Mohon tunggu...
Ridhony Hutasoit
Ridhony Hutasoit Mohon Tunggu... Auditor - Abdi Negara

Aku ini bukan siapa-siapa, hanya terus berjuang meninggalkan jejak-jejak mulia dalam sejarah peradaban manusia, sebelum kelak diminta pertanggungjawaban dalam kekekalan.

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Yuk, Jaga Stabilitas Sistem Keuangan dengan Financial Distancing!

7 April 2020   07:07 Diperbarui: 7 April 2020   07:23 4519
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Gambar: https://nasional.kompas.com/ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Seperti pepatah yang mengatakan, badai pasti berlalu, takut sekejap itu wajar, tapi panik berkepanjangan itu bahaya. Justru saat tingginya ketidakpastian perekonomian kita, andil kita dalam membantu ibu pertiwi adalah dengan menaruh kepercayaan atas investasi dalam sistem keuangan, dan yakinlah semuanya akan kembali pulih.

Keempat, hindari speculative activities atau aktivitas spekulatif. Aktivitas spekulatif biasanya berorentasi pada upaya untuk memperoleh keuntungan yang cepat. Biasanya keserakahan (greedy) ada dibalik keputusan tersebut. Aktivitas spekulatif memiliki ciri sebagai berikut:

1) keputusan cepat karena mempertimbangkan demand and supply saja;

2) distimulus oleh ketergesa-gesaan karena ikut-ikutan orang/spekulan lain atau isu-isu yang belum dikonfirmasi/tanpa menganalisis mendalam kinerja perusahaan;

3) durasi transaksi harian (singkat);

4) skala nominal besar dalam satu transaksi;

5) fokus pada produk dengan bunga atau imbal hasil serta risiko yang tinggi, seperti saham gorengan, pasar komoditas, perdagangan opsi dan lainnya;

6) sumber dana berasal dari pinjaman;

7) perilaku cenderung agresif. Terjebak dengan investasi illegal merupakan salah satu bentuk speculative activities. Untuk menghindarinya, ingatlah legal dan logis (2L). Legal artinya kita harus memperoleh informasi yang cukup bahwa entitas investasi memiliki izin dari otoritas terkait. Kemudian aspek logis menandakan kita haru jeli melihat kewajaran yang ditawarkan entitas investasi. Jikalau dirasa tidak wajar, maka segera cek aspek legalnya. Aktivitas spekulatif bukan hanya membahayakan stabilitas sistem keuangan, tetapi merugikan diri sendiri di masa depan. Selain itu, aktivitas spekulatif bisa menjadi candu seperti judi.

Kelima, hindari selfish financing atau aktivitas keuangan yang berorientasi pada diri sendiri. Untuk menghindari hal ini, belajar memberi adalah satu obatnya. Memberi berari kita menjaga jarak dari sikap egois atau kikir. Memberi menandakan kita belajar memberikan ruang kepedulian kepada sesama dan lingkungan. Salah satu yang dapat kita dilakukan yaitu menyediakan porsi tertentu dari penghasilan kita untuk menyumbang masyarakat yang tidak mampu hingga tenaga medis yang terdampak Corona. Saat ini memberi dapat melalui berbagai media tanpa harus melakukan tatap muka.

Keenam, hindari bias financial information atau informasi keuangan yang masih belum jelas kebenarannya (bias) termasuk menyebarkannya. Hal ini dapat menstimulus respons yang tidak tepat bahkan berdampak negatif pada psikologi pasar. Belajarlah mengklarifikasi atau mengkonfirmasi satu berita/infomormasi, seperti pepatah "quick to listen, slow to speak", apalagi hendak berbagi informasi di era digital ini. Jangan latah. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun