Mohon tunggu...
Ricky Hamanay
Ricky Hamanay Mohon Tunggu... Penulis - Yuditya Hamdani Hamanay

Penulis sains amatir

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Unifikasi dalam Fisika: Menemukan Kesederhanaan dalam Keanekaragaman

17 Oktober 2021   09:24 Diperbarui: 17 Oktober 2021   09:28 83 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
source: young scientists journal

Untuk pekerjaan dalam ruang lingkup fisika umumnya fisikawan bekerja untuk menemukan pola dan keteraturan di antara fenomena-fenomena yang terjadi di alam. Berdasarkan pola yang ditemukan, fisikawan kemudian berusaha menemukan hukum alam untuk fenomena-fenomena tersebut, dan jika memungkinkan, pola dan keteraturan yang ditemukan juga digunakan sebagai acuan untuk memprediksi fenomena-fenomena yang baru.

Dalam siklus ini, seringkali fisikawan menemukan bahwa apa yang tampak sebagai fenomena-fenomena yang berbeda, sebenarnya merupakan fenomena yang sama yang teramati lewat aspek-aspek yang berbeda. 

Jadi, hukum alam yang berbeda dapat terungkap sebagai manifestasi tertentu dari hukum alam yang sama. Teori-teori yang berbeda ternyata dapat dimasukkan ke dalam satu teori yang tunggal, yang lebih luas, dan lebih mendasar. 

Penyatuan dan penggabungan beragam fakta atau konsep untuk membentuk kerangka kerja yang lebih umum ini disebut dengan unifikasi atau penyatuan. Unifikasi terus-menerus terjadi dalam fisika baik itu dalam skala teori atau hukum dan sebagainya sebagai unsur penting dari upaya fisikawan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih sederhana akan hal-hal yang tampaknya berbeda sebagai manifestasi dari hal yang sama.

Sebelum Sir Isaac Newton muncul, apa yang kita kenal sekarang sebagai gravitasi hanya dipandang sebagai kekuatan yang menarik benda-benda ke bawah menuju Bumi. Di sisi lain, Johannes Kepler dan para astronom lain menunjukkan bahwa planet bergerak mengelilingi Matahari mengikuti orbit berbentuk elips. 

Pada saat itu, tidak ada satupun yang tahu mengapa dan apa yang menyebabkan planet bergerak mengelilingi matahari mengikuti orbit tersebut. Kedua fenomena ini, yaitu gerak planet dan fenomena benda-benda yang selalu jatuh menuju Bumi belum dipandang sebagai fenomena yang sama.

Misteri ini baru bisa dipecahkan oleh Newton melalui teori gravitasinya. Newton menggabungkan atau menyatukan kedua fenomena yang tampaknya sangat berbeda tadi dengan satu prinsip yang tunggal. 

Newton mengusulkan bahwa semua benda yang memiliki massa akan saling tarik-menarik satu sama lain dengan kekuatan yang sebanding dengan massa benda-benda tersebut, dan berbanding terbalik dengan pangkat dua dari jarak yang memisahkan benda-benda tersebut.

Dengan hubungan yang sederhana ini, Newton dapat menjelaskan bahwa peristiwa jatuhnya benda ke bumi, gerak bulan mengitari bumi, dan gerakkan planet mengelilingi matahari disebabkan oleh gaya yang sama yaitu gravitasi.

Contoh kasus unifikasi lainnya terjadi pada abad ke-19 ketika Dmitry Mendeleyev berhasil menemukan pola di antara unsur-unsur yang mengarah pada pengembangan tabel periodik unsur yang pertama. Mendeleev berhasil mengelompokkan berbagai jenis unsur kimia yang saat itu dipandang sebagai unsur-unsur yang berbeda ke dalam apa yang disebut table periodic unsur. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan