Mohon tunggu...
Reynal Prasetya
Reynal Prasetya Mohon Tunggu... Belajar, Berkarir, Berkarya

Laki-laki sederhana yang gemar bertanya-tanya tentang segala hal di Semesta. Menyukai tantangan dan hobi melarikan diri dari rutinitas yang membosankan. Lebih senang menjadi tuan atas diri sendiri. Visioner, intuitif, pemimpi yang ulung dan kadang bisa menjadi kreatif di waktu-waktu tertentu...

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Perselingkuhan Pasti Terjadi, Tapi Bisa "Diaborsi" dengan Cara Ini (Part 2 Selesai)

16 September 2020   14:03 Diperbarui: 16 September 2020   20:23 61 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perselingkuhan Pasti Terjadi, Tapi Bisa "Diaborsi" dengan Cara Ini (Part 2 Selesai)
Ilustrasi Perselingkuhan (Sumber: KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

Baca artikel part 1 (disini)

Di part 1 kita sudah mengetahui bahwa perselingkuhan adalah akibat dari ketidakmampuan kedua pasangan untuk sama-sama saling terbuka dan intim satu sama lain, kini anda sudah mengerti bahwa selingkuh adalah akibat bukan penyebab.

Melemparkan kesalahan kepada orang ketiga hanyalah dalih yang dibuat untuk menutupi ketidakmampuan dalam membina hubungan itu.

Kalaupun benar perselingkuhan itu terjadi karena disebabkan oleh orang ketiga, berarti terbukti ada salahsatu pihak yang tidak bersedia menjalankan komitmen dan perjanjian yang telah disepakati.

Kalau sedari awal setiap pasangan mau berkomitmen untuk selalu setia dan menjaga hubungan-nya, maka kedatangan orang ketiga harusnya bukan menjadi sebuah ganjalan yang cukup berarti dan tidak terlalu menjadi persoalan yang serius untuk dihadapi.

Kalau porsi kekaguman anda lebih besar terhadap pasangan ketimbang pada orang ketiga, maka jelas anda pasti akan lebih memilih berkomitmen menjaga hubungan dan setia kepada pasangan ketimbang memilih untuk berselingkuh.

Seseorang jadi berselingkuh karena porsi kekaguman-nya selalu lebih berat kepada orang ketiga, ketimbang pada pasangan-nya, maka wajar saja bila hal itu terjadi.

Transparansi Lebih Sehat Daripada Membatasi

Sekarang pertanyaannya adalah, perlukah kita membatasi pergaulan dan lingkaran sosial pasangan kita agar perselingkuhan bisa di hindari?

Seringkali kita menyaksikan ada beberapa orang yang begitu ngotot memagari dan mengunci pasangan supaya tidak terlalu banyak berbaur dan bergaul dengan lawan jenis lain. Ada orang yang begitu ngotot, posesif, paranoid sendiri apabila pasangan-nya mempunyai pergaulan sosial diluar sana terutama dengan lawan jenis.

"Apa aku harus ngelarang pasangan keluar dan bermain dengan teman-temannya?", "Teman-temannya sering mengajaknya main keluar sampai larut malam. Hmm dia pasti macam-macam diluar. Eh, pasangan aku itu orangnya populer loh, pasti rasio selingkuhnya besar kan? Ah baiklah kalau begitu, besok akan ku ambil handpone-nya terus ku lempar ke comberan. Aku harus borgol dia seharian di kamar. Gak mau tahu pokoknya dia gak boleh bergaul sama yang lain!"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x