Mohon tunggu...
RIdha Ulya
RIdha Ulya Mohon Tunggu... masih belajar :)

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

"Self Acceptance, Is There Still Way Out?"

19 Oktober 2018   16:37 Diperbarui: 19 Oktober 2018   16:50 0 1 0 Mohon Tunggu...

"i have no idea what really happened, i just cannot control myself"

"you will never know how hurt that's feel"

"you can't help me anyway! no body can help me anyway!"

----------------------------------------

"My whole experience of these episodes was that someone else was doing it; it was like 'I know this is coming, I'm out of control, somebody help me; where are you, God?  I felt totally empty, I had no way to communicate what was going on, no way to understand it."

Marsha Linehan merupakan penemu metode  Dialectical Behavior Therapy (DBT) -- metode yang telah diakui terbaik dalam menangani kecenderungan seseorang dengan self destruktif, yang seringkali ditemukan pada pasien dengan Borderline Personaity Disorder---sebuah mental illness yang dikenal sebagai penyakit yang cukup rumit, bahkan impossible untuk diobati. Beliau telah menekuni dunia psikologi, dan riset psikoterapi selama lebih dari 40  tahun. Siapa sangka, dibalik usaha kerasnya di bidang mental illness, beliau punya ceritanya sendiri. 

Melalui New York Times, di tahun 2011, beliau akhirnya membuka diri untuk bercerita mengenai perjuangannya dalam menghadapi Borderline Personaity Disorder. Di masa mudanya,beliau pernah dirawat selama lebih dari 2 tahun karena berulang kali melakukan percobaan bunuh diri, membenturkan kepala, self-cutting, dan burning. Pada saat itu ia mendapat diagnosis skizofrenia, karena Borderline Personality Disorder belum ditemukan. Ia mendapat beberapa pengobatan hingga electroconvulsive therapy (ECT) namun tak mengalami perbaikan. 

Di titik terendah dalam hidupnya, disaat sepertinya tak lagi ada seorangpun yang mampu membantunya, Marsha akhirnya menemukan caranya sendiri untuk menyembuhkan diri. Marsha menyadari bahwa dia secara menyeluruh  harus menerima dirinya sebagaimana adanya, bukan bagaimana yang seharusnya, sekaligus berusaha untuk mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi, sesulit apapun itu. Konsep yang terkesan paradox ini dikenal dengan istilah radical acceptance yang kemudian dikembangkan menjadi  Dialectical Behavior Therapy (DBT). Konsep ini telah banyak digunakan dan  membantu kesembuhan klien dengan mental illness terutama BPD, sekaligus menajdi tiitk balik bagi kehidupan Marsha di masa lalu hingga ia  kembali bangkit  dan melanjutkan pendidikan di bidang psikologi. 

 "I'm a very happy person now," 

"I still have ups and downs, of course, but I think no more than anyone else."

- Marsha Linehan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x