Mohon tunggu...
Riana Dewi
Riana Dewi Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

PANDEMI COVID-19 ? TAK HALANGI MAHASISWA UNDIP LAKUKAN PENGABDIAN KE MASYARAKAT

9 Agustus 2020   20:59 Diperbarui: 13 Agustus 2020   14:54 24 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
PANDEMI COVID-19 ? TAK HALANGI MAHASISWA UNDIP LAKUKAN PENGABDIAN KE MASYARAKAT
Gambar 1. Sosialisasi pembuatan handsanitizer dari ekstrak daun kersen

Purwodadi, Grobogan (09/08/2020). Mahasiswa UNDIP melaksanakan kegiatan KKN yang berbeda dengan tahun lalu. Tahun ini kegiatan KKN dilaksanakan didaerah domisili masing-masing dengan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”. Kuliah Kerja Nyata (KKN) sendiri merupakan suatu pendidikan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa yang memberikan pengalaman untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat di luar wilayah kampus dalam mengidentifikasi permasalahan yang ada di wilayah KKN. Setiap mahasiswa diwajibkan membuat 2 program utama yang sesuai dengan kompetensi ilmu masing-masing sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Riana Dewi, salah satu mahasiswa KKN di daerah Purwodadi membuat dua program utama yaitu pembuatan handsanitizer dari ekstrak daun kersen dan penanaman dengan sistem hidroponik.

Seperti yang diketahui, sekarang ini sedang terjadi pandemi Covid-19. Menjaga kebersihan saat ini menjadi suatu hal yang penting, salah satunya menjaga kebersihan tangan. Tidak dipungkiri, ketika kita berada di luar rumah kita bertemu dan berinteraksi dengan orang banyak. Namun, tidak disemua tempat tersedia air sehingga membersihkan tangan dengan sabun dan air dinilai kurang praktis. Alternatif lain yang bisa dilakukan yaitu dengan menggunakan handsanitizer. Daun kersen (Muntingia calabura) salah satu bahan yang ditemukan melimpah di alam. Kemampuan beradaptasinya yang baik sehingga kersen dapat ditemukan dimana saja salah satunya di daerah Purwodadi. Namun, daun kersen masih jarang dimanfaatkan oleh masyarakat dan dibiarkan berguguran begitu saja. Berdasarkan penelitian, daun kersen memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan, antara lain saponin, tanin, dan flavonoid yang mempunyai aktivitas sebagai antimikroba yang berpotensi sebagai antiseptik alami mengingat keberadaan alkohol dan bahan kimia lain yang semakin langka pada masa pandemi ini.

Pelaksanaan pembuatan handsanitizer melibatkan para pemuda khususnya Kota Purwodadi RT 01 RW 17 melalui kegiatan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi juga disertai dengan praktek secara langsung agar nantinya masyarakat dapat membuat handsanitizer berbahan dasar alami (daun kersen) secara mandiri di rumah. Selain itu, kita juga membagikan handsanitizer kepada masyarakat sekitar sebagai langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tujuan adanya kegiatan sosialisai ini yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 salah satunya menggunakan handsanitizer, masyarakat dapat membuat handsanitizer berbahan dasar alami secara mandiri di rumah, masyarakat dapat mengetahui manfaat daun kersen sebagai bahan dasar alami pembuatan handsanitizer, masyarakat dapat mengetahui bahwa bahan alam yang ada disekitar juga memiliki kandungan yang berpotensial tinggi bagi kesehatan.

Gambar 2. Pembagian handsanitizer kepada masyarakat
Gambar 2. Pembagian handsanitizer kepada masyarakat

Disisi lain, pandemi Covid-19 telah menyerang sektor perekonomian yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan pangan. Daerah perkotaan memiliki permasalahan utama dalam minimnya ketersediaan lahan kosong salah satunya daerah Purwodadi. Lahan yang terbatas, namun kebutuhan pangan terus meningkat sehingga perlu alternatif lain dalam kegiatan penanaman. Diantara sistem penanaman pada lahan sempit, penerapan hidroponik merupakan solusi berkebun yang tepat  untuk masyarakat di daerah perkotaan. Hidroponik merupakan sistem penanaman dengan memanfaatkan air yang telah dicampurkan dengan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Sistem hidroponik ini memberikan banyak keuntungan diantaranya bebas dari penyiraman dengan adanya sirkulasi air sehingga nutrisi bisa tersalurkan ke tanaman secara langsung, tidak memerlukan pupuk karena langsung tumbuh di substrat yang berupa air sehingga nutrisi yang diserap juga akan lebih cepat, terbebas dari zat-zat kimia / pestisida sehingga gizi dan kesehatannya lebih terjamin, mudah diaplikasikan terutama di daerah perkotaan yang memiliki akses terbatas untuk pertanian sehingga masyarakat bisa memiliki pasokan pangan (terutama sayuran) secara mandiri.

Pelaksanaan penanaman dengan sistem hidroponik ini melibatkan ibu-ibu PKK khususnya Kota Purwodadi RT 01 RW 17 melalui kegiatan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi juga disertai dengan praktek secara langsung, sehingga warga dapat memahami betul bagaimana tahap-tahap dalam menanam dengan sistem hidroponik mulai dari tahap penyemaian, pemindahan, hingga tahap pembesaran dengan tujuan agar nantinya masyarakat dapat memanfaatkan lahan sempit secara optimal sebagai kegiatan alternatif selama pandemi dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan meningkatkan perekonomian, masyarakat dapat mengenal sistem penanaman selain menggunakan media tanah, masyarakat bisa mendapatkan produk (terutama sayuran) yang bebas dari residu pestisida sehingga gizi dan kesehatannya lebih terjamin.

Gambar 3. Sosialisasi penanaman dengan sistem hidroponik bersama ibu-ibu PKK RT 01 RW 17 Purwodadi
Gambar 3. Sosialisasi penanaman dengan sistem hidroponik bersama ibu-ibu PKK RT 01 RW 17 Purwodadi

Gambar 4. Pemindahan tanaman ke sistem hidroponik
Gambar 4. Pemindahan tanaman ke sistem hidroponik

img-20200728-084400-5f34f401097f363fc6176f64.jpg
img-20200728-084400-5f34f401097f363fc6176f64.jpg
Oleh     : Riana Dewi Apriliani Safitri

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x