Mohon tunggu...
Ridha Ulya
Ridha Ulya Mohon Tunggu... Jurnalis - bila gelap jalan di bumi, jalan ke langit selalu terbuka :)

---

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Borderline Personality Disorder

26 Oktober 2018   06:20 Diperbarui: 26 Oktober 2018   06:32 684 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Borderline Personality Disorder
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

"Kok mood kamu cepet banget berubahnya? Kamu bipolar ya?"

"Kenapa sih kamu suka banget nyakitin diri sendiri?"

"Kamu kok suka marah-marah dan ngambek nggak jelas gitu sih? Aku salah apa?"

Borderline personality disorder atau gangguan kepribadian ambang merupakan mental illness yang ditandai dengan perubahan mood, citra diri, presepsi, dan hubungan dengan orang lain. Seorang dengan BPD memiliki cara pandang, pemikiran, dan perasaan yang berbeda dari orang umumnya. Ia  dapat merasakanperasaan dengan  ekstrem berupa depresi, cemas, maupun marah selama beberapa jam hingga hari. Gangguan ini terjadi pada 2-3% populasi, lebih banyak ditemukan pda wanita, dan biasa ditemukan pada usia 20an. 

BPD dapat disebabkan oleh kombinasi dari berbagai faktor seperti genetik, trauma masa kecil, pengabaian oleh orang tua, maupun karena perubahan biokimia dalam otak. 

Seorang dengan BPD seperti hidup dalam dunia hitam atau putih. Ia cenderung mengelompokkan orang dan hal yang dapat ia identifikasi ke dalam 2 kondisi ekstrem, seperti apakah seorang itu sangat jahat atau  sangat baik. Ia cenderung kesulitan untuk menilai bahwa seseorang yang baik dapat saja melakukan kesalahan. Presepsinya terhadap orang lain cenderung mudah berubah. Padangannya terhadap diri sendiri juga cenderung mudah berubah. Awalnya merasa sangat percaya diri, kemudian merasa tidak berguna, gagal, jahat, atau bahkan merasa bahwa sebenarnya ia tak pernah ada di dunia ini.

  "Borderline individuals are the psychological equivalent of third-degree-burn patients.  They simply have, so to speak, no emotional skin.  Even the slightest touch or movement can create immense suffering."

 -- Marsha Linehan, Ph.D.

Orang dengan BPD dideskripsikan seperti seorang penderita luka bakar derajat tiga- yang mana sangat menyakitkan. Ia seperti seorang yang supersensitif, yang merasakan emosi jauh lebih dalam dari kebanyakan orang. Hal ini menyebabkan seorang dengan BPD sering kewalahan dengan perasaannya sendiri. Ketidakmampuannya dalam menyalurkan besarnya emosi yang dirasakannya membuatnya  mencoba mengekspresikan rasa sakit yang ia miliki dengan menyakiti diri sendiri, seperti cutting, burning, atau memakai tatto. 

Borderline Personality Disorder cenderung sulit untuk didiagnosis, karena biasanya gejala yang dimiliki dapat menyerupai berbagai penyakit lainnya, seperti depresi maupun bipolar. Perbedaannya dengan bipolar disorder adalah, seorang dengan BPD cenderung mengalami perubahan mood yang lebih cepat dan biasanya disertai pemicu. Misal ketika ada hal yang membuatnya marah ia akan menjadi sangat marah. Kemudian ketika sejam kemudian ada hal yang membuatnya sangat bahagia maka moodnya akan berubah drastis kembali menjadi bahagia. Sedangkan pada bipolar disorder, perubahan mood dapat terjadi tiba-tiba tanpa pemicu. 

Gejala yang dapat ditemukan pada BPD adalah: 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x