Mohon tunggu...
Ricky Hamanay
Ricky Hamanay Mohon Tunggu... Penulis - Fisika holic

Penulis sains amatir

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Einstein: "Tuhan Tidak Bermain Dadu"

6 Desember 2021   00:42 Diperbarui: 6 Desember 2021   06:29 135 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
source: logical hindi

Ketika membicarakan Einstein, hal yang pertama kali muncul dalam benak sebagian besar orang adalah kata jenius, fisika, dan rumus E = mc^2 nya yang terkenal sebagai cikal bakal lahirnya teknologi nuklir. 

Dalam kalangan ilmuwan, Einstein dihormati berkat kontribusinya dalam mempelopori teori kuantum dan teori relativitas. Akan tetapi, disamping hal-hal yang disebutkan di atas, salah satu hal yang paling membuat banyak orang mengingat Einstein adalah ucapannya; "Tuhan tidak bermain dadu".

Quotes ini begitu terkenal, bahkan sangking terlalu terkenalnya maka seringkali digunakan secara salah oleh orang-orang tertentu untuk menunjukkan bahwa Einstein adalah seorang theism atau seseorang yang mengakui keberadaan Tuhan. Pandangan ini umumnya datang dari orang-orang yang mengidolai Einstein dan disaat yang bersamaan mempercayai Tuhan.

 Jadi, mereka menggunakan kutipan "Tuhan tidak bermain dadu" dari Einstein sebagai dasar keyakinan diri sendiri untuk menciptakan Einstein versi lain yang mereka inginkan, yaitu Einstein yang beragama, alih-alih versi Einstein yang sebenarnya.

Albert Einstein adalah fisikawan Yahudi kelahiran Jerman yang memiliki pengaruh paling kuat dan dominan dalam membangun dua fondasi utama fisika modern; yaitu teori kuantum dan teori relativitas. 

Melalui teori relativitasnya Einstein merombak konsep dan pemahaman klasik tentang ruang-waktu dan gravitasi. Berkat teori relativitasnya, kita dapat memahami sebagian besar teka-teki alam semesta dalam skala atau dunia makroskopik.

Di sisi yang lain, Einstein menjadi salah satu pelopor yang merintis teori kuantum. Jika pada awalnya konsep kuanta yang diperkenalkan Max Planck hanya sekedar sebagai gimmick matematika, maka Einstein menjadi orang pertama yang meyakinkan Planck bahwa kuanta bukan sekedar trik matematika melainkan sesuatu yang nyata - ini dibuktikan oleh Einstein melalui penjelasan eksperimental dan teoretikal dari efek fotolistrik. 

Meskipun Einstein adalah salah satu perintis teori kuantum, namun pada saat teori kuantum mulai berkembang dan mendapatkan pijakan yang mapan berkat ditemukannya mekanika atom (mekanika kuantum) oleh Heisenberg dan Schrodinger, Einstein pelan-pelan menarik diri dan menempatkan diri pada sisi yang menentang teori kuantum.

Teori kuantum adalah salah satu pilar fisika modern - seperti yang telah disinggung di atas - yang berguna dalam menjelaskan sifat dan perilaku objek dalam skala kecil atau skala atom (dunia mikroskopik). Berkat teori kuantum, manusia akhirnya bisa menghasilkan berbagai teknologi modern seperti transistor misalnya yang berperan dalam lahirnya teknologi ponsel maupun laptop, serta teknologi laser yang digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai pemindai, ataupun sebagai media pembawa informasi dalam kabel serat optik.

Jika teori kuantum adalah teori yang sangat berperan penting dalam perkembangan teknologi, mengapa Einstein tidak setuju dengannya? Alasannya karena teori kuantum didasarkan pada 'Prinsip Ketidakpastian Heisenberg' yang terkenal , yang menyatakan bahwa seseorang tidak dapat secara bersamaan mengukur posisi dan momentum dari sebuah partikel secara akurat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan