Mohon tunggu...
Reynal Prasetya
Reynal Prasetya Mohon Tunggu... Belajar, Berkarir, Berkarya

Laki-laki sederhana yang gemar bertanya-tanya tentang segala hal di Semesta. Menyukai tantangan dan hobi melarikan diri dari rutinitas yang membosankan. Lebih senang menjadi tuan atas diri sendiri. Visioner, intuitif, pemimpi yang ulung dan kadang bisa menjadi kreatif di waktu-waktu tertentu...

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Perselingkuhan Pasti Terjadi, Tapi Bisa "Diaborsi" dengan Cara Ini (Part 1)

16 September 2020   11:10 Diperbarui: 16 September 2020   20:10 90 9 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perselingkuhan Pasti Terjadi, Tapi Bisa "Diaborsi" dengan Cara Ini (Part 1)
Ilustrasi Perselingkuhan (Sumber: KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

Orang ketiga bukan penyebab hubungan rusak, tetapi karena hubungan-nya yang rusak-lah akhirnya orang ketiga masuk...

Anda boleh setuju atau tidak, kalau saya berargumen bahwa, setiap orang sebenarnya berpotensi besar berselingkuh. Saya, anda dan semua orang di dunia ini amat sangat mungkin tergelincir kedalam jurang perselingkuhan. 

Bukan berarti saya menyutujui tentang perselingkuhan, dan menghendaki anda untuk berselingkuh, Akan tetapi pada dasarnya selingkuh memang merupakan insting alami seorang manusia yang sudah tertanam ribuan tahun yang lalu.

Jadi premis dasar, "Setiap orang sebenarnya berpotensi besar berselingkuh", bukanlah sekedar asumsi pribadi apalagi spekulasi asal-asalan, melainkan ada sejumlah penelitian yang membeberkan kenyataan itu.

David Buss dan Cari Goetz, peneliti dari University Of Texaz dan California State University pernah menulis sebuah jurnal berjudul, "The Mate Switching Hypothesis" tentang studi relasi manusia dilihat dari sisi psikologi. 

Mereka menyimpulkan bahwa manusia secara naluriah sulit sekali bertahan dengan satu pasangan saja seumur hidupnya. Manusia telah berevolusi untuk terus menguji hubungannya dan mencari pilihan yang lebih baik di tempat lain.

Ribuan tahun lalu, kehidupan jauh lebih brutal daripada sekarang. Banyak manusia yang mati sebelum mencapai usia tua. Entah karena mereka di mangsa hewan buas, terkena bencana alam, atau karena diserang kelompok lain. Hal itu membuat nenek moyang manusia selalu menyimpan pasangan lain yang berfungsi sebagai cadangan kalau pasangan mereka meninggal dunia.

Insting bertahan hidup yang sudah tertanam ribuan tahun inilah yang menjadi dasar perilaku selingkuh dimasa sekarang. Pria dan Wanita di zaman modern masih memiliki insting tersebut. Mereka mencari pasangan lain untuk berjaga-jaga apabila hubungan mereka kandas ditengah jalan.

Jadi apabila ada yang mengatakan, "Saya anti selingkuh!" Itu adalah sebuah kesombongan besar, karena biasanya pada saat dia mengatakan seperti itu, dia tidak sedang berada dalam ekosistem yang memungkinkannya untuk berselingkuh. 

Orang-orang biasanya merasa sombong tidak akan berselingkuh karena belum pernah berada dalam ekosistem yang memungkinkannya selingkuh

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x