Mohon tunggu...
Restu Hidayat
Restu Hidayat Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hobi saya adalah suka berolahraga

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Siswa Kurang Percaya Diri dalam Belajar

28 November 2022   22:04 Diperbarui: 1 Desember 2022   10:43 150
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Pada saat di sekolah ada seorang anak yang kurang percaya diri terhadap dirinya, ia luar biasa pemalu dan minder. Namanya adalah Fahri anak kedua dari 3 bersaudara. Ia bersekolah di SDN 1 Desaberu.

Fahri anak dari Agus dan Subaidah. Dia lahir dari orang yang bisa dibilang dari keluarga tidak miskin dan tidak juga sederhana. Ayahnya seorang bisnis kayu dan ibunya seorang guru di SDN Seminar Salit.

Suatu hari Ibu Fahri pernah mengamati anaknya pada saat di rumah, contohnya pada saat ada keluarga bapaknya Fahri yang datang ke rumahnya dari jauh, lalu ada seorang anak yang seumuran sama fahri. Ia adalah anak dari keluarga bapaknya. Dia namanya putri satu-satunya anak dari keluarga dari bapaknya Fahri. Ibu Fahri menyuruh Fahri untuk berkenalan dengan putri, tetapi sih Fahri ini malu dan kurang percaya diri dalam hal sekecil ini. Begitu juga dengan teman mainnya.

Dari situlah Ibu Fahri berniat untuk membantu anaknya menjadi percaya diri dan tidak malu dalam hal apapun.

Setiap hari Fahri selalu berangkat sekolah jam 6. 30 bareng sama ibunya, karena sekolah Fahri satu jalan sama tempat mengajar ibunya. Sekolah fahri juga lumayan jauh dari rumahnya.

Dijalan ibu Fahri selalu menasehatinya untuk berbuat baik kepada guru maupun teman-temannya dan ibunya selalu mendukung Fahri untuk mengikuti kegiatan yang ada di sekolahnya serta selalu percaya diri. Ibunya tahu bahwa fahri ini anak yang kurang percaya diri, jadi ibunya selalu mendukung apapun itu yang positif yang bisa membuat dirinya percaya diri.

Orang tuanya berharap ia ramah kepada siapapun, terutama kepada guru-gurunya atau teman-teman orang tuanya, untuk selalu menyapa, tapi boro-boro ia menyapa, ia selalu menundukkan kepalanya, karena grogi dan malu!

Pada saat di sekolah ketika Fahri disuruh maju membaca di depan dan mengerjakan tugas sih oleh gurunya fahri selalu mengatakan saya tidak bisa ibu guru padahal sih fahri ini kurang percaya diri  dan takutnya dia menjawab jawaban yang salah.Ia juga minder karena lahir dari keluarga yang tidak miskin tapi tidak juga sederhana. Di sekolah Fahri memiliki teman yang sedikit bukan karena mereka tidak menyukai Fahri, hanya saja Fahri ini malu dengan mereka untuk bergaul. Setelah jam istirahat yang lain pergi bermain sedangkan Fahri hanya duduk di dalam kelas sendirian sambil menundukkan kepalanya karena malu.

Pulang sekolah Fahri selalu dijemput oleh sopir bapaknya. Sesampainya di rumah Fahri memikirkan nasehat dan dukungan dari ibunya. Dan Fahri berniat besok akan lebih percaya diri dari hari sebelumnya.

Pagi pun tiba seperti biasa fahri berangkat bersama ibunya. Sampai di sekolah Fahri udah bisa menyapa teman-temannya dan berani ngomong di depan teman-temannya, sehingga teman-teman fahri kaget bahwa Fahri tidak seperti biasanya. Fahri sambil tersenyum melihat teman-temannya semuanya pada kaget.

Alhamdulillah berkat dukungan dari ibunya Fahri mengalami perubahan dimana ia sebelumnya tidak percaya diri dan sekarang Fahri mempunyai sikap percaya diri walaupun itu baru hanya sedikit.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun