Riap Windhu
Riap Windhu Sales

senang membaca dan menulis, cinta bersepeda, suka pada tema lingkungan. Menggemari dunia pemberdayaan masyarakat. Saat ini aktif di sebuah perusahaan asuransi jiwa. Dapat dihubungi di 081287749530. Email: rwindhu@gmail.com. Instagram : riapwindhu dan twitter @riapwindhu. Bisa juga di www.rindhuhati.com

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Pilihan

Mudik Lebaran, Perilaku Pemudik, dan Keselamatan

8 Juni 2018   16:15 Diperbarui: 8 Juni 2018   16:25 641 1 3
Mudik Lebaran, Perilaku Pemudik, dan Keselamatan
Mudik dari wilayah Jabodetabek akan mendapai puncaknya Sabtu (9/6) , terutama meunju wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Salah satu transportasi umum adalah kereta api (dok.windhu)

Mulai hari Jumat 8 Juni 2018, yang terhitung H-7 sebelum hari Raya Idul Fitri 1439 H, arus mudik akan mulai mengalir dengan menggunakan berbagai angkutan lebaran, terutama dari wilayah Jabodetabek menuju ke berbagai wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. 

Adanya  cuti bersama dari pemerintah, telah membuat  perkiraan arus mudik akan mencapai puncaknya pada akhir pekan, Sabtu 9 Juni 2018 dan hari pertama lebaran tanggal 15 Juni 2018. Hal ini lantaran banyak pekerja yang mulai libur kerja. Selain itu, anak-anak sekolah pun sudah libur sekolah.  

Berbagai  moda angkutan udara yang akan digunakan para pemudik ini beragam, mulai dari kendaraan pribadi maupun kendaran umum. Satu hal yang menarik adalah bahwa dalam mudik lebaran tahun 2018, pemudik lebih banyak memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi, terutama roda empat (47%).

Sisanya menggunakan sepeda motor (4%). Untuk moda transportasi umum yang digunakan antara lain pesawat udara (18%), kereta api (9%), mobil sewa (2%), serta kapal laut, bus, mobil travel, rombongan mudik gratis, dan kendaraan lain semuanya (1%).

Waktu mudik dan waktu balik lebaran 2018 (sumber: Balitbangkemenhub)
Waktu mudik dan waktu balik lebaran 2018 (sumber: Balitbangkemenhub)
Alasannya, kendaraan pribadi  dinilai lebih fleksibel, nyaman, dan cepat. Hal lainnya adalah lebih murah, aman, selamat, dapat dipergunakan di tempat mudik, dan sebagai tanda bukti keberhasilan.

Hal ini terungkap dalam diskusi "Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2018, yang digelar Kompas dan PT Jasa Raharja (Persero) yang diselenggarakan di Hotel JS Luwansa Jakarta, Senin 4 Juni 2018.

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi itu, yakni Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubdar Kemenhub) Budi Setiyadi, Direktur Keamanan dan Keselamatan Korps Lalu Lintas  (Korpslantas) Polri Brigadir Jenderal (Pol) Chrysnanda Dwilaksana, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Murwanto, Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo, dan Kepala Badan Litbang Kementerian Perhubungan Sugihardjo.

Angka-angka yang disampaikan merupakan hasil survei  Badan Litbang Kemenhub pada 2018 yang menggunakan metode online, yakni yakni whatsapp (76%), website kemenhub (14 %), Facebook (2%), Line (2%), Instagram (1%), dan lainnya (5%). Target responden 2000, dengan total responden 6115, dan completed response (475 %).

Dialog Persiapan Penyelenggaraan Angkutan lebaran 2018 yang diselenggarakan Kompas dan jasa Raharja di JS Luwansa, Senin 4 Juni 2018. (dok,windhu)
Dialog Persiapan Penyelenggaraan Angkutan lebaran 2018 yang diselenggarakan Kompas dan jasa Raharja di JS Luwansa, Senin 4 Juni 2018. (dok,windhu)
Sugihardjo, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kemenhub mengatakan, sebanyak 53 % responden dari 4075 responden memang memilih waktu mudik menunggu waktu cuti bersama dari kantor. Sisanya antara lain menghindari macet (31%), menunggu liburan anak sekolah (7%), baru dapat THR (6%), dan biaya perjalanan murah (6).

Salah satu daya tarik bagi pemudik dengan kendaraan pribadi adalah tol Jakarta-Surabaya yang sudah terhubung.Meskipun dari sisi lain, mudik gratis dari tahun ke tahun diminati, dengan tujuan Tegal Pemalang, purwokerto sekitarnya, wonogiri, solo, karanganyar.

Selain arus mudik, puncak arus balik terjadi pada H+3 lebaran, yakni Selasa 19 Juni 2018. Hal ini mengingat karyawan swasta sudah mulai masuk pada tanggal 20 Juni dan pegawai negeri masuk pada tanggal 21 Juni 2018.

Penggunaan moda transportasi untuk mudik. Kendaraan pribadi menjadi pilihan karena lebih nyaman dan cepat (sumber:paparannalitbangKemenhub)
Penggunaan moda transportasi untuk mudik. Kendaraan pribadi menjadi pilihan karena lebih nyaman dan cepat (sumber:paparannalitbangKemenhub)
Angkutan Mudik Lebaran Pemerintah

Untuk kesiapan angkutan mudik lebaran 2018, pemerintah telah meningkatkan sarana kereta api (2,37%), kapal roro  transportasi ketimbang sebelumnya, yakni bus (1,68%), kapal roro (3,5), kapal laut (1,17%), dan penerbangan (0,93%).

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan menyediakan sejumlah transportasi angkutan lebaran secara gratis, yakni 1130 bus dengan kuota 50.850 orang, 70 truk dengan kuota 3150 motor, dengan tujuan 32 kota. Pemerintah juga menyediakan 3 kapal penyeberangan dengan kuota 6000 orang, dan 3000 motor dengan tujuan 3 kota.

 Sebanyak 6 kapal laut dengan kuota 30.400 orang dan 15.200 motor dengan tujuan 1 kota. Kereta apu dengan kuota 18.096 motor dengan tujuan 32 stasiun. Total keseluruhan kuota, yakni 87.250 orang dan 39.446 motor. Peningkatan angkutan lebaran ini dilakukan guna mengurangi penggunaan kendaran bermotor pribadi.

Para pemudik siap untuk menuju kampung halaman (dok.windhu)
Para pemudik siap untuk menuju kampung halaman (dok.windhu)
Perilaku Pemudik

Penggunaan kendaraan bermotor menjadi sorotan lantaran masih adanya para pemudik yang menambahkan kayu ataupun bambu. Meskipun pengendara bermotor dapat lebih banyak membawa barang, tapi tentunya akan sangat membahayakan keselamatan." Apalagi kalau sudah membawa anak dua. Bawa koper lagi," kata Direktur Keamanan dan Keselamatan Korps Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Chrysnanda Dwilaksana.

Sejak beberapa bulan lalu, memang sudah terpampang sejumlah spanduk untuk mengirimkan kendaraan bernotor ke kampung halaman secara gratis. Salah satunya adalah di setiap stasiun kereta. Hal ini karena disadari dibutuhkannya kendaraan di tempat mudik.

Meski mengakui penggunaan kendaraan roda dua dan roda empat bertambah, tapi kecelakaan menurun pada tahun 2017, Chyrsnanda menegaskan jika berbicara mengenai keselamatan harusnya tidak dilihat dari sekedar tulisan angka-angka saja.

Bagi keluarga yang ditinggalkan akan menyisakan kepedihan. Angka kecelakaan juga hendaknya tidak dilihat hanya yang meninggal dunia, tetapi juga yang mengalami hal fatal, seperti cacat dan luka berat yang nantinya akan berpengaruh pada produktivitas hidup. Manusia adalah aset.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3