Mohon tunggu...
Ria Syahirah
Ria Syahirah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya merupakan mahasiswa aktif dan saya sangat menyukai hal yang berhubungan dengan bernyanyi.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Biografi dan Pemikiran Georg Simmel (1858-1918)

24 September 2022   08:42 Diperbarui: 24 September 2022   08:56 32 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Georg Simmel merupakan salah satu Sosiolog atau pemikir yang memiliki sumbangsih besar dalam keilmuan Sosiologi. Simmel lahir di Berlin pada 1 Maret 1858. Ia belajar dan menempuh pendidikan berbagai bidang studi di Universitas Berlin pada 1876 dan memperlajari berbagai cabang ilmu pengetahuan (psikologi, sejarah, filsafat, dan bahasa Italia). Salah satu karya besar dalam pemikiran Simmel yang sangat terkenal yaitu "The Philosophy of Money" (Tahun 1900-an). Simmel menjelaskan dalam bukunya mengenai bagaimana konsep uang bekerja. Simmel cukup terkenal di kalangan akademisi Jerman dan bahkan memiliki pengikut internasional, khususnya Amerika Serikat. Simmel akhirnya meninggal pada tahun 1918.

Simmel adalah seorang sosiolog yang dikenal mempelopori kajian mengenai "ruang sosial". Menurut Simmel dalam ruang sosial, terdapat berbagai macam proses produksi dan reproduksi dari dinamika yang terjadi dalam masyarakat. Ciri-ciri masyarakat sendiri ditentukan dari bagaimana produksi dan reproduksi ruang sosial diciptakan. simmel Mengungkapkan bahwa sosiologi merupakan kajian-kajian yang bukan hanya berfokus pada interaksi, tetapi juga pada asosiasi. Simmel menjelaskan bahwa salah satu minat utamanya adalah asosiasi antar aktor, dengan tujuan minatnya yaitu untuk melihat besarnya cangkupan interaksi yang mungkin dipandang sepele namun memiliki makna yang sangat penting. Tentunya dalam dinamika yang terjadi di masyarakat dan berbagai macam kegiatan, seperti kegiatan lingkungan dan sosial pasti akan terjadi di masyarakat. Sebagai contoh yaitu kerja bakti, kerja bakti merupakan salah satu kegiatan dalam masyarakat atau bagian dari proses asosiasi, sehingga akan menjadi ciri dari masyarakat tersebut.

Selanjutnya terdapat hal yang mendasari proses interaksi yaitu kebudayaan dan uang. Simmel berpendapat bahwa kebudayaan dan uang menjadi dasar dari proses terjadinya asosiasi. Sebagai contoh, masyarakat Toraja memiliki tradisi saat ada yang meninggal yaitu merayakan dengan kerbau. Tradisi di masyarakat akan berbeda anatar masyarakat. Selain kebudayaan, uang juga merupakan salah satu hal yang mendasari asosiasi atau interaksi. dalam ranah ekonomi, uang berperan dalam menciptkan jarak dengan objek dan menawarkan diri jadi sarana untuk mengatasi jarak tersebut. Uang juga merupakan bagian dari relasi interaksi yang ada didalam masyarakat. Maka dari itu, kebudayaan dan uang merupakan hal yang melekat pada asosiasi.

Dalam konteks yang lain, masyarakat dapat bekerja dalam kerangka, ruang. dan waktu. Masyarakat dapat beraktivitas dan bersosialisasi di ruang atau tempat yang berbeda. Jadi ruang berkaitan dengan kewilayahan serta ciri dari masyarakat. Proses adaptasi seorang individu adalah bagian dari individu tersebut dalam menyesuaikan interaksi dalam ruang. Selain itu, masyarakat juga dapat bekerja dalam waktu. Waktu disini berkaitan erat dengan periodesasi zaman. Sebagai contoh, seorang ayah saat remaja mungkin belum mengenal teknologi saat ini. Tapi seiring dengan berkembangan zaman dalam bersosialisasi, seorang ayah yang mungkin dahulu tidak mengerti teknologi akan mulai mempelajari bagaimana teknologi berkembang, untuk memudahkan proses interaksi yang tidak kenal waktu. Aspek ruang dan waktu bersifat konstitutif, karena mengkonsepkan tindakan sosial sebagai pengalaman hidup. Di dalam ruang itu sendiri juga terjadi tindakan kumulatif pada diri sendiri. Oleh karena itu, Simmel berpendapat bahwa dalam entitas seorang individu harus mampu memahami dan beradaptasi dengan ruang dan waktu dimana individu tersebut hidup.

Selanjutnya terdapat 5 aspek ruang, diantaranya:

1. Eksklusifitas Ruang

Simmel berpendapat bahwa setiap ruang adalah unik, setiap ruang akan memiliki ciri khas nya masing-masing. Hal itu terjadi karena setiap ruang akan memiliki proses produksi, reproduksi dan asosiasi yang berbeda satu sama lainnya. Sebagai contoh, masyarakat salah satu suku di New Zealand memiliki ciri khas dalam salam, yaitu dengan saling beradu kening. Tetapi jika di Indonesia, tentunya hal ini akan dianggap tidak sopan.

2. Adanya Batasan-Batasan Ruang

Batasan-batasan ruang inilah yang nantinya akan menghasilkan unit dlm ruang dan pembagiannya. Sebagai contoh, jika kita sedang berada di kelas dan terdapat dosen yang sedang menjelaskan materi. Ruang kelas atau mata kuliah saat itulah yang disebut dengan ruang sosial. Tetapi dalam konteks lain, ternyata dalam satu kelas tersebut, terdapat mahasiswa yang mengobrol atau tidak memahami dengan serius. Dari ruang sosial tersebut, akhirnya menghasilkan berbagai macam ruang sosial yang lain. Hal tersebut terjadi di lingkungan rumah.

3. Ketetapan Dari Bentuk-Bentuk Sosial Dalam Ruang

Hal tersebut merupakan adanya aturan-aturan atau hal yang ingin dibangun dalam ruang sosial tersebut. Sehingga ruang sosial tersebut menjadi dinamis.

4. Kedekatan dan Jarak Dengan Ruang

Dalam hal ini, tiap aktor dalam ruang sosial dapat menjadi dekat tetapi dapat pula menjadi jauh dengan ruang sosial nya. Jika aktor tersebut tidak bisa memahami dan menguasai maka dapat membuat dirinya menjauh dan berjarak dari ruang sosial nya.

5. Mobilitas Ruang

Yaitu setiap ruang sosial akan memiliki situasi dan kondisi yang dinamis dan selalu berubah seiring dengan ciri khas dari aktor yang membangunnya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan