Mohon tunggu...
Ria Mi
Ria Mi Mohon Tunggu... Menulis memotivasi diri

Guru

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Belajar Beberapa Hal Lewat Media Sosial dengan Sejoli Tjiptadinata Effendi dan Roselina Effendi

10 Januari 2021   06:14 Diperbarui: 10 Januari 2021   07:11 152 23 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belajar Beberapa Hal Lewat Media Sosial dengan Sejoli Tjiptadinata Effendi dan Roselina Effendi
dok. Tjiptadinata Effendi

Belajar Beberapa Hal lewat Media Sosial dengan Sejoli Tjiptadinata Effendi dan Roselina Effendi

Oleh: Riami

Jujur saya belum pernah japri dengan beliau berdua. Tetapi saya merasakan pak Tjip dan ibu Roselina adalah sepasang guru buat saya, baik lewat artikelnya atau pun lewat komunikasi di kompasiana.com juga lewat group WA KPB (Kompasiana Penulis Berbalas).

Tetapi saya belajar dari tulisan beliau juga cara beliau berkomunikasi dengan sesama penulis di Kompasiana.com. Pak Tjip dengan 5 ribu artikel lebih yang pernah ditulisnya tetap rendah hati dan ramah dalam berkomunikasi dengan sesama teman di Kompasiana.com

Di awali dengan suatu pagi ketika saya mengirim sebuah puisi. Bunda Roselina menyapa di kolom komentar, "Wah puisi yang bagus dan menyentuh hati, trimaksih telah mengirim puisi yang indah, salam hangat. Mendapat sapaan seperti itu pagi itu rasanya saya punya saudara di Kompasiana. Begitulah ternyata menulis tidak cukup menuangkan ide. Saya sadar bahwa berkomunikasi di dunia dengan baik, santun dan menyenangkan sangat dibutuhkan.

Tulisan pak Tjip yang mengena di batin saya adalah "Kecantikan dan Ketampanan Tidak pernah setia." Di sini saya belajar untuk mencintai sesuatu tidak dari sisi baiknya saja terutama dari fisik. Sebab segala yang berupa fisik itu akan hancur yang tersisa hanya ketulusan batin.

Meski tidak pernah bertemu muka dan belum pernah komunikasi secara pribadi dengan beliau lewat tulisannya pak Tjip saya belajar hidup selalu bersyukur dan tanpa dendam. Memang hal tersebut butuh perjuangan untuk melupakan hal-hal yang menyakitkan hati, baik terhadap kawan maupun lawan.

  • Lelaki yang sudah menyandang banyak predikat antara lain:

    Sudah meraih Kompasianer of the Year 2014

    Sudah mencapai level Maestro'

    Sudah menduduki rangkin nomor 1 diantara ribuan orang Kompasianer

    Sudah pernah merasakan buku bukunya masuk National Best Seller

    Pendiri dan Ketua Yayasan Waskita Reiki Pusat Penyembuhan Alami

    Ketua Asosiasi Reiki Seluruh Indonesia

Ini mendampingi ibu Roselina selama 56 tahun wow sungguh angka yang luar biasa panjang untuk sebuah biduk yang dinamakan pernikahan. Sangat luar biasa ini tentu mengilhami kami semua bahwa menyatukan dua hal yang berbeda itu butuh komitmen kedua belah pihak. Bila sepihak pasti akan hancur. Salut dan angkat topi untuk pak Tjip dan ibu Rose.

Saya juga sudah membaca artikel ibu Rose tentang "Mengucapkan Janji Pernikahan Itu Mudah" seri 1 hingga 3, saya melihat betapa berjuang berdua itu memiliki kekuatan yang luar biasa, dan itu tidak mudah. Dua duanya butuh instropeksi dan mawas diri yang luar biasa. Di usia pernikahan yang setengah abad lebih ini beliau layak menjadi konseling sebuah perkawinan dalam menyelesaikan sebuah masalah. 

Jujur saya menitikkan air mata membaca kisah ibu Rose. Selamat ya Pak-Bu Tjib bapak dan ibu diciptakan Tuhan untuk tauladan manusia lain. Semoga bapak dan ibu selalu sehat di usia senja. Dan saya yakin buku antologi ini nanti menjadi hal yang membahagiakan untuk bapak dan ibu juga semua orang yang mendapatkannya.

Di sinilah saya simpulkan bahwa melalui dunia maya kita dapat belajar beberapa hal kepada pak Tjip dan ibu Rose beberapa hal antara lain:

  • *Kesabaran
    *Keramahan
    *Rendah hati
    *Konsekwensi sebuah janji itu harus berdua dalam sebuah rumah tangga
    *Saling memberi antara suami istri
    *Berbagi kebahagiaan dengan orang lain
    *Sebisa mungkin menyembunyikan kesedihan.
    *Ketabahan
    *Memaafkan

Terima kasih, semoga aura positif dari beliau berdua senantiasa bersinar hingga nanti.

Belajar dan membaca di dunia Maya itu tidak berbahaya asal kita tepat jalurnya. Salam segala yang baik untuk ibu dan bapak Tjip. Pertemuan kita di dunia Maya telah membuka mata batin. Ini membuktikan bahwa ibu dan bapak tulus. Aku bersyukur bisa bertemu kalian. Salam damai dan kasih.

Tulisan ini aku persembahkan untuk sejoli bapak Tjiptadinata Effendi dan ibu Roselina Effendi yang sedang merayakan ulang tahun pernikahan ke 56 semoga sehat dan bahagia selalu, serta berkah hidup untuk ibu dan bapak. Salam hormat.


Riami_Malang

VIDEO PILIHAN