Mohon tunggu...
INDRIAN SAFKA FAUZI (Aa Rian)
INDRIAN SAFKA FAUZI (Aa Rian) Mohon Tunggu... Penulis - Cimahi, 1 Mei 1994. Sang pemerhati abadi. Pemimpin bagi dirinya sendiri.

Hamba Allah dan Umat Muhammad Saw. 🌏 Semakin besar harapan kepada Allah melebihi harapan kepada makhluk-Nya, semakin besar pula potensi dan kekuatan yang kita miliki 🌏 Link Akun Pertama: https://www.kompasiana.com/integrityrian 🌏 Surel: indsafka@gmail.com 🌏

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Lebih Baik Fokus Pada Hal-hal yang Bisa Kita Kendalikan

14 Agustus 2023   06:30 Diperbarui: 14 Agustus 2023   07:05 536
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Instagram prasetyambrata

Hai sahabat pembaca!

Seringkali kita overthinking akibat memikirkan apa yang diluar kendali kita, hingga lalai dengan apa yang seharusnya kita dapat kendalikan. Kita sering berfikir kita bisa mengendalikan situasi diluar diri kita, tapi pikiran ini sejatinya menyesatkan dan malah membuat kita menjadi berputusasa karena mendapatkan perlakuan-perlakuan di luar diri kita yang tidak sesuai dengan harapan kita. Apa sahabat pernah mengalami hal ini?

Sahabat perlu mengetahui ada beberapa hal yang dapat kita kendalikan dan yang tidak dapat kita kendalikan. Saya mempelajari materi seperti yang tertera di gambar diatas dan memproyeksikannya sesuai subjektivitas saya sebagai manusia.Β 

Hal yang dapat aku kendalikan:

  • Caraku menyayangi diri sendiri, misal kita dapat menghibur diri dengan mendengarkan musik, bermain games sewajarnya, dan mengupgrade diri dengan membaca buku berkualitas penuh manfaat.
  • Tindakanku, tindakan kita sejatinya dapat kita kendalikan berdasarkan referensi hidup dan peta pikiran yang kita miliki tentang bagaimana cara merespon sesuatu melalui tindakan.
  • Perkataanku, kata-kata kita masih dalam kendali kita dan kesadaran kita. Untuk menghindari respon berkata yang implusif, maka tenangkan diri saat emosi naik setelah mendapatkan perlakuan pada diri kita, sehingga logika kita berjalan untuk merespon luar diri kita dengan rasionalitas terukur (tidak merugikan diri sendiri).
  • Cara mengelola perasaanku, kita bisa senang, sedih, marah, ceria, itu masih dalam kendali kita, kitalah yang menjadi tuan dari perasaan kita sendiri.
  • Batasanku, kita sendiri tahu apa potensi yang dimiliki diri sebenar-benarnya, dilihat dari pengalaman dan perjalanan hidup yang pernah ditempuh.Β 
  • Caraku memperlakukan orang lain, jangan selalu memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan, tapi perlakukan orang lain dengan perlakuan yang seharusnya mereka dapatkan.
  • Pendapatku, juga masih dalam kendali kita. Hindari risiko dari berpendapat yang asal bunyi (tidak ada argumentasi kuat, tidak memilki kedalaman ilmu), karena itu bisa mengikat kita dengan permasalahan hidup
  • Pikiranku, kesadaran kita masih diatas pikiran, kalau pikiran kita tidak terkendali, maka solusinya menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa memohon pertolongannya curahkan apa-apa masalah yang dihadapi diri kita kepada-Nya, niscaya kita bebas dari memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu dipikirkan.

Hal yang tidak dapat aku kendalikan:

  • Hal-hal di masa lalu, agar tidakΒ overthinkingΒ dengan hal ini, berdamailah dengan masa lalu dan anggaplah masa lalu adalah pelajaran berharga bagi kita untuk mengupgrade versi diri yang terbaik.
  • Perlakuan orang lain
  • Perasaan orang lain
  • Apa yang orang lain pikirkan
  • Apa yang orang lain katakan
  • Waktu, cuaca

Maka alangkah baiknya kita berfokus pada hal-hal yang dapat kita kendalikan, dan hindari fokus diri pada hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan. Ini disebabkan kita menaruh harapan pada diluar diri kita, semakin besar harapan kita pada mereka, jika semakin tidak terpenuhi harapan kita, maka kita semakin luka dan menderita.

Terkadang kita iseng merespon hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan, ya selama kita memiliki kuasa atas mereka, sah-sah saja seperti memberikan pendapat yang mencerahkan melalui segala sumber daya yang kita miliki, asalkan jangan jadi penyesalan pada akhirnya kalau kita malah menambah permasalahan karena berusaha mengendalikan hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan, yang berujung diri kita kecewa, marah, frustasi dan lainnya.

Karena apa yang orang lain lakukan, apa yang orang lain rasakan, apa yang orang lain pikirkan, dan apa yang orang lain katakan, semua itu berdasarkan referensi hidup mereka yang mungkin saja berbeda dengan referensi hidup kita. Menghargai perbedaan penuh toleransi bisa mencegah konflik disebabkan perbedaan hal-hal yang kita terima.Β 

Caranya?Β Kalau menurut kita dia penting bagi kita, berilah respon yang dapat ia terima dengan baik melalui kerendahan hati. Namun kalau menurut kita dia tidak penting bagi kita, bisa jadi kita mengabaikannya, atau bisa juga kita tersenyum pada dirinya tanpa berkata apa-apa. Intinya jangan terlalu berharap pada sesama kita yang memiliki keterbatasan potensi, toh kita hanya makhluk bukan Tuhan yang Omnipotence danΒ Omniscience.

Jadi jangan terlalu repot mengurus hal-hal diluar kendali kita, karena bisa menyebabkan overthinking. Fokuslah pada hal-hal yang dapat kita kendalikan dengan memperkuat segala sumber daya yang kita miliki, agar kita dapat merasakan betapa berharganya diri kita yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Segalanya.

Semoga bermanfaat!

Cimahi, 14 Agustus 2023.

Aa Rian untuk Kompasiana dan Warganya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun