Mohon tunggu...
Reyhan Yunus
Reyhan Yunus Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar Sepanjang Masa

"Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri"

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Dukungan Mantap, Net-Zero Emissions Didapat!

24 Oktober 2021   02:52 Diperbarui: 24 Oktober 2021   06:58 76 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi Bumi | Sumber : Freepik

Bukan kah Bumi ini sangat indah bila terus lestari? 

Istilah NZE

Bagi sebagian orang, istilah net-zero emissions atau NZE sudah tidak asing karena sudah pernah muncul pada tahun 2008 silam. Bagi saya? Ini adalah istilah baru. Istilah ini muncul kembali dan menjadi sorotan bagi banyak negara di dunia sejak digelarnya Konferensi Tingkat Tinggi Iklim pada tahun 2015 di Paris.

Bagaimana dengan Indonesia? Ya tentu saja, sebagai negara dengan penyumbang emisi gas kaca sebesar 1.150.772 ribu ton CO2e di tahun 2017, isu ini menjadi layak untuk dipertimbangkan sebagai prioritas dalam upaya perbaikan lingkungan hidup Ibu Pertiwi. Kemudian, Kementerian ESDM secara cepat menanggapi isu ini dan dalam tahap pembuatan komitmen NZE khususnya dalam penurunan emisi gas rumah kaca sejalan dengan yang tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC)

Data emisi gas rumah kaca | Sumber : www.bps.go.id
Data emisi gas rumah kaca | Sumber : www.bps.go.id

Target nya adalah sebelum tahun 2050 atau paling lambat 2060, Indonesia sudah mencapai kondsisi NZE!

Bila diartikan, NZE berarti emisi nol bersih. Apa maksudnya? Apakah berarti bahwa kondisi yang diinginkan adalah kondisi yang benar -- benar tanpa gas emisi? Atau mungkin kondisi aktivitas produksi yang menghasilkan polusi udara, asap misalnya, tidak diperbolehkan berjalan lagi?

Namun demikian, apa yang dimaksud emisi?

Sederhana nya, emisi adalah zat, energi, dan atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke udara ambien yang dihasilkan dari suatu kegiatan tertentu.

Apa beda nya dengan pencemaran udara?

Pencemaran udara adalah masuk atau dimasukkan nya zat, energi, atau komponen lain oleh manusia ke udara ambien yang melewati baku mutu lingkungan.

Kedua defenisi tersebut bagai pinang dibelah dua. Namun demikian, emisi dalam jumlah tertentu tetap tidak dikategorikan sebagai pencemaran udara. Bila demikian, mengapa harus NZE? Bilamana dalam kadar tertentu, emisi tersebut tidak akan mencemari bukan?

Dilansir dari berbagai sumber, kondisi NZE bukan berarti bahwa emisi tersebut 100% dihilangkan, karena secara alamiah manusia hidup yang bernafas pasti akan menghasilkan gas emisi seperti gas karbondioksida (CO2). Ya tidak mungkin dong, manusia dibatasi frekuensi tarikan nafas nya. Kondisi NZE artinya adalah kondisi disaat seluruh emisi yang diproduksi bisa diserap sepenuhnya sehingga tidak ada yang menguap ke atmosfer dalam jumlah yang membahayakan.

Polusi lingkungan, pemanasan global, penipisan lapisan O3 (Ozon), dan isu --isu lingkungan lain nya khusus nya yang berhubungan dengan perubahan iklim, dengan berbagai cara saling berkaitan dan tak terpisahkan dengan jumlah emisi yang beredar di Bumi. Terlebih lagi terkait isu penipisan ozon yang sangat mempengaruhi kestabilan iklim di Bumi.

 Semakin banyak jumlah emisi yang beredar dan tidak terkendali, maka semakin cepat kerusakan yang terjadi.

Salah nya siapa? Saya juga tidak bisa menjawab nya, namun yang pasti, hal ini adalah tanggung jawab seluruh insan manusia untuk merawat Bumi beserta isi nya.

Berbagai usaha dilakukan oleh pakar lingkungan, ahli, pemerintah, dan pihak -- pihak pemerhati lain nya. Kementerian ESDM  turut andil dalam upaya mencapai NZE Indonesia dengan menyusun beberapa strategi antara lain :

  1. mandatori biodiesel, 
  2. co-firing PLTU, 
  3. pemamfaatan RDF (Refuse Derived Fuel), 
  4. pemamfaatan EBT (Energi Baru Terbarukan), dan lain -- lain.

Begitu pun dengan kementerian - kementerian lain yang segera bergerak dengan strategi masing - masing untuk mendukung tercapainya NZE.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Lingkungan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan