Mohon tunggu...
Ridha Afzal
Ridha Afzal Mohon Tunggu... Nurse

#IndonesianCaretakingTraveler

Selanjutnya

Tutup

Digital Pilihan

Kalahkan Jarak dengan Making Impossible Becomes Possible

2 Juni 2020   07:40 Diperbarui: 5 Juni 2020   21:51 55 5 0 Mohon Tunggu...

Dalam alinea ke empat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa dua dari empat tujuan dibentuknya suatu Pemerintah Negara Indonesia  adalah dengan memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dua hal yang dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945 sejak 75 tahun silam itu, sesuatu yang tadinya tidak mungkin, menjadi mungkin. Something which is impossible becomes possible. Yakni ditemukan dan diterapkanya teknologi yang bisa #kalahkanjarak.

Negara Indonesia, dengan penduduk lebih dari 268 juta jiwa terbesar keempat di dunia, luas wilayah 1.905 juta km persegi, dan tercatat 17.504 pulau di dalamnya, tentu membutuhkan sebuah pekerjaan besar, jika dikaitkan dengan upaya menyejahterahkan rakyat serta mencerdaskannya. Jika digabungkan, kedua tujuan tersebut bisa ditempuh melalui pendidikan. Sebagaimana diketahui, tujuan pendidikan adalah behavior changes (perubahan perilaku). 

Perubahan prilaku yang mencakup domain cognitive (pengetahuan), affective (sikap) serta psychomotor (keterampilan). Tujuan pendidikan ini bisa diraih melalui cara-cara yang bersifat formal, semi formal atau non-formal. Lewat sekolah, kursus-kursus, lembaga sosial masyarakat, atau belajar mandiri. Mereka yang tinggal di pulau terpencil sangat terbantukan dengan adanya fasilitas ini utamanya jika demi pengembangan diri dan profesinya.

Tidak pernah terfikirkan pada masa 75 tahun silam apa yang bakal terjadi di tahun 2020, di mana teknologi ternyata mampu #kalahkanjarak, menembus hampir 2.000 juta kilometer wilayah, menyatukan pulau dan lautan, serta menjadikan ratusan juta jiwa manusia Indonesia sadar betapa kita bisa berkembang melalui sebuah jaringan yang kemudian disebut Internet.  

Munir, seorang dosen senior, peneliti, penulis buku Multimedia, menyampaikan bahwa di era Revolusi Industri 4.0 ini banyak yang bisa dilakukan orang tanpa harus bergerak dari kursi di rumahnya. Astrid Savitri dalam karya Best Seller nya Revolusi Industri 4.0 mengemukakan hal senada. Melalui teknologi Internet, kita mampu membangun jaringan guna mencapai tujuan untuk berbagai kepentingan. Bukan hanya pendidikan, tetapi juga untuk kepentingan sosial, ekonomi, budaya, politik, pertahanan, keamanan, kesehatan, teknologi informasi dan lain-lain.

Namun demikian, dalam implementasinya, kita tidak bisa bergerak sendiri. Indonesia membutuhkan kerjasama dan dukungan dari semua elemen masyarakat  sebagai bentuk realisasi pembangunan yang melibatkan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia, baik dari unsur Pemerintah maupun swasta. 

Sebagai makhluk sosial, kita selalu membutuhkan bantuan dari, serta kerjasama dengan orang lain. Ini merupakan fitrah manusia. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita memberikan apresiasi dan terima kasih ketapa Jaringan Telekomunikasi Tri Indonesia yang cakupannya makin luas dan kuat, guna memajukan Indonesia. Layanan yang ditawarkannya memang bernilai komersial, kita menyadari hal itu. Akan tetapi ini bukan persoalan bisnis semata. Kita mendapatkan keuntungan besar darinya yang hasilnya tidak akan bisa disetarakan dengan besarnya nilai uang yang kita keluarkan.

Produk AlwaysOn Unlimited yang memberikan layanan internet tanpa batas misalnya, membuat kita bisa berinteraksi dengan keluarga, teman, sahabat, kolega, dosen, bahkan kenalan di luar negeri agar bisa tetap keep in touch. Bisnis pun bisa tetap terjaga dan ditingkatkan karena jasa layanannya. Kita bisa mengases lewat website mereka di: www.tri.co.id atau coba cari tahu terobosan jaringan 3 Indonesia teranyar di https://bit.ly/2XqKZMI.

Ringkasnya, menyambut usia kemerdekaan RI yang ke 75 ini, Indonesia akan bisa makin jaya, maju dan sejahtera dengan teknologi informasinya. Thank you very much Tri Indonesia. Kami tidak takut lagi buat #kalahkanjarak.

Malang, 2 Juni 2020
Ridha Afzal

VIDEO PILIHAN