Mohon tunggu...
Ricky AlexanderLumban
Ricky AlexanderLumban Mohon Tunggu... Mahasiswa Fisika

Mencoba mulai berkarya daripada menikmati karya orang lain saja.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Membangun Sepak Bola Indonesia, 3 Hal Ini Harus Dibenahi oleh Artis yang Mengakusisi Klub Sepak Bola

14 Juni 2021   15:34 Diperbarui: 14 Juni 2021   15:47 121 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membangun Sepak Bola Indonesia, 3 Hal Ini Harus Dibenahi oleh Artis yang Mengakusisi Klub Sepak Bola
Raffi Ahmad dan Rudy Salim sekarang menjadi pemilik klub RANS Cilegon FC (Instagram.com/@rans.cilegonfc.official)

Kancah sepak bola Indonesia memang tidak pernah bosan-bosan untuk diperbincangkan, belakangan ini misalnya, sedang tren artis yang mengakusisi klub sepak bola. Mulai dari Raffi Ahmad yang mengakusisi klub Cilegon United FC, Gading Marten yang mengakusisi klub sepak bola Persikota Tangerang dan mungkin akan ada beberapa nama lagi dari kalangan artis yang akan menjadi pemilik klub Liga Indonesia.

Akusisi ini memang membawa keberuntungan bagi klub. Setidaknya ada dua dampak positif yang terjadi setelah artis mengakusisi sebuah klub. Hal pertama adalah dari segi finansial klub. Latar belakang pengakusisian Cilegon United FC adalah untuk menyelamatkan klub ditengah kondisi finansialnya yang sedang kacau.  

Mantan Presiden klub Cilegon United FC, Yudhi Afriyanto mengaku pada 2017 klub Cilegon United FC diterpa masalah. Hal ini berimbas pada kondisi finansial klub, sponsor yang sebelumnya mengikat perjanjian dengan klub akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kerjasama. Setelah klub diakusisi, artinya sang pemilik baru memang benar-benar berkompetensi dan juga benar-benar memiliki dana yang cukup untuk mengelola klub tersebut. Raffi Ahmad dan Rudy Salim seperti yang kita ketahui rela menggelontorkan sejumlah dana yang terbilang tidak sedikit untuk perkembangan dari klubnya yang sekarang bernama RANS Cilegon FC ini. Ini merupakan salah satu hal positif yang terjadi apabila sebuah klub diakusisi. 

Apabila klub sebelumnya terkendala finansial, maka investor (pihak yang mengakusisi)  dapat mengatasi hal tersebut, dan bisa juga investor tersebut malah meningkatkan kondisi klub karena memiliki kondisi finansial yang mumpuni. Hal kedua adalah klub tersebut semakin populer. Mungkin klub Cilegon United FC dulunya hanya dikenal oleh orang-orang yang menyukai sepak bola saja tetapi karena sekarang telah menjadi RANS Cilegon FC dan diakusisi oleh Raffi Ahmad dan Rudy Salim, klub ini pasti bertambah populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Terlepas dari berbagai niat artis yang mengakusisi klub Liga Indonesia, mereka harus sadar bahwa sepak bola Indonesia masih dikatakan terbelakang. Terhitung pada tanggal 30 Mei 2021, Indonesia berada pada peringkat ke-173 rangking FIFA dengan torehan 964 poin.   Indonesia berada di bawah negara-negara ASEAN seperti Vietnam dan Thailand. Vietnam menduduki peringkat 92 dengan torehan 1258 poin dan Thailand menduduki peringkat 106 dengan torehan 1178 poin.  Kita masih perlu kerja lebih keras lagi untuk membenahi sepak bola kita.

Hal yang perlu diingat juga adalah perkembangan dari pemain terjadi pada saat ia berada di klub atau di akademi. Apabila seorang pemain berada pada klub yang berkualitas maka tak akan diragukan lagi apabila ia memiliki skill yang di atas rata-rata dan kemungkinan besar akan dipanggil untuk bergabung dalam skuad Timnas Indonesia

Dengan kata lain, klub lah yang melahirkan pemain-pemain berkualitas untuk menduduki bangku pemain Timnas Indonesia. Klublah yang memiliki andil besar untuk membantu mengembangkan sepak bola Indonesia. Klub harus melahirkan pemain-pemain terbaik yang layak memperkuat Timnas. Klub tidak boleh egois hanya dengan target mengejar juara dan trofi. Klub juga harus bisa mengorbitkan pemain kelas atas yang dapat membantu Indonesia meraih kemenangan dalam setiap laga.

Menurut Bayu Eka Sari atau yang sering disapa Bang Bes, dalam podcast di channel Youtube topscore tv, ada 3 hal yang harus diperbaiki apabila ingin sepak bola Indonesia maju. Hal pertama adalah Infrastruktur, kedua adalah Pelatih yang berkualitas dan yang ketiga adalah kompetisi.

Sebenarnya ini bukan hanya pekerjaan rumah untuk artis yang baru saja mengakusisi klub sepak bola Indonesia. Ini merupakan pekerjaan rumah federasi, klub sepak bola Indonesia, dan seluruh masyarakat yang perduli akan sepak bola Indonesia. Tetapi dalam hal ini karena artis tersebut dianugerahi finansial yang mumpuni dan baru saja mengakusisi klub sepak bola. 

Ketiga hal ini dapat dijadikan acuan untuk lebih mengembangkan tim untuk kedepannya. Sudah seharusnya sang pemilik klub, lebih memperhatikan kelengkapan infrastruktur dari klub, mendirikan akademi yang bertujuan untuk melahirkan bibit-bibit pemain sepak bola Indonesia, juga merekrut pelatih, staff yang berkualitas dan memiliki lisensi. Tak lupa ada poin ketiga, kompetisi di Indonesia memang selalu dilaksanakan oleh federasi, instansi ataupun pemerintah. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa klub juga dapat mengadakan kompetisi guna untuk mendapatkan pemain yang akan diboyong untuk menjadi bagian dari timnya.

Kita semua berharap dengan terjunnya beberapa artis untuk membangun sepak bola Indonesia dapat menjadikan cikal bakal perkembangan sepak bola Indonesia menuju kepada kemajuan. Semoga tidak hanya mengikuti tren ataupun keinginan pribadi saja, tetapi benar-benar membangun sepak bola Indonesia lewat klub yang dipegangnya.

VIDEO PILIHAN