirkan, hal tersebut merupakan titik penting konstitusi RI berdemokrasi, kebebasan berorganisasi, berkumpul, berekspresi, dan kebebasan pers.

Dijalanan Sydney, warga Indonesia mengucapkan kembali sebuah sumpah terdahulu yaitu " kami tidak akan gentar dibawah penindasan belanda, kami siap mengorbankan jiwa kami demi kemerdekaan " kurang lebih seperti itu sumpah yang diucapkan oleh warga Indonesia. Setelah itu, malam hari dilanjutkan merayakan kemerdekaan dengan tarian tua berusia 1500 th yaitu ksatrya dan putri kerajaan, meskipun dalam pengasingan, mereka tida melupakan nila budaya dan leluhur bangsa , semua orang merayakan dengan penh semangat.

Namun pada pagi harinya, 72 juta orang mengucapkan sumpah untuk membela kemerdekaan itu. Namun setelah 3 abad berlalu, penjajah belanda telah mengambil semua keuntungan berupa tambang timah, monopolli iklan, tambang minyak, perkebunan karet dll ditaksir sekitar 32 juta poundsterling / 100 juta dolar per tahun. Nominal tersebut bukanlah sedikit, melainkan sangat besar sekali.

Setelah usai, mereka ingin mengembalikan yang hilang dengan kapal yang ada di Brisbane, Melbourne, dan Sydney. Kapal2 untuk merebut kembali hartanya, kapal untuk mengangkut prajurit, mengangkut senjata, mengambil kembali hak dan kekayanna. Kata pelaut Indonesia, tidak mau mengangkut senjata untuk digunakan untuk melawan bangsa sendiri, itu bukanlah hal yang baik dan sanagat tertekan. Kapal pun berlayar dan meninggalkan dermaga, akan tetapi prajurit tetap menolak untuk bertugas. 

Namun mereka melakukan hal itu dan orang jepang pun tidak menyuruh mereka melakukan apapun, 350 tahun belanda menghajar Indonesia. Mereka bergabung dengan pekerja pelabuhan di dermaga tsb dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami semua orang.

Bercerita mengenai kondisi buruk bangsa, terpuruk, gaji yang rendah, tak ada perubahan baik penjajahan colonial belanda selama 350 tahun. Berita pun tersebar, sehingga semua warga aaustralia mendengar dan berkumpul hingga akhirnya menyatakan suara dan mendukung mereka para pelaut indonesia. Pelaut Indonesia tidak diperbolehkan membentuk perserikatan sampai mereka tiba di austalia, Australia membantu untuk mengorganisir sesama pekerja . 

Mereka beranggapan bahwa harus sesuai dengan kongres perserikatan buruh dunia untuk mendukung segala kebebasan. Australia mendukung Indonesia dalam proses perjuangan untuk mendapatkan hak kebebasan dan menentukan nasib bangsanya sendiri. Suatu hal yang besar telah terjadi di dermaga yang membuat perbedaan bagi kehidupan di republic yg baru itu.

Perusahaan belanda yang pernah memiliki armada besar untuk mengangkut kekayaan Indonesia harus memohon  agar setiap kapal membawa mereka kembali. Lalu terdengar bahwa kapal tersebut adalah kapal bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat2an. Belanda tidak tahu menahu mengenai senjata api dan amunisi yang telah ditemukan dan dilaporkan oleh pekerja pelabuhan, Australia sangat menyokong Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun