Edukasi

Percaya Kepada Allah melalui Kisah Ibunda Nabi Musa

26 Desember 2018   01:03 Diperbarui: 26 Desember 2018   14:02 95 0 0
Percaya Kepada Allah melalui Kisah Ibunda Nabi Musa
(sumber gambar:cerminberembun.blogspot.com)

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh..

Seperti yang kita -orang muslim- yakini, alquran adalah jalan hidup kita, panduan, juga petunjuk dalam menjalani hidup. Segala sesuatunya ada di Aqluran, bahkan sahabat mulia Abu Bakar As-Shidiq mengungkapkan,"jika unta saya hilang, saya akan mencarinya melalui Alquran". Nah, kali ini saya ingin sedikit bercerita dan berimajinasi tentang salah satu kisah yang ada di Alquran, kisah tentang Ibunda Nabi Musa yang menghanyutkan Musa kecil ke sungai Nil. Siapin kopi-nya bruh hehehe.

Saat itu, Firaun adalah raja yang sangat terobsesi dengan kekuasaan. Bahkan saking cintanya dengan kekuasaan, Firaun sangat takut jika suatu saat nanti ia akan kehilangan kekuasaan itu. Sampai tibalah waktu, dimana Firaun bermimpi tentang sebuah api besar yang datang dari arah Baitul Maqdis dimana api itu kemudian membakar habis semua yang ada di Mesir. 

Dikumpulkanlah semua ahli mimpi oleh Firaun untuk menjelaskan arti mimpi tersebut. Dijelaskan oleh ahli mimpi tersebut bahwa mimpi yang dialami Firaun bermakna, akan ada seorang laki-laki dari kalangan Bani Israil yang kelak akan merebut tahta Firaun. Mendengar itu, Firaun kemudian memerintahkan bala tentaranya untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil.

Di lain tempat, lahirlah Nabi Musa dari rahim seorang wanita nan mulia. Mengetahui anaknya berjenis kelamin laki-laki, Ibunda Nabi Musa merasa sangat takut luar biasa kalau-kalau anaknya nanti akan dibunuh oleh tentara Firaun. Yups, Ibu mana yang tega melihat anaknya yang baru lahir harus disembelih di depan matanya. Maka Ibunda Musa pun memutuskan untuk lari menjauh dari kejaran tentara Firaun.  

Di tengah kebingungan yang menjadi, kemudian Ibunda Nabi Musa memohon pertolongan kepada Alah agar menyelamatkan anaknya. Maka Allah pun memberikan Ilham kepada Ibunda Musa untuk memasukan Musa kecil kedalam sebuah peti dan menghanyutkannya ke Sungai Nil. 

Menariknya, justru ternyata Allah mengantarkan Musa kecil menuju ke istana Firaun melalu aliran sungai Nil. Maka saat peti itu sampai ke tempat pemandian istana Firaun, peti itu diambil oleh dayang-dayang Firaun. Kemudian di berikanlah peti itu kepada Istri Firaun. 

Saat dibuka, ternyata peti itu berisi seorang anak laki-laki nan tampan. Mengetahui hal itu Firaun lantas memerintahkan untuk membunuh bayi laki-laki tersebut. Tapi niat itu dicegah oleh Istri Firaun, ia meminta agar Musa kecil tetap dibiarkan hidup dan diangkatnya menjadi anak karena ia sangat jatuh hati dengan bayi tersebut. 

Maka kemudian, Firaun pun menuruti keinginannya, diangkatlah Musa menjadi anak asuh di kerajaan dan selamat dari pembunuhan yang sangat ditakutkan oleh Ibunda-nya.

Poin menarik dari kisah ini adalah, saat Ibunda Nabi Musa meminta agar Musa dijauhkan dari Firaun supaya tidak dibunuh. Allah justru mengantarkan Musa kecil kepada Firaun. Dan justru, atas sebab itu Allah menyelamatkan Musa. Gak masuk akal kalau dilihat dari logika kita, manusia.

Tapi begitulah Allah, kadang pertolongan Allah itu tidak sesuai dengan dugaan kita. Malah kadang berbalik dari apa yang kita minta. Tapi harusnya, kita mesti yakin bahwa apa yang Allah berikan untuk kita, itu pasti yang terbaik buat kita. 

Walau menurut kita itu justru sesuatu yang buruk. Misalkan saat kita berdoa kepada Allah agar dijodohkan dengan si x, kok ya malah tiba-tiba Allah malah membuat si x menjauh dari kita. Atau malah, tiba-tiba si x nikah sama orang lain. Atau misal, kita berdoa agar tidak dijodohkan dengan si Y. Lah kok ya, ndilalah malah di dekatkan dengan si Y. Secara logika kan itu malah gak masuk akal, bersebrangan sama yang kita minta. Tapi yakin deh, itu pasti yang terbaik buat kita. 

Allah tahu masa depan kita, sedangkan kita tidak. Persis kaya Ibunda Nabi Musa yang meminta agar Musa kecil dijauhkan dari Firaun, tapi Allah malah mengantarkan Musa kecil kepada Firaun. Tapi nyatanya, itu yang membuat Musa selamat toh?

Misal nih, kita lagi ndaki sebuah gunung. Trus kita gak tahu jalan, kita tanya dong sama warga sekitar yang kita anggep lebih ngerti sama daerah situ. Kita tanya, "Mas jalan yang paling enak ke puncak lewat mana?". 

Trus dia kasih tahu deh jalan itu. Kira-kira kita ngikutin apa kata orang itu atau malah protes? pasti ngikutin dong. Karena apa? karena orang itu lebih tahu dari kita. Trus gimana keyakinan kita sama Allah? masa keyakinan kita ke orang itu gak lebih besar dari keyakinan kita ke Allah? udah aja, yakin sama Allah. Pasti Allah kasih yang terbaik. Pasti.