Mohon tunggu...
Riap Windhu
Riap Windhu Mohon Tunggu... Perempuan yang suka membaca dan menulis

senang membaca dan menulis, cinta bersepeda, suka pada tema lingkungan. Menggemari dunia pemberdayaan masyarakat. Dapat dihubungi di email: rwindhu@gmail.com. Instagram : riapwindhu dan twitter @riapwindhu. Bisa juga di www.rindhuhati.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Perempuan Bisa Bela Diri dengan Gunakan Benda dalam Tas!

31 Desember 2016   09:30 Diperbarui: 31 Desember 2016   11:06 0 7 4 Mohon Tunggu...
Perempuan Bisa Bela Diri dengan Gunakan Benda dalam Tas!
Coach Eko Hendrawan memeragakan cara mengatasi pelaku tindak kejahatan atau pelecehan seksual dengan bantuan tongsis (dokpri)

Kekerasan terhadap perempuan bisa apa saja, bisa terjadi dimana saja.Korban dan dan pelaku bisa berlatar belakang profesi dan pendidikan apa pun. Namun, yang kerap kali terjadi di tempat umum adalah pelecehan seksual. Mulai dari siulan, godaan, lirikan nakal, colekan, ataupun hadangan yang kerap dilakukan laki-laki tidak benar, yang sudah pasti membuat tidak nyaman perempuan.

Di tempat yang sempit banyak orang, terkadang ada laki-laki pelaku pelecehan  yang berusaha menggesekkan dan menempelkan kemaluannya kepada perempuan, yang ada di dekatnya. Bahkan, ada yang tanpa malu sengaja memperlihatkan kemaluannya kepada perempuan yang kebetulan melintas.

Penuh ekspresi, para perempuan yang menjadi peserta pelatihan Women Self Defense Kopo Ryu (WSDK) bercerita pengalaman tidak enak yang pernah dialami pada Jumat 23 Desember 2016 sore. Saat itu dari atas panggung, coach Eko Hendrawan, pelatih bela diri WSDK sedang mengenalkan dan  menjelaskan bagaimana cara perempuan dapat membela diri di berbagai kesempatan. 

Pastinya, para perempuan yang  tergabung dalam komunitas Ladiesiana  Kompasiana, di Mitra Terrace, Jl. Jendral Gatot Subroto, Jakarta Pusat, sangat antusias.  Para anggota komunitas yang semuanya perempuan itu langsung mengungkapkan kejadian yang kerap dialami perempuan di tempat umum, termasuk aksi kejahatan berupa pencopetan dan penodongan.

Para perempuan antusias untuk tahu bela diri praktis WSDK, acara yang digelar Ladiesiana Kompasiana, di Mitra Terrace, 23 Desember 2016. (dokpri)
Para perempuan antusias untuk tahu bela diri praktis WSDK, acara yang digelar Ladiesiana Kompasiana, di Mitra Terrace, 23 Desember 2016. (dokpri)
“Nempel-nempel kalau pas sempit banyak orang. Ada juga yang mengeluarkan kemaluannya,” kata salah seorang peserta Ladiesiana. 

Coach Eko Hendrawan yang datang khusus dari Bandung untuk kegiatan Ladiesiana itu mengatakan, untuk itulah perempuan harus memiliki kemampuan melindungi diri. Kemampuan bela diri (self defense) sangat penting karena perempuan tidak bisa selalu mengandalkan orang lain untuk memberikan pertolongan.

“Perempuan jangan diam saja kalau ada kejadian. Harus berani,” ujar Eko.

Eko Hendrawan, coach WSDK bela diri praktis yang diciptakan di Bandung (dokpri)
Eko Hendrawan, coach WSDK bela diri praktis yang diciptakan di Bandung (dokpri)
Harus Bisa Bela Diri

Ya, perempuan yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, seringkali harus pulang malam sendiri untuk berbagai keperluan. Jumlah yang menggunakan kendaraan umum sangat banyak. Saya salah satunya. Nah, kemampuan melindungi diri sangat penting dimiliki. Keahlian bela diri menjadi solusi.

Belajar bela diri atau Self Defense nggak berarti  asal menyerang tak tentu arah bila terjadi suatu kejahatan atau kekerasan. Setidaknya, perempuan lebih waspada dan tahu tindakan yang harus dilakukan, sehingga mampu menghindar dari kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.

Coach Eko Hendrawan WSDK menjelaskan tentang bela diri praktis WSDK di atas panggung (dokpri)
Coach Eko Hendrawan WSDK menjelaskan tentang bela diri praktis WSDK di atas panggung (dokpri)
Karena itulah, saya dan para perempuan yang hadir, pastinya sangat tertarik bergabung dalam acara WSDK yang digagas oleh Ladiesiana ini. Apalagi, artikel yang saya baca di Kompas.Com menyebutkan, DKI Jakarta selalu menempati posisi pertama sejak sepuluh tahun terakhir untuk tingkat kekerasan terhadap perempuan. Sementara kekerasan terhadap anak di DKI pun, tertinggi selama lima tahun terakhir. Nah, kebayang kan alasan perempuan harus bisa bela diri?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x