Mohon tunggu...
Retno Wahyuni
Retno Wahyuni Mohon Tunggu... Dapatkan teman teman baru, tapi peliharalah hubungan dengan kawan kawan lama

Planner - PT. SCG Pipe and Precast Indonesia manufactur pipa beton dan beton pra cetak plant Wonoayu Sidoarjo. Selalu ingin belajar sesuatu yang baru, sesungguhnya tidak ada yang sia sia dari jerih payah belajar. FB : Retno Wahyuni Effendy | IG : @retno_wahyuni_effendy | Twitter : @RetnoW_Effendy | Linked : Retno Wahyuni Effendy | Blog : retno-wahyuni-sharing.blogspot.com |

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Seri Family Budgeting: Mengatur Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi

30 Desember 2020   17:00 Diperbarui: 30 Desember 2020   17:08 93 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Seri Family Budgeting: Mengatur Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi
ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww

Tahun 2020 adalah tahun yang sangat spesial. Seluruh dunia tengah carut marut menghadapi pandemi yang melumpuhkan semua sendi kehidupan hampir di seluruh negara di permukaan bumi ini. 

Virus COVID 19 begitu mengguncang sisi kehidupan manusia. Apalagi dari segi financial. Banyak karyawan yang kena PHK, pengurangan jam kerja, bisnis banyak yang gulung tikar, merumahkan karyawannya. Sekolah sekolah pada diliburkan. Dunia entertainment tak kalah terdampaknya.

Bagi mereka yang secara financial tidak ada pengurangan pendapatan, mungkin tidak merasakan dampak yang significant. Berbahagialah bagi mereka karena di perusahaannya sedang baik baik saja ataupun ASN yang tidak terpengaruh karena gaji mereka ditanggung oleh negara. Tapi bagi mereka yang secara financial ada pengurangan pendapatan pastinya akan membuat keputusan yang sulit untuk sekedar bertahan.

Apa saja yang bisa dilakukan dalam mengatur keuangan keluarga di tengah pandemi.

  1. Menyusun skala prioritas. Kita perlu menyusun biaya biaya yang menjadi skala prioritas di era pandemi yang justru tidak bisa kita kurangi malah justru meningkat. Antara lain : pemenuhan tambahan vitamin untuk daya tahan tubuh, masker, hand sanitizer yang menjadi fokus dalam kesehatan. Selain itu perlu tambahan kuota karena untuk support WFH atau pembelajaran daring buat putra putri kita.
  2. Menghemat pengeluaran. Apa saja yang bisa kita lakukan antara lain adalah penghematan biaya makan. Yang biasanya kita sering makan di luar kita ubah kebiasaannya menjadi makan di rumah saja. Selalu membawa bekal untuk makan siang di kantor. Belanja langsung di pasar tradisional dibandingkan di tukang sayur atau pasar modern, karena soal harga mungkin akan terjadi penghematan yang cukup terasa. Selain lebih sehat tentunya lebih hemat di kantong.
  3. Meniadakan biaya biaya yang sifatnya entertaining dan rekreasi. Di era pandemi seperti ini kita dilarang untuk berkerumun dan selalu menjaga jarak. Untuk itu kita tidak perlu lagi pergi untuk menonton bioskop, menonton konser musik. Kita cukup menonton film film di internet yang free download. Mendengarkan musik secara virtual di internet juga lagi marak dan mungkin bisa menghilangkan kepenatan kita. Rencana rekreasi yang telah tersusun mungkin perlu di reschedule demi keamanan dan sekaligus penghematan mempersiapkan kebutuhan yang lebih prioritas.
  4. Menahan diri untuk tidak berbelanja kebutuhan tersier. Menahan diri dan mengencangkan ikat pinggang adalah kuncinya. Selagi masih ada baju di lemari yang bisa dipakai, atau ada sepatu dan tas yang layak dipergunakan tidaklah perlu membeli lagi walau ada discount atau free ongkir di marketplace langganan kita. Utamakan kebutuhan primer dan pemenuhan kebutuhan sekunder.
  5. Berfikir ulang untuk belanja asset. Jikalau tidak karena rusak atau sangat dibutuhkan, reschedule dulu pembelian asset. Buat kita yang tabungannya tidak melimpah ruah, kita perlu punya cadangan financial yang cukup untuk beberapa bulan ke depan, karena dunia tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Vaksin ternyata tidak menjadi satu satunya pemencahan masalah pandemi ini.
  6. Mengalokasikan biaya biaya selebrasi untuk donasi. Jika memang dirasa perlu mengadakan acara ulang tahun, anniversary pernikahan atau perusahaan, apabila bisa ditiadakan maka sebaiknya ditiadakan, akan tetapi bila dirasa diperlukan sebagai best moment maka mungkin bisa dimanfaatkan dengan acara berbagi dengan sesama yang lebih membutuhkan.
  7. Mencari ide kreatif menambah penghasilan. Banyak diantara kita yang harus menahan duka karena kehilangan pekerjaaan atau pengurangan penghasilan. Ada kalanya saat kondisi kepepet muncul ide ide kreatif yang bisa menambah penghasilan. Ada seorang dokter gigi yang prakteknya harus tutup, banting haluan membuat donat frozen food. Seorang guru bimbingan belajar bermanufer menjadi penjual tanaman kaktus. Tidak ada salahnya kita mencoba dan berinovasi agar supaya dapur kita tetap ngebul memenuhi kebutuhan keluarga.

Saat seperti ini, tatkala pandemi belum juga berakhir kita memang perlu bijak dalam membelanjakan setiap sen uang kita. Kita perlu membedakan apakah belanja kita untuk mencukupi kebutuhan ataukah memenuhi keinginan gaya hidup kita. Semoga bermanfaat dan ingat pesan ibu: pakailah maskermu, rajinlah mencuci tangan dan jaga jarak serta jauhi kerumunan.

VIDEO PILIHAN