Mohon tunggu...
INDRIAN SAFKA FAUZI (Aa Rian)
INDRIAN SAFKA FAUZI (Aa Rian) Mohon Tunggu... Penulis - Pemuda asal Cimahi, Jawa Barat kelahiran 1 Mei 1994. Sang pemerhati abadi kemanusiaan dan peradaban. Penuh perjuangan dan kebahagiaan tiada batas. Kompasianer Ranking #30 Tahun 2022. Bercita-cita menjadi Pemimpin Bangsa dan Negeri.

🌏 Ia bukan siapa-siapa tanpa Kebaikan tulus Sahabat Kompasianer dan Pembaca Setianya 🌏 Ia ingin merealisasikan seluruh cita yang Ia tulis. Mohon doanya sahabat Kompasianer dan Pembaca untuk dirinya 🌏 Akun Kedua yang berfokus pada pengkajian Ilmu Humaniora (Sembari Menggali Hikmah dalam Al-Qur'an/Ajaran Islam dan Veda) dan Gemar mengisi kanal Fiksiana, sesekali ragam topik 🌏 Senang disapa Aa Rian oleh Keluarga Besar, Para Guru, Sahabat dan Kerabat 🌏 Bertekad Penuh dalam Menulis Sepenuh Hati Jiwa Raga untuk Kemajuan Peradaban 🌏 Pernah mengikuti kuliah Akuntansi, Manajemen dan Administrasi Negara, dan pernah menjadi Pelatih Olahraga Pernafasan selama 2 tahun lebih, serta berkelana mencari Ilmu Spiritual dari berbagai Agama di Bumi Nusantara selama 10 tahun lamanya. 🌏 Link Akun Pertama: https://www.kompasiana.com/integrityrian 🌏 Surel: indsafka@gmail.com 🌏

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ilmu Fokus Pikiran: Mempersembahkan Pikiran kepada Kebaikan

11 Maret 2023   07:00 Diperbarui: 11 Maret 2023   07:23 152
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kebaikan (freepik.com)

Hai sahabat Pembaca!

Apakah saja cara mempersembahkan pikiran kepada kebaikan dan manfaatnya? Mari kita simak ulasan satu ini.

1. Mempersembahkan pikiran untuk menolong dan membantu seorang

Apabila kita mempersembahkan pikiran, dengan fokus untuk menolong dan membantu seseorang, tentunya disertai niat kebaikan dan tujuan kebaikan pula, niscaya kita termasuk orang-orang yang beruntung. Pahala mengalir deras dari semesta kepada kita, ditandai kita memiliki inspirasi untuk berkarya, dan ditandai rezeki mengalir tiada putus.

Hal remeh seperti membantu pemain games online dengan mode Co-op (Kerjasama Tim) melawan AI Komputer, apabila tujuannya untuk membantu dan menolong player lain, sampai meraih kemenangan di games karena kepiawaian dalam adu mekanik bersama rekan tim dalam game. Tentunya membuat partner kita jadi berbahagia. Disaat kebahagiaan menyertai orang yang kita tolong, disaat itu pula keberuntungan menyertai kita pada hari tersebut secara instan. Namun berbeda halnya bermain mode Ranked, yang berkompetisi untuk saling menjatuhkan sesama player, biasanya tidak ada kebaikan signifikan dari mode permainan ini, terkadang memicu konflik yang tidak diperlukan dan hubungan antar pemain yang bersifat toksik.

Demikian pula membantu kedua orang tua dalam pekerjaan sehari-hari seperti menyapu, mengepel, cuci piring dan sebagainya. Dapat memberikan keberuntungan bagi sang anak yang penuh semangat membantu kedua orang tuanya, baginya pula rezeki kesehatan dan kelancaran rezeki tak disangka-sangka menyertai anak saleh tersebut.

2. Mempersembahkan pikiran untuk mengingat nama Suci Tuhan.

Melaksanakan Ibadah Salat, mengucapkan selawat, serta berzikir khusus umat Islam adalah amalan yang sangat esensi untuk mencerdaskan hati kita, jika konsisten dilakukan tiada terputus. Dampaknya kita dapat mengetahui makna tersurat dan tersirat dalam Kitab Suci Al-Qur'an secara tepat dan benar, juga diketahui manfaatnya dari tadabur ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Begitu pula untuk ajaran agama lainnya dengan melakukan sembahyang, menyanyikan pujian kepada Tuhan juga dapat mencerdaskan hati secara bertahap selama dilakukan secara konsitsten tiada terputus, untuk mampu memahami kitab suci yang dijadikan pedoman.

3. Mempersembahkan pikiran untuk perawatan, pelayanan, memberikan perlindungan dan rasa aman kepada sesama

Kegiatan yang terfokus ini, dengan niat kebaikan dan tujuan kebaikan, pula memberikan kemujuran hidup sebagai bentuk reaksi pahala yang nyata. Dengan demikian seorang yang mendedikasikan hidupnya dalam kegiatan ini dipenuhi kebaikan dari sesamanya, jika dilakukan secara tulus, tiada pamrih.Β 

Seperti misal seorang polisi yang memberikan rasa aman kepada pengendara kendaraan bermotor dengan arahan yang tepat agar selamat, maka balasannya adalah ketentraman hati bagi sang polisi, karena ia sudah membuat tentram hati kepada para pengendara kendaraan bermotor saat melintasi. Kebaikan pasti dibalas kebaikan pula, jika dilakukan konsisten, maka menjadi pahala yang mengalir deras memberikan kemujuran hidup, yang menjauhkan diri dari segala macam musibah dan malapetaka hidup, karena ada peran Malaikat yang menaunginya.

Nah ketiga bentuk persembahan pikiran tersebut, niscaya menjadikan kita sebagai orang yang beruntung dan dikaruniai ilmu-Nya yang tidak batas terhingga, juga rezeki hidup yang senantiasa mengalir dalam kesehariannya.

Selamat mengamalkan dan semoga bermanfaat!

Cimahi, 11 Maret 2023.

Aa Rian untuk Kompasiana dan warganya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun