Tekno

Lemari Berjamur? Tidak Lagi!

15 Mei 2017   14:19 Diperbarui: 15 Mei 2017   14:33 100 0 0

Lemari, sebagai tempat meletakkan pakaian, telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Di setiap rumah, bahkan kamar, pasti terdapat sebuah lemari pakaian yang menyimpan berbagai pakaian yang digunakan untuk aktivitas manusia. Namun, terdapat berbagai permasalahan mengenai kondisi lemari yang menyebabkan lemari menjadi tidak sehat, seperti lemari yang ditumbuhi oleh jamur. Lemari yang tidak sehat dapat menyebabkan pakaian menjadi bau dan juga berjamur.

Jamur dapat tumbuh pada lemari karena adanya kelembaban yang tinggi. Hal ini disebabkan karena pada negara tropis seperti Indonesia kelembaban udara cukup tinggi, belum lagi pada saat musim hujan, pakaian yang sulit kering karena rendahnya intensitas matahari sehingga seringkali langsung disimpan ke lemari dalam keadaan belum kering sepenuhnya. Kondisi udara yang lembab inilah yang mendukung jamur dapat tumbuh dengan mudah.

Jamur dapat memberikan dampak yang buruk bagi manusia terutama bagi kesehatan. . Beberapa jenis jamur dalam ruangan mampu menghasilkan racun yang sangat ampuh (mikotoksin) yang larut dalam lemak dan mudah diserap oleh lapisan usus, saluran udara, dan kulit. Agen ini, biasanya terkandung dalam spora jamur, memiliki efek toksik mulai dari iritasi jangka pendek, seperti reaksi alergi, kurap, kudis, hingga pelemahan sistem kekebalan tubuh dan perdarahan paru. Selain itu, dari segi estetika juga merusak keindahan dari lemari yang terkena jamur.

Melihat hal tersebut, kami berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut dengan menggunakan teknologi fotokatalisis yang diaplikasikan pada permukaan lemari. Namun sebelumnya mungkin banyak di antara anda yang belum mengetahui apa itu fotokatalisis dan bagaimana teknologi ini dapat menjawab permasalahan ini sehingga akan kami bahas terlebih dahulu disini.

Apa itu fotokatalisis?

Fotokatalisis apabila kita artikan secara harafiah kata per kata, yaitu “foto” merupakan cahaya dan “katalis” merupakan material yang mempercepat terjadinya reaksi kimia tanpa ikut bereaksi. Sehingga apabila kita artikan fotokatalisis merupakan suatu proses percepatan reaksi kimia oleh katalis yang terjadi dengan bantuan cahaya. Salah satu material yang dapat menjadi fotokatalis adalah Titanium dioksida (TiO2) biasa dikenal sebagai titanium(IV) oksida  atau titania.

Bagaimana mekanisme fotokatalisis dalam membunuh jamur?

Titania apabila terkena cahaya pada panjang gelombang tertentu, maka elektronnya akan tereksitasi dan pada titania terbentuk kutub negatif (elektron) dan kutub positif (hole). Elektron ini dapat mereduksi zat-zat seperti logam berat sedangkan hole dapat menyebabkan terjadinya oksidasi.

Uap air yang terdapat dalam udara akan teroksidasi oleh hole menjadi radikal hidroksil. Hal ini menyebabkan berkurangnya kandungan uap air dalam udara. Selain itu, radikal hidroksil yang terbentuk dapat menyebabkan mikroorganisme mati. Radikal hidroksil akan mengoksidasi membran luar sehingga menyebabkan kerusakan permeabilitas sel bahkan mendekomposisi dinding sel, oksidasi lebih lanjut pada komponen intraselular akan menghambat respirasi sel sehingga menyebabkan kematian sel.

Mekanisme tersebutlah yang dimanfaatkan pada teknologi untuk mencegah tumbuhnya jamur pada kayu lemari. Kami melakukan pelapisan pada sekat antar pakaian yang diletakkan di dalam lemari yang kami buat dengan menggunakan suspensi titania. Titania ini akan berada di antara pori-pori tekstur permukaan lemari dan akan teraktivasi apabila terkena sinar UV. Oleh sebab itu, lemari ini dilengkapi dengan 4 buah lampu UV untuk mengaktivasi titania.

Kami telah melakukan pengujian terhadap kinerja teknologi fotokatalisis pada sekat lemari ini di Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Pengujian dilakukan untuk melihat pengaruh keberadaan sekat dengan teknologi fotokatalisis terhadap dua variabel yaitu kelembaban di dalam lemari dan juga pertumbuhan jamur. Secara kualitatif dan kuantitatif terbukti bahwa dengan adanya sekat berteknologi fotokatalisis, kelembaban udara dalam lemari lebih rendah dibandingkan tanpa sekat, begitu pula pertumbuhan jamur pada sekat yang dilapisi titania pertumbuhan jamur lebih lambat dibandingkan pada sekat yang tidak dilapisi titania.

Teknologi fotokatalisis ini dalam pengaplikasiannya pun dapat dikatakan cukup murah. Sebuah lemari satu pintu dengan ukuran 150 cm x 70 cm x 50 cm dengan bahan blockboard 18 mm hanya akan memiliki nilai jual sekitar satu hingga satu setengah juta rupiah yang tidak jauh dari harga lemari dengan spesifikasi sama pada umumnya.

Dengan adanya teknologi fotokatalisis dengan harga yang terjangkau ini, diharapkan permasalahan mengenai lemari lembab dan berjamur terutama bagi kalangan menengah ke bawah yang ada dapat terselesaikan. 

Lemari sehat, pakaian sehat, lingkungan sehat!