Mohon tunggu...
Ricky Shandy
Ricky Shandy Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa yang sedang berjuang untuk lulus :)

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Anak dan Kekerasan Seksual terhadap Anak-anak

12 Mei 2022   12:17 Diperbarui: 12 Mei 2022   12:38 182 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hukum. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Masih tingginya tingkat kekerasan seksual terhadap anak-anak di Indonesia dari tahun ke tahun semakin mengkhawatirkan. Menurut data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dari tahun 2010 hingga 2014, terdapat total 21.869.797 kasus kejahatan terhadap anak yang terjadi secara nasional di Indonesia. 

Dari total angka tersebut, sekitar 42-58% kasus adalah kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak. Mirisnya, dari kasus-kasus pidana kekerasan terhadap anak-anak ini, dari tahun 2011 hingga tahun 2016 contohnya, hanya sekitar kurang lebih 30% dari total kasus yang dapat ditangani, dengan penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak hanya sebanyak 1.965 kasus saja. 

Lebih jauh, pelaku kekerasan seksual terhadap anak-anak ini berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari kerabat terdekat korban, orang tua korban baik kandung maupun tiri, warga lingkungan korban, orang tidak dikenal bagi korban, usia dewasa maupun teman sebaya korban. 

Hal ini selaras dengan pernyataan yang dijelaskan oleh Catherine Beaulieu (2008) yang menyatakan bahwa kekerasan seksual terhadap anak (child sexual abuse) dapat diartikan sebagai kontak atau interaksi antara anak dan orang dewasa atau anak lebih tua atau berpengetahuan lebih luas, seperti orang tak dikenal, tetangga atau kerabat, dimana anak yang menjadi korban digunakan sebagai objek gratifikasi untuk pemenuhan kebutuhan pelaku kekerasan seksual. 

Beaulieu (2008) juga banyak menjelaskan cara yang digunakan untuk mengelabui korban, diantaranya pemaksaan, ancaman, penyogokan, penipuan, hingga pemerasan. Cara-cara kekerasan seksual ini digunakan dengan sedemikian rupa untuk mendapatkan tujuan pelaku yaitu memenuhi kebutuhan seksualnya. 

Bentuk kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak ini beragam. Di Indonesia, dapat dilihat terjadi dalam beberapa bentuk hubungan seksual. Menurut data KPAI, bentuk kekerasan seksual terhadap anak-anak terjadi dalam setidaknya tiga mayoritas bentuk kasus hubungan seksual: pemerkosaan, pencabulan/sodomi, dan pedofilia.

Namun, seiring berjalannya waktu, spektrum bentuk kekerasan seksual terhadap anak-anak semakin meluas dan menjadi kompleks. Mulai dari bentuk rabaan, ciuman, hingga verbal baik secara langsung maupun daring (online). 

Dalam kajian viktimologi, hubungan seksual yang terjadi dalam kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak ini adalah kasus hubungan seksual tanpa izin (sex without consent), walaupun tidak menutup kemungkinan hubungan seksual dengan izin (sex with consent) pada anak-anak dapat pula digolongkan sebagai kekerasan seksual, sebagai contoh adalah prostitusi anak. 

Masih menurut Beaulieu (2008), waktu untuk dapat memberikan sex consent atau izin melakukan hubungan seksual adalah saat seseorang dianggap mampu secara hukum untuk melakukan dan memberi izin kepada orang lain atas aktivitas seksual. "Waktu" yang dimaksud dapat merujuk pada usia pemberi izin. 

Di Indonesia, secara hukum memang tidak ada undang-undang yang mengatur usia minimal pemberian izin atas aktivitas seksual ini. 

Namun, terdapat undang-undang yang mengatur usia perkawinan, yaitu Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mengatur usia minimal perkawinan untuk perempuan dan laki-laki adalah 19 (sembilan belas) tahun, walaupun tetap mengatur pemberian izin untuk perkawinan di bawah usia 19 tahun. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan