Mohon tunggu...
Ridwan Abraham
Ridwan Abraham Mohon Tunggu...

Semoga seluruh umat berbahagia

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Kritik Tanpa Solusi Cagub No. 3?

30 Januari 2017   10:13 Diperbarui: 30 Januari 2017   10:38 1568 20 15 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kritik Tanpa Solusi Cagub No. 3?
megapolitan-kompas

Menciptakan tata ruang kota yang terorganisir dan terintegrasi diperlukan rancangan Transportasi umum yang matang. Transportasi perkotaan yang ramai digunakan seperti Transjakarta dapat dikatakan adalah angkutan umum massal yang sangat diandalkan para penduduk Jakarta untuk bepergian tiap harinya. Transjakarta memiliki beberapa kunggulan yang tak terelakkan, moda transportasi ini memiliki kapasitas yang besar, jumlah armadanya mumpuni dan bebas dari kemacetan berlebihan karena memiliki jalur khusus yang tidak boleh dilalui kendaraan lain.

Keberadaan Transjakarta membantu roda perekonomian Jakarta berputar tiap harinya dan membantu perkembangan ekonomi di Jakarta. Begitu banyak pekerja, pedagang, akademisi dan pelaku ekonomi lainnya yang menggunakan jasa Transjakarta tiap harinya. Mayoritas penduduk Jakarta merasa sangat terbantu dengan kehadiran Transjakarta, apalagi poolTransjakarta sudah banyak yang dibangun berdekatan dengan stasiun Commuter Line,sehingga kecepatan dan ketepatan waktu lebih dapat diakomodir.

Transjakarta dalam praktiknya sudah banyak mengalami peningkatan, baik dari segi pelayanan atau peremajaan armada. Pengecekan berkala dilakukan untuk menjamin Transjakarta yang dioperasikan selalu dalam keadaan aman dan layak pakai. Peningkatan pelayanan dilakukan dalam memperluas jangkauan Bus Transjakarta hingga ke kota-kota disekitar Jakarta. Selain APTB, bus pengumpan Transjakarta pun sudah dapat digunakan untuk mempermudah keperluan Transportasi Umum murah penduduk Jakarta.

Kebijakan bertujuan untuk mengarahkan agar arus Transportasi Umum lebih banyak menggunakan Transjakarta. Pemprov DKI pun menghimbau agar pengendara angkutan umum seperti Angkot dapat mengalihkan profesinya sebagai pengemudi Transjakarta. Jaminan penghasilan pun jauh lebih baik, rata-rata supir Transjakarta digaji dua kali lipat jumlah UMP (Upah Minimum Provinsi).

"Makanya kita lagi tawarkan yang punya angkot, ini kan banyak koperasi. Mereka sudah setuju semua kok. Ganti bus yang lebih besar nanti cicil ke bank. Kami kasih dia keuntungan, kira-kira bisa Rp 5 juta per bulan. Sopir (gaji) 2 kali UMP. Busnya dicicil. Standarnya dari kami. Jadi angkot-angkot anda jual saja ke luar kota," papar Ahok.Subsidi Pemerintah daerah di bidang transportasi sejauh ini sudah memuaskan dan terbukti dilakukan demi kemaslahatan Penduduk Jakarta.

Namun, ditengah gelombang positif ini ada saja pihak yang menyerang dan mengkritik dengan kalap tanpa mempelajari peraturan yang berlaku. Salah satu Cagub DKI (nomor urut 3) menyebutkan programnya yang merencanakan pengalihan subsidi Transjakarta yang sudah begitu tepat sasaran dengan program yang salah sasaran. Mantan Mendikbud ini menyebutkan sebaiknya subsidi dialihkan pada pengembangan Angkot dan Mikrolet, sungguh tidak relevan dengan Undang-Undang yang berlaku.

"Yang paling salah kemarin tahu nggak apa, aku nggak mau kritik saja. Beliau nggak baca UU tentang transportasi. UU transportasi sudah nggak boleh ada angkot, nggak boleh ada mikrolet di jalan," kata Ahok. Blunderini jelas menunjukkan niat Cagub tersebut menyerang program Petahana hanyalah kritik tanpa solusi yang agenda utamanya untuk menjatuhkan program lawannya tanpa Implementasi dan Pemaparan yang jelas dan kontekstual.

Transjakarta sudah disubsidi sampai ke pengurangan biaya dengan adanya semacam tiket ‘terusan’ bahkan Transjakarta sudah digratiskan bagi Lansia, Pegawai dengan upah UMP, Penyandang Disabilitas dan pelajar yang menggunakan KJP. Apakah perlu dialihkan ke pembangunan mikrolet? Yang lebih berpotensi menimbulkan kemacetan dibanding Transjakarta? Mari kita renungkan.

VIDEO PILIHAN