Mohon tunggu...
Ricky Hamanay
Ricky Hamanay Mohon Tunggu... Penulis

Yuditya Hamdani Hamanay | Lulusan fisika teoretis

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Apa Itu Gravitasi?

26 Oktober 2020   08:08 Diperbarui: 26 Oktober 2020   09:14 29 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apa Itu Gravitasi?
ravepad.com

Kata gravitasi berasal dari bahasa latin gravitas yang berarti 'berat'. Dalam pengertian umum gravitasi merupakan fenomena alam dimana semua benda dengan massa atau energi yang dibawa ke arah atau saling tertarik satu sama lain (massa = bobot, yang dalam bahasa sehari-hari disebut sebagai berat). 

Segala sesuatu yang memiliki massa yang memiliki gravitasi, dengan kata lain gravitasi suatu benda diakibatkan oleh massa benda tersebut. Tidak ada massa berarti tidak ada gravitasi dan jika ada massa berarti ada gravitasi. 

Benda dengan massa yang lebih besar memiliki gravitasi yang lebih besar, dan benda yang massa-nya lebih kecil memiliki gaya yang lebih kecil. Gravitasi  akan melemah seiring bertambahnya jarak, jarak antar objek dekat kuat tarikan gravitasinya, semakin jauh jarak antar objek maka semakin lemah tarikan gravitasinya.

Selama ada massa maka sejauh apapun jaraknya antara dua objek atau lebih, gravitasi hanya akan menjadi sangat lemah dan tidak akan pernah menjadi nol. Astronot yang melayang di luar angkasa bukan diakibatkan karena gravitasi nol tapi karena gravitasi bumi pada jarak sejauh itu sudah sangat lemah sehingga dapat diabaikan. 

Besarnya gaya gravitasi diperoleh dari perkalian antara konstanta gravitasi dengan massa antara objek-objek yang terlibat kemudian dibagi dengan kuadrat jarak (jarak pangkat dua). Karena dibagi dengan jarak maka selama objek yang terlibat masih memiliki massa hasilnya tidak akan pernah menjadi nol. Jika jaraknya bertambah jauh hingga jutaan kali gaya gravitasi-nya hanya akan mendekati nol (menjadi nol koma sekian), tapi tidak akan pernah menjadi nol.

Gravitasi menahan kaki kita ke permukaan tanah karena gravitasi bumi memberikan tarikan gravitasi pada tubuh kita. Dalam skala yang lebih besar, gravitasi mengatur benda-benda langituntuk memiliki orbit-nya masing-masing dan bahkan menyebabkan partikel ruang angkasa yang melayang perlahan-lahan saling tarik menarik menjadi gumpalan yang lebih besar dan lebih besar lagi hingga akhirnya menjadi planet, bintang dan galaksi.

Jika berbicara soal gaya fundamental yang mengatur alam semesta, maka gravitasi menjadi gaya fundamental pertama yang diketahui oleh manusia dari ke-empat gaya fundamental yang lain namun gravitasi juga menjadi gaya fundamental yang paling sedikit dipahami.

Gravitasi adalah gaya yang paling lemah dari ke-empat interaksi/gaya fundamental yang lain, kira-kira 100.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 atau seratus trilyun trilyun trilyun kali lebih lemah dari gaya nuklir kuat, 1.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 atau satu trilyun trilyun trilyun kali lebih lemah dari gaya elektromagnetik dan 100.000.000.000.000.000.000.000.000.000 atau seratus ribu trilyun trilyun kali lebih lemah dari gaya nuklir lemah.

Karena sangat lemah bahkan jauh lebih lemah dari gaya nuklir lemah maka gravitasi tidak berpengaruh signifikan pada tingkat partikel subatomik(skala Mikroskopik). 

Bayangkan besarnya gravitasi untuk membuat manusia, daun dan helai rambut bisa tetap berada di permukaan tanah saja dibutuhkan objek yang kurang lebih sebesar dan seberat bumi, sehingga jelas untuk objek dengan ukuran seperti manusia apalagi hingga ukuran mikroskopik besarnya gravitasi sulit diukur karena sangat lemah sekali. 

Sebaliknyagravitasi menjadi interaksi yang paling dominan pada skala makroskopik (alam semesta), dan gravitasi menjadi penyebab terhadap pembentukan, bentuk fisik, hingga lintasan orbit dari objek-objek astronomi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x