Mohon tunggu...
riap windhu
riap windhu Mohon Tunggu... Sales - Perempuan yang suka membaca dan menulis

Menulis untuk kebaikan

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Idul Fitri, Momentum untuk Mulai Memaafkan dan Dimaafkan yang Bukan Basa Basi

13 Mei 2021   23:16 Diperbarui: 14 Mei 2021   01:45 1017
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Mohon maaf lahir dan batin (dok.windhu)

Seiring dengan berakhirnya bulan ramadan, takbir dari masjid pun mulai terdengar. Momentum memaafkan dan dimaafkan saat lebaran dimulai

Media sosial mulai ramai dengan ucapan selamat Idul Fitri dan permintaan maaf. Pada Facebook, juga twitter. Grup whatsapp seakan bersahut-sahutan berbunyi menandakan ada pesan lebaran masuk. 

Ya, lebaran identik dengan saling memaafkan. Sebagai hari kemenangan yang diperoleh setelah satu bulan penuh berpuasa, menahan dahaga dan lapar, serta perbuatan tercela. 

Tanpa pikir lama, biasanya segera membalas pesan Idul Fitri yang masuk dengan ucapan serupa, baik dengan rangkaian kata-kata sendiri atau sekadar copy paste dari pesan yang masuk untuk dikirimkan ke orang berbeda. 

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. 

Ucapan hari raya ini merupakan yang paling standar diterima dan setiap tahun hanya berubah angkanya. 

Banyak ucapan lebaran yang lebih panjang,dilengkapi surat Al Qur'an, berpantun, dilengkapi kartun dan menyertakan gambar. 

Banyak cara yang dilakukan orang untuk mendapatkan momen memaafkan di hari raya. Termasuk dengan mengirimkan parcel plus kartu ucapan, yang diakhiri mohon maaf lahir dan batin. 

Di masa pandemi, lebaran virtual menjadi pengganti halal bihalal yang umumnya terjadi saat Idul Fitri. 

Saling maaf memaafkan, mohon maaf lahir dan batin menjadi kalimat sakti dan sempurna saat Idul Fitri tiba. 

Inilah tradisi yang dibiasakan. Meminta maaf antar keluarga, antar teman, antar rekan kerja dan antar tetangga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun