Mohon tunggu...
Bloor
Bloor Mohon Tunggu... Lainnya - Masih dalam tahap mencoba menulis

Tertarik pada pusaran di sekeliling lapangan sepak bola. Belajar sejarah bukan untuk mencari kambing hitam

Selanjutnya

Tutup

Raket Pilihan

Indonesia Open 2021: Minions dan Greysia/Apriani ke Babak Puncak

27 November 2021   22:38 Diperbarui: 27 November 2021   22:42 234
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kevin/Gideon dengan seragam lekbong terbarunya (dok: PBSI)

Ada peningkatan jumlah keterwakilan Indonesia di final Indonesia Open 2021. Jika kemarin di Indonesia Masters kita hanya menempatkan Minions saja, kali ini juga ada pasangan emas Polii/Rahayu yang melaju sampai final. 

Minions bakal revans melawan pasangan rising star asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang di pekan lalu mampu menundukkan Minions di final. Sedangkan Polii/Rahayu menantang pasangan Jepang juga, Matsuyama/Shida yang kemarin juga menang Indonesia Masters.

Saya malah nostalgia dengan Indonesia Masters 2019 dengan melihat line up final besok. Kala itu Indonesia mengirimkan wakilnya di dua cabang. 

Bedanya kala itu ada All-Indonesia final di ganda putra antara Minions melawan Daddies dan di partai ganda campuran ada Owi/Butet. Pada turnamen ini juga Butet memutuskan mengakhiri perjalanan panjangnya meramaikan dunia bulu tangkis.

Hal yang mirip terjadi nanti di ganda putri. Kabar yang santer menyeruak tak lain rencana pensiunnya Greysia Polii sebagai atlet setelah gelaran BWF World Tour Finals pekan depan. 

Meski ada kemungkinan juga Greys masih bakal bermain di kejuaraan dunia 2021 di Huelva. Memang secara usia tak mengagetkan bilamana Greys memutuskan pensiun tahun ini, apalagi sudah berkalung medali emas Olimpiade.

Greys dan Apri yang selalu menebar senyum (dok: Badminton Photo)
Greys dan Apri yang selalu menebar senyum (dok: Badminton Photo)

Rasa penasaran serta harapan kemenangan sudah pasti ada di sisi Minions. Sebagai juara bertahan dan kemarin kalah di final, sudah pasti merebut kemenangan bakal menambah kepercayaan diri menyongsong BWF World Tour Finals.

Faktor kelelahan sudah pernah dilontarkan oleh Kevin ketika sesi wawancara pasca pertandingan. Alhasil sekarang mereka banyak tak menebar smash-smash kencang dan lebih banyak memakai placing dan mengatur tempo. 

Unggulan keenam Rankireddy/Shetty pun berhasil dilibas dua set saja 21-16, 21-18 di semi final. Ini adalah final keempat mereka secara beruntun sejak French Open yang berarti sangat wajar tenaga sudah banyak terkuras.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Raket Selengkapnya
Lihat Raket Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun