Mohon tunggu...
Ria
Ria Mohon Tunggu... Akuntan - Pemilik akun

Akuntant Mengerti Pajak Suka Menulis

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Deretan Atlet Bulu Tangkis Indonesia Peraih Medali Emas di Olimpiade

4 Agustus 2021   17:18 Diperbarui: 4 Agustus 2021   18:32 166 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Deretan Atlet Bulu Tangkis Indonesia Peraih Medali Emas di Olimpiade
Bulutangkis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Vladislav Vasnetsov

Indonesai merupakan pelanggan tetap medali di cabang olah raga bulu tangkis dalam berbagai turnamen Olahraga, tak terkecuali dalam olimpiade, sejak keikutsertaan Indonesia dalam Olimpiade Barcelona tahun 1992 hampir setiap turnamen Olimpiade Indonesia meraih medali emas di cabang olahraga bulu tangkis. Berikut deretan atlet bulu tangkis Indonesia yang pernah meraih medali emas di Olimpiade dan mengharumkan nama Indonnesia  ;

  • Tunggal Putra Alan Budi Kusuma dan Tunggal Putri Susi Susanti  di Olimpiade Barcelona tahun 1992

Pasangan Emas Olimpiade ini mengawali sejarah medali emas Olimpiade Indonesia, sejak tahun 1992 hingga saat ini Indonesia hampir selalu mendapatkan medali emas di cabang olahraga bulu tangkis kecuali di olimpiade London 2012. Hinga sekarang akhirnya mereka menjadi pasangan hidup dan masih berkecimpung di dunia Bulu Tangkis dalam negeri kita. Bahkan kisah hidupnya sempat dijadikan sebuah Film yang berjudul Susi Susanti – Love All yang di produseri oleh Daniel Mananta, Susi Susanti diperankan oleh Laura Basuki

  • Ganda Putera Rexy Mainaky / Ricky Subagja di Olimpiade Atlanta tahun 1996

Rexy Mainaky / Ricky Subagja adalah pasangan ganda putera Indonesia yang pertama kali mencetak emas di Olimpiade, Rexy Mainaky hingga saat ini masih menjadi pelatih bulu tangkis di berbagai negara mulai dari Inggris, Malaysia, Filipina dan saat ini di Thailand, sedangkan Ricky Subagja memilih untuk menjadi bagian dari PBSI dan terjun ke dunia politik.

  • Candra Wijaya / Tony Gunawan di Olimpiade Sydney tahun 2000

Ganda putera Candra Wijaya/Tony Gunawan dinilai sebagai pemain yang cerdas karena keduanya bisa meraih kemenangan saat di pasangkan dengan pemain lain, pun mereka juga pernah menjadi lawan di beberapa pertandingan. Berhasil mencetak emas di Olimpiade Sydney tahun 2000 kini Candra Wijaya tetap menggeluti dunia bulu tangkis tanah air dengan mendirikan sekolah bulu tangkis dan membuat gedung olahraga, sedangkan Tony lebih memilih untuk berpindah ke Amerika Serikat lalu menjadi pelatih sekaligus pemain di negara paman sam tersebut.

  • Tungga Putera Taufik Hidayat di Olimpiade Athena tahun 2004

Setelah tunggal putera Alan Budi Kusuma mencetak medali emas di Olimpiade Barcelona, kini tunggal putera Indonesia Taufik Hidayat kembeli mencetak emas di Olimpiade Athena 2004. Setelah kemenangannya yang mengharumkan nama bangsa tersebut Taufik hidayat masih menjadi salah satu pemain putra terbaik yang dimilik Indonesia hingga akhirnya dia mengumumkan pensiun pada 16 Juni 2013 di area Indonesia Open.

  • Ganda putra Markis Kido / Hendra Setiawan di Olimpiade Beijing  tahun 2008

Ganda Putera berikutnya yang meraih emas di Olimpiade adalah pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan di Olimpiade Beijing 2008. Namun semenjak penghujung 2012 Markis Kido bermain tandem ganda putera dengan Alvent Yulianto sedangkan Hendra Setiawan berpasangan dengan Mohammad Ahsan hingga saat ini. Bulan juni 2021 Markis Kido meninggal dunia akibat serangan jantung ketika bermain bulu tangkis, sedangkan Hendra Setiawan masih bertanding hingga Olimpiade Tokyo 2020 dengan Mohammad Ahsan namun sempat tersebar berita bahwa dia akan pension usai Olimpiade Tokyo.

  • Ganda campuran Tontowi Ahmad / Lilyana Natsir di Olimpiade Brazil Tahun 2016

Membayar kegagalannya di Olimpiade London 2012, pasangan Ganda campuran Tontowi/Lyliana akhirnya meraih medali emas di Olimpiade Brazil 2016. Pasangan ini juga meraih medali emas di seagames 2011. Namun Lyliana memutuskan untuk pension di awal tahun 2019 sebelum tournament Indonesia Masters 2019, karena hal itu juga Tontowi menyusul pensiun pada 18 Mei 2020.

  • Ganda putri Greysia Polli/Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo  tahun 2020

Sama halnya dengan Lyliana Natsir, Greysia Polli juga mengalami kegagalan di Olimpiade London 2012, Greysia/Meiliana bahkan terseret dugaan skandal kecurangan dan didiskualifikasi dari Olimpiade London 2012. Namun pada akhirnya pelatih Eng Hian menyatukan Greysia Polii dengan Apriyani Rahayu dan berhasil meraih emas dengan gemilang di Olimpiade Tokyo 2020 yang baru saja terjadi.

Terima kasih untuk semua peraih medali emas yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional, bahkan Greysia/Apriyani berhasil menyanyikan Indonesia Raya di negara yang menjajah sebelum Indonesia merdeka dan dibulan kemerdekaan Indonesia.

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan