Ridho Pamungkas
Ridho Pamungkas

Tulisan mengenai keresahan pribadi.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Mohamed Salah dan Bagaimana Seharusnya Kita Menilai Messi dan Ronaldo

7 Desember 2018   02:28 Diperbarui: 7 Desember 2018   03:23 321 1 0
Mohamed Salah dan Bagaimana Seharusnya Kita Menilai Messi dan Ronaldo
Salah, Messi, dan Ronaldo. Sumber: chatsports.com

Dalam satu dekade kebelakang, dunia sepakbola disempitkan kepada dua nama; Messi, dan Ronaldo. Keduanya silih berganti memenangi berbagai penghargaan di dunia sepakbola, mulai dari Pemain Terbaik FIFA, Ballon D'ors, hingga Golden Boots yang ditunjukan kepada pencetak gol tersubur di Benua Biru. 

Berbicara sepakbola, maka kita akan dihadapkan pada perdebatan tak berujung tentang siapa yang lebih baik diantara Ronaldo dan Messi. 

Semua orang punya pendapat yang berbeda, tapi mereka yang berbeda (mungkin) sepakat pada satu hal; bahwa Messi dan Ronaldo sama-sama bisa konsisten di performa terbaiknya selama satu dekade kebelakang. Hal yang mudah? tidak semudah itu ferguso.

Musim lalu, secara tiba-tiba muncul nama baru ditengah persaingan La Pulga (julukan Messi) dan Ronaldo. Yah, dialah Mohamed Salah. 

Pemain yang sebenarnya sudah bermain di Eropa sejak bergabung dengan Basel, dan sempat singgah ke Chelsea sebelum akhirnya berpetualangan di Negeri Pizza bersama Fiorentina dan AS Roma. 

Namanya mulai melambung semenjak penampilan luar biasanya musim lalu bersama Liverpool asuhan Jurgen Klops, ditambah dengan peran utamanya membawa Mesir untuk tampil pertama kali di Piala Dunia. 

Pemain yang dikenal taat beragama ini pun mulai ramai-ramai dibandingkan dengan Ronaldo dan Messi, bahkan disebut-sebut sebagai pesaing utama untuk merebut kembali gelar pemain terbaik dari keduanya (walau pada akhirnya Luca Modric yang memenangkannya di tahun ini). 

Hal ini bukan tanpa alasan, musim lalu Mohamed Salah berhasil mencetak 44 Goal dari 52 penampilan. Menjadikan ia pemain debut Liverpool terbaik yang pernah ada. Ditambah posisinya yang sebenarnya bukan penyerang tengah membuat catatannya semakin istimewa. Bahkan khusus di Liga Inggris, 32 gol-nya dari 36 penampilan membuatnya meraih Golden Boots atau pencetak gol terbaik di Liga Inggris. 

Pemain yang dijuluki The Egyphtian King ini juga mencatatkan diri sebagai pemain dengan jumlah gol terbanyak dalam satu musim di sejarah Liga Inggris sejak berubah format menjadi seperti sekarang. Di Liga Champions Eropa, Mohamed Salah berhasil mencetak 10 gol dan membawa The Reds memasuki partai puncak walaupun harus berakhir dengan kekalahan 1-3 dari Real Madrid. 

Dengan capaian yang luar biasanya ini, banyak orang (dan media) yang kemudian mensejajarkan Mohamed Salah dengan dua pesepakbola paling disoroti dalam satu dekade terakhir, Messi dan Ronaldo. Pertanyaanya, pantaskah?

Messi dan Ronaldo 'sudah' melakukan apa yang dicapai Salah musim lalu, dalam sepuluh tahun terakhir. Dalam rentang waktu itu, keduanya konsisten mencetak lebih dari 40 gol setiap musimnya serta bergantian memenangi berbagai gelar individu dan tim. 

Ya, selama sepuluh tahun. Dan kita hari ini masih saja beranggapan ada yang lebih buruk diantara keduanya, padahal kalau mau boleh jujur keduanya baik dalam perspektif masing-masing. Messi terbaik dalam mengolah bakat alaminya, kakinya yang seolah lentur dan bersahabat dengan bola. Dan Ronaldo, terbaik dalam memaksimalkan tekad dan kerja keras. 

Bertanya siapa yang terbaik antara Messi dan Ronaldo adalah seperti bertanya, lebih dahulu mana telor dan ayam. Nikmati persaingan mereka, nikmati saling kejar mereka dalam mengukir dan memecahkan rekor, dan jangan sibuk menjelek-jelekan yang lain. 

Kelak kita akan merindukan adanya dua pemain yang saling beradu di performa terbaiknya dalam sepuluh tahun, dan mungkin hanya mereka yang bisa. Seperti yang pernah diucapkan Ronaldo, "Messi membuat saya lebih baik, dan saya membuat Messi lebih baik".