Mohon tunggu...
Riana
Riana Mohon Tunggu... Mahasiswa - Writer

Instagram@riana0842 Menulis adalah salah satu cara untuk berdakwah

Selanjutnya

Tutup

Diary

Bermain Berby Mengantarkanku ke Impikanku

1 September 2021   14:26 Diperbarui: 1 September 2021   14:45 46 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Namaku Riana, aku berasal dari dusun Tanggluk desa kotaraja. Aku adalah anak tunggal, meskipun begitu, aku bersyukur memiliki keluarga yang sayang padaku, perhatian mereka tidak lepas dariku, sejak kecil aku sudah terbiasa bermain sendiri, bermain dengan berby-berbyku. Itu adalah salah satu cara menghilangkan kesedihanku di kala sendirian.

Karena dengan beriringanya waktu, aku pun masuk sekolah menengah pertama, sehingga aku sudah dikatakan beranjak remaja, buka anak kecil lagi, akan tetapi sampai sekarang orang-orang selalu memanggil ku gadis kecil, karena memang tubuh ku yang mungil.

Orang-orang yang datang bertamu ke rumah ku, terkadang mereka mentertawakannku yang masih bermain boneka, mereka dengan seenak jidat melontarkan kata-kata yang menusuk batinnku.

Mereka beranggapan aku sudah gila karena terlalu sering bermain berby yang menyebabkan aku berbicara sendiri, padahal kala itu aku sedang menderama dengan main-maina berbyku. Akhirnya aku tidak lagi bermain berby, aku benci berby!. Dan sebagian mainan berbyku ku sumbangkan kepada adik misan ku yang masih kecil dan sebagiannya lagi aku buang, karena aku merasa kesal.

Hidup ku menjadi redup, aku merasa kesepian, aku tak tau harus ngapain. Entah datang dari mana terlintas di benakku untuk menulis, akhirnya aku mulai mengambil buku yang ada di dalam tas ku dan mengambil polpen, disanalah aku mulai menulis , semuanya aku ungkapkan disana, aku mulai aktif menulis, terkadang aku menulis cerita, menulis keluhanku, isi hatiku. 

Akhirnya setiap belakang buku ku itu pasti ada coretan kata-kata, kalau nggak cerita, dan lama-lama aku mulai menyukai kepenulisan, ketika ada waktu luang di sekolah, aku mengusahakan untuk menyelesaikan cerita pendek dan ternyata teman-teman ku suka dengan cerita ku, merekapun memboking buku ku, dan menyuruh ku untuk melanjutkan cerita tersebut, disanalah aku mulai rajin menulis cerpen, nggak ada kata lelah, menyerah, terkadang tangan kananku memerah karena terlalu lama memegang polpen, tapi aku menikmatinya.

Tidak berhenti disitu, sekarang aku Lulus Sekolah Menengah Pertama, jadinya aku mengambil ekstrakurikuler di sekolah baruku tentang kepenulisan, disana kami di ajarkan berbagai banyak hal tentang menulis, disanalah aku belajar banyak, aku mulai merubah gayaku menulis, mulai mencoba menulis puisi, dan fiksi lainnya, mulai mencari tau tentang orang-orang hebat yang menjadi penulis, salah satunya sastrawan yang satu ini Chairil Anwar, aku sangat mengidolakannya hingga kini. aku ingin suatu hari nanti sepertinya yang di kenal oleh banyak orang dari karyanya.

Sekarang aku sedang merajut mimpi itu.

 Terkadang apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan, aku mulai memahami sekenario tuhan, mengapa dulu aku suka bermain berby dan mengapa aku harus berhenti bermain berby, bermain berby bukan hanya sekedar mainan anak-anak belaka, akan tetapi ada banyak pembelajarann yang terkandung di dalamnya, 

     ~Semoga bermanfaat~

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan