Mohon tunggu...
Breaking Reza
Breaking Reza Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis buku antologi Kebun Bunga Itu Telah Kering

Selanjutnya

Tutup

Kurma

Air Mata di Penghujung Ramadan

12 Mei 2021   18:00 Diperbarui: 12 Mei 2021   18:05 793
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kisah Untuk Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Sungguh sangat memalukan ketika sebagian dunia berdiam diri seolah-olah tidak terjadi apa-apa di Palestina. Tercatat hingga kini, baru Turki saja yang bersuara. Melalui presiden Erdögan, beliau mengecam keras apa yang telah dilakukan oleh pihak Israel. Beliau juga mengajak seluruh negara-negara Islam untuk bersatu dan bergerak melindungi negeri Palestina. Turki sendiri bukan kali ini saja mengecam aksi Israel yang telah melenceng jauh dari terapan hak asasi manusia, sudah banyak suara-suara yang mereka tujukan untuk melawan penjajahan yang hingga detik ini masih dilakukan oleh Israel.

Lalu siapa yang berani mengatakan bahwa penjajahan adalah tindakan yang harus dimusnahkan? Siapa yang berani berkata bahwa penjajahan itu sudah tidak ada lagi di dunia ini? Lihatlah penjajah zionis Israel, sudah bertahun-tahun melakukan aksi keji tersebut, tapi sebagian besar negera tak memperdulikan itu. Sungguh memalukan.

Seharusnya bulan suci ini menjadi momen kebahagian bagi seluruh umat muslim juga menjadi ajang silaturrahim. Tapi momen ini dengan tega dihancurkan oleh para penjajah. Bayangkan saja kita sedang beribadah di masjid tiba-tiba di tembaki, kita sedang melakukan aktivitas rutin lalu tanpa disadari malah diserbu dengan roket. Lihat sekarang Palestina — tangisan, darah, suara peluru, ledakan bom — semua menjadi satu padu meluluh lantakkan negeri dan nyawa-nyawa yang tidak berdosa.

Penulis mewakili seluruh keluarga dan kerabat, turut berbela sungkawa atas kejadian di Palestina. Semoga yang telah mendahului mendapat tempat yang sebaik-baiknya dari Allah. Dan yang ditinggalkan oleh sanak keluarga, semoga terus diberi kekuatan oleh Allah untuk menghadapi hari-hari berdarah ini. Kita semua tak pernah tahu kapan pembunuhan ini akan usai. Tapi janji Allah mengenai negeri Palestina akan benar-benar tiba.

Dan bagi para pembaca sekalian, tidak mesti harus turun ke medan tempur untuk dapat membantu rakyat Palestina, apabila memang tidak mampu. Sekurang-kurangnya kita mengirim mereka doa agar terus berada dalam lindungan-Nya, baik setelah shalat atau di manapun kita berada. Apalagi dalam bulan suci ini, Insya Allah doa yang kita panjatkan dengan kerendahan hati serta setulus mungkin, akan diterima oleh Allah. Dan dengan condongnya hati kita untuk terus memihak Palestina, Insya Allah menjadi amal kebaikan yang akan menolong kita di akhirat kelak.

Seberat apapun cobaan yang kita alami, tetapkanlah keteguhan hati kita, bahwa semua akan ada masa ujungnya, semua akan segera berakhir. Teruslah berusaha dan memohon doa kepada Allah, sungguh hanya Dia-lah yang Maha Penolong. Yakinlah bahwa Allah tetap bersama orang yang terus mengingat-Nya.

Terkadang kita mengharapkan kebahagian di setuap ujung momen yang kita jalani, termasuk di bulan puasa ini. Sebagian ada yang berbahagia, tapi banyak juga yang bersedih. Oleh sebab itu, kita yang sedang berbahagia ini agar tidak terlalu terbawa suasana. Ketahuilah bahwa di seberang negeri sana, atau bahkan di sebelah rumah kita ada sekumpulan orang yang sedang mengalami kesedihan. Apabila kita tak mampu membantu mereka dengan segenap materi yang kita punya, minimal kita terus mendoakan mereka dalam kebaikan.

Untuk mereka yang sedang menghadapi cobaan, percayalah bahwa Allah tak pernah berlalu dari kalian. Seberat apapun hidup yang kalian jalani, teruslah berusaha dan jangan lupa untuk tetap berdoa. Dan, ujian serta cobaan yang ada Insya Allah tercatat sebagai kebaikan di sisi Allah. Yang terpenting adalah, kalian yang sedang bersedih, jangan pernah berkecil hati, kami semua akan terus berpihak di antara kalian. Sungguh kalian tidak sendirian di dunia ini.

Dan teruntuk Palestina, kalian tidak hanya berjuang sendirian untuk mempertahankan negeri dan Masjidil Al-Aqsa, perjuangan kalian juga merupakan perjuangan kami. Tangisan kalian juga milik kami, rasa sakit serta luka kalian adalah bagian dari kami, dan keluarga kalian merupakan keluarga kami.

Intinya adalah terus berusaha dalam doa. Apapun yang kita jalani, usaha dan doa adalah jalannya. Penulis teringat dengan salah satu tulisan skripsi Riska Riwana, kerabat dekat saya. Dia mengaku bahwa dalam menyelesaikan penelitian skripsinya, doa dan usaha adalah titik temu untuk menyelesaikan segala perkara. Oleh karena itu jangan ragu untuk berusaha dan jangan pernah remehkan doa.

Semoga ramadan tahun ini menjadi momentum kita untuk dapat lebih dekat dengan Allah. Juga, semoga puasa ini menggerakkan kita untuk saling memahami perasaan orang lain, membantu kerabat sebisa mungkin, dan menjadikan diri sendiri lebih baik dari sebelumnya. Amalan-amalan yang kita lakukan selama ramadan ini, semoga tetap terjaga hingga nanti kita bertemu lagi di bulan suci tahun depan, Insya Allah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun