Mohon tunggu...
Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)
Indrian Safka Fauzi (Aa Rian) Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Pemuda asal Cimahi, Jawa Barat kelahiran 1 Mei 1994 yang dikelilingi Orang-Orang Hebat dan Luar Biasa. Sang pemerhati abadi. Penuh perjuangan dan kebahagiaan tiada batas. Sang Pemimpin di Masa Mendatang.

🌏 Akun Kedua yang Concern Humaniora (Sembari Menggali Hikmah dalam Al-Qur'an/Ajaran Islam) juga Sesekali Fiksiana, Lyfe dan Vox Pop 🌏 Berbagi Tulisan sarat Manfaat 🌏 Senang disapa Aa Rian oleh Keluarga Besar, Para Guru, Sahabat dan Kerabat 🌏 Visioner 🌏 Kritikus juga Solutif 🌏 Gamers 🌏 Sedang dalam kondisi Uzlah dan Tirakat 🌏 Pengetahuanku untuk Dirimu 🌏 Kekuatan Kata Dapat Merubah Dunia, Namun Kekuatan Terbesarmu adalah Merubah Karaktermu menjadi Luar Biasa 🌏 Seorang pemuda single belum pernah berpacaran yang mendambakan kehadiran Gadis Muslimah Salihah berhijab cantik dan mulia luar dalam 🌏 Bertekad Penuh dalam Menulis Sepenuh Hati Jiwa Raga untuk Kemajuan Peradaban 🌏 Link Akun Pertama: https://www.kompasiana.com/integrityrian 🌏 Surel: indsafka@gmail.com 🌏

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi Makna: Betapa Bedanya Surgaku dan Surgamu Duhai Dunia!

30 November 2022   06:00 Diperbarui: 1 Desember 2022   04:03 161
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sungguh pilu dunia ini duhai sahabat ku tercinta...
Dimana manusia hanya disibukkan dengan lingkaran...
Lingkaran hidup yang sempit dan terpisah karenanya...
Hanya dalam lingkup keluarga yang dikasihinya semata...
Ayah, Ibu dan anak hanya lingkaran kecil demikian...
Tahukah jika dirimu kehilangan salah satunya?
Apakah ada sandaran lain pengganti beliau semua?
Sungguh kita manusia sejatinya saling membutuhkan.

Betapa bedanya Surgaku dan Surgamu duhai dunia!
Sungguh bagiku seluruh manusia yang beriman itu sama.
Dalam pandanganku semua kutatap penuh kasih dan sayang.
Lelaki kusapa Bapak, Om, Abang, Akang, Kakak, Paman, dan Mas.
Perempuan kusapa Ibu, Bunda, Teteh, Eneng, Adek dan Kakak.
Tiada perbedaan kasih sayang bagiku semua wahai Dunia!
Kita semua adalah keluarga besar dalam persaudaraan.
Semua adalah sandaran hidup yang saling menguatkan.

Kuharap dunia memancarkan perubahan yang nyata.
Dimana manusia seluruhnya dalam satu kesatuan.
Tidak bergolong-golongan dan terpisah-pisah.
Hidup dengan pasangan resmi tuk berketurunan.
Namun tiada diskriminasi kasih diantara kita.
Bersatu dalam kemanusiaan dan Ketuhanan.
Yang sarat nilai dan moralitas.
Inilah Surga yang kucipta.

Terinspirasi dari:

Silih asih, Silih asah, Silih asuh, Silih seuseungitan.

Tertanda.
Rian (Indrian Safka Fauzi)
Cimahi, 30 November 2022.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun