Riap Windhu
Riap Windhu Sales

senang membaca dan menulis, cinta bersepeda, suka pada tema lingkungan. Menggemari dunia pemberdayaan masyarakat. Saat ini aktif di sebuah perusahaan asuransi jiwa. Dapat dihubungi di 081287749530. Email: rwindhu@gmail.com. Instagram : riapwindhu dan twitter @riapwindhu. Bisa juga di www.rindhuhati.com

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Investasi Nggak Ribet, Murah, dan Aman dengan Reksa Dana BNP Paribas

5 November 2017   23:59 Diperbarui: 6 November 2017   00:54 2131 5 6
Investasi Nggak Ribet, Murah, dan Aman dengan Reksa Dana BNP Paribas
Rangga Almahendra menegaskan pentingnya berinvestasi sejak dini, selahi muda untuk masa depan (dokpri)

SAYA baru tersadar pentingnya investasi harus dimiliki, saat  salah seorang rekan kerja senior  saya  berkata ingin mencairkan reksa dana yang dimilikinya. Ketika itu, suaminya tiba-tiba sakit keras yang membutuhkan banyak sekali biaya untuk pengobatan dan sejumlah terapi.

Mau tidak mau, memerlukan tambahan biaya yang dapat digunakan untuk menunjang itu semua. Dengan segala kemudahan, meski awalnya reksa dana ditujukan untuk hari tua, uangnya bisa dicairkan dalam waktu singkat. "Untunglah, saya beberapa tahun lalu memaksakan diri untuk membuka reksa dana. Sangat membantu sekali saat ini," kata teman saya, yang selalu saya ingat.  

Sebelumnya saya pikir cukup dengan tabungan deposito, asuransi, ataupun ditambah dengan perhiasan emas yang sesekali saya pakai saat pesta. Ini mengingat karena saya untuk membeli properti atau sebidang tanah belumlah terjangkau.

Sejak saat itu saya mulai menyadari kalau tabungan yang saya miliki belumlah tentu dapat membantu saat saya membutuhkan atau saya menginginkannya dengan mudah. Apalagi dengan nilai inflasi yang lebih tinggi dibandingkan suku bunga bank.

Berbagai kesempatan untuk menambah wawasan dan pengertian mengenai investasi akhirnya saya gali. Salah satunya adalah dengan menghadiri kegiatan nangkring Kompasiana bersama PT. BNP Paribas Investment Partners, yang  bertema "Mitos atau Fakta? Investasi itu Enggak Ribet, Murah, dan Aman",  di Bebek Bengil , Menteng Jakarta, Sabtu 28 Oktober 2017.

Ada tiga pembicara yang dihadirkan saat itu, yakni Dr. Rangga Almahendra, S.T, MM, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM), Vivian perwakilan BNP Paribas, dan perwakilan PayPro.

Rangga, yang juga merupakan produser mengatakan investasi sangat penting. Selagi muda janganlah ditunda-tunda. Apalagi, bila memang dipersiapkan untuk menghadapi masa depan dan hari tua.

Dikatakannya, saat di masa sekolah, setiap orang umumnya selalu diajarkan bagaimana memperoleh pekerjaan yang bagus dan mempunyai gaji yang banyak dari pekerjaan tersebut. Jarang sekali diajarkan bagaimana mengolah kekayaan, yang dimilki. Banyak di antaranya yang mengira kita membeli sesuatu yang dianggap sebagai aset, tapi yang terjadi sebenarnya kita membeli liabiliti (kewajiban).

Sesuai dengan kesepakatan istrinya, akhirnya Rangga mulai mempelajari investasi dan mengisahkan perjalanannya dalam mengenal investasi. "Semua ini bermula dari banyak yang menyampaikan jika 70 % orang Indonesia usia non produktif, saat tuanya tergantung pada anak dan keturunannya," kata Rangga.

Rangga dan istrinya tentu saja tak menginginkan hal itu. Salah satu investasi yang dipilihnya adalah reksa dana. Kenapa reksa dana? Kata Rangga, karena mudah karena segala sesuatunya sudah dikelola oleh manajer investasi. Hingga saat ini Rangga sudah memasuki 9 tahun berinvestasi di Reksadana. "Bila punya uang, segera investasi,sedini mungkin harus melakukan investasi untuk mempersiapkan hari tua," kata Rangga.

Reksadana, apa bedanya dengan investasi lain?

Perbandingan saham, pasar uang, obligasi, dengan tingkat inflasi (slidepaparan)
Perbandingan saham, pasar uang, obligasi, dengan tingkat inflasi (slidepaparan)
Vivian Secakusuma, BNP Paribas mengatakan, investasi Itu nggak ribet, murah, dan aman. Bukan mitos,melainkan fakta.

Kenapa setiap orang perlu berinvestasi?  Menggunakan slide paparan, Vivian menjelaskan perbedaan yang akan diraih bila menabung melalui Deposito, Obligasi, Saham Versus Inflasi

Diperlihatkannya, dari 2002 hingga Agustus 2017, terlihat naiknya nilai investasi yang ditunjukkan oleh Deposito, Obligasi, dan Saham.

Deposito selama periode 15 tahun cenderung flat alias datar dengan bunga 5,92 pa. Inflasi lebih tinggi ketimbang bunga deposito karena mencapai  6,08 %pa, Bunga obligasi  lebih baik dan lebih tinggi dibandingkan deposito dan inflasi, yakni 11,04 %.

Nah, untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memberikan suku bunga yang paling menakjubkan. IHSG ini naik turun setiap turunnya. Meskipun IHSG sempat terjun bebas pada tahun 2008 dan tahun 2015 juga sempat turun, namun secara keseluruhan kecenderungan hasilnya tetap yang paling tinggi. Tercatat, 17,85 % p.a.

Nah, melihat hasil perbandingan suku bunga tabungan, obligasi, saham dengan tingkat inflasi, setidaknya seseorang sudah mulai bisa menerka investasi yang tepat untuk dirinya.

Lalu pilihan investasi yang tersedia itu apa saja? Dalam investasi, yang perlu menjadi faktor pertimbangan adalah fluktuasi harga, likuiditas, dan wanprestasi. Tentunya juga memperhatikan tinggi rendahnya potensi return dan tinggi rendahnya risiko yang akan didapat bila memilih suatu investasi.

Pilihan investasi yang ada, pertimbangkan dengan beberapa faktor (slidepaparan)
Pilihan investasi yang ada, pertimbangkan dengan beberapa faktor (slidepaparan)
Vivian menjelaskan, banyak orang menganggap emas dan properti merupakan pilihan terbaik untuk investasi. Namun, bila diperhatikan sebenarnya rendah untuk tingkat likuiditasnya meski kecenderungan hasil untuk investasi jangka panjang tinggi. Satu hal, bisa terjadi wanprestasi.

Solusi investasi yang memiliki unsur likuiditas lebih tinggi dengan hasil yang cukup memuaskan untuk para investor adalah Reksadana, yang terdiri atas deposito berjangka, pasar uang, obligasi, dan saham.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3