Mohon tunggu...
M.Elba Reza Koclak
M.Elba Reza Koclak Mohon Tunggu...

Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM)Univ.Azzahra Jak-Tim . dari kampus kumuh penghasil para pembesar,kelak..!!!\r\n\r\nklinik menulis Univ.Azzahra

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Kaum Perempuan Belajar dari Ayam Betina

4 Januari 2012   08:51 Diperbarui: 25 Juni 2015   21:21 705 0 0 Mohon Tunggu...

Dalam siklus kihidupan yang Tuhan ciptakan di muka bumi hanya terdapat dua gender,laki-laki dan perempuan. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan mahkluk lainnya,sebab mereka diberikan kelebihan berupa akal pikira. Dengan akal pikiran ini lah mereka (manusia ) mampu membedakan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak,manusia juga mampu memanage kehidupannya agar lebih baik.

Salah satu kaum dari manusia yang memiliki kelebihan dari kaum lainnya adalah perempuan. Perempuan adalah kaum yang memiliki keistimewaan secara hakiki di bandingkan kaum laki-laki,salah satunya adalah mereka memiliki rahim yang menjadi wadah terbentuknya manusia baru yang Tuhan ciptakan. Perempuan juga menjadi pintu utama dalam menjaga harkat martabat keluarganya, dan perempuan juga sering kali menjadi titik lemah dari laki-laki.

Sadar atau tiduk kehadiran perempuan bisa menjadi efek positif  jika laki-laki mampu memperspektifkan kehadirannya dengan baik, atau menjadi negatif bagi laki-laki jika laki-laki terlena bahkan mengagung-agungkan kehadirannya..Walaupun sering kali perempuan dikatakan adalah kaum yang lemah namun pada dasarnya perempuan juga kaum yang wajib di hargai keberadaaannya.

Lalu, apa kaitannya perempuan dengan ayam betina,bukankah perempuan adalah manusia sedangkan ayam betina adalah binatang.?. Jawabannya adalah perempuan yang belajar dari filosofi ayam betina sehari-hari. Lihat filosofi ayam pada umumnya,mereka adalah binatang yang selalu bangun ketika manusia terlelap tidur,bahkan ayam juga yang kadang kala membuat manusia terbangun ketika fajar mulai menyingsing. Artinya ayam diberikan tugas khusus oleh Tuhan untuk membangunkan manusia dari tidurnya selain suara panggilan yang Tuhan miliki (suara azan).

Secara lebih spesifik lagi coba lihat kehidupan ayam betina,walaupun dia bukan ayam yang membuat manusia terbangun namun ayam betina lah yang mengerami telur-telur selama 21 hari yang akan menetas dan bisa jadi salah satu diantaranya terdapat ayam jantan yang akan membangunkan manusia dari tidurnya. Saat pagi hari ayam betina mencari makan bahkan lebih dulu dari ayam jantan,dia juga membantu ayam jantan mencari tumpukan jerami atau rotan yang bisa di jadikan sarang ketika dia sedang mengandung. Ketika anak-anaknya lahir, dia menjaga di sarangnya sampai beumur 2 bulan,kemudian di ajaknya mengenal dunia luar dan kembali mengajak anak-anaknya ke sarang untuk kembali istirahat.

Semua dilakukan ayam betina sendiri tanpa bantuan ayam jantan,walau pun begitu ayam betina juga selalu menjaga rumah tangganya tetap utuh dengan kembali ke sarang tepat waktu saat sore hari dan tidak mau bersetubuh kecuali oleh jantan pilihannya atau ayah dari anak-anaknya.

Dari sini kaum perempuan dapat mengambil perilaku ayam betina.

Pertama : Kebiasaan bangun pagi sebelum pasangannya bangun dan melayani pasangannya dengan baik.

Kedua : Menjaga harkat dan martabat rumah tangga dengan tidak berpergian saat suami tidak berada di rumah dan tidak melakukan perselingkuhan atau perilaku menyimpang lainnya yang mengancam rumah tangganya.

Ketiga : Menjaga calon anak-anaknya dengan baik dari semenjak dalam kandungan samapai dia tumbuh dan berkembang di atas kakinya sendiri.

Keempat: Mengajarkan anak-anaknya tentang semua ilmu yang dibutuhkan agar anaknya mampu mengenal dan bersiap menghadapi ujian kehidupan yang sebenarnya.

Kelima : Kembali ke rumah saat pasangannya belum kembali ke rumah.

Dari pelajaran sederhana ini perempuan mampu mengenal dirinya sendiri dan tau apa yang harus dilakukan ketika dia sendiri atau kelak memiliki pasangan. Pelajaran dari ayam betina yang mampu membuat kaum perempuan menambah ilmunya bukan perbandingan anatara manusia dan binatang dari sisi sifatnya,walaupun terkadang meliki kesamaan sifat di antara keduanya ketika lapar atau marah.

Semoga kaum perempuan dapat mengambil dan mengimlementasikan ini ke dalam kehidupannya kelak. Kuncinya belajarlah dari sekitar kita bahkan dari hal yang kita anggap tidak ada pembelajaran dari apa yang kita lihat,dengar dan rasakan. Sebab manusia yang bijak adalah manusia yang mau terus belajar dan tidak menganggap remeh ilmu apa pun yang tidak di kuasainya.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x