Mohon tunggu...
Remilia Nur Fatwangi
Remilia Nur Fatwangi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Indonesia University of Education Student

Majoring in Korean Education — KKN TEMATIK 2021

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pengenalan Bahasa Korea Berbasis Literasi di Masa Pandemi Covid-19

23 September 2021   17:58 Diperbarui: 23 September 2021   18:00 117 1 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pengenalan Bahasa Korea Berbasis Literasi di Masa Pandemi Covid-19
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Corona Virus Disease 2019 atau yang biasa disingkat COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. COVID-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada tahun 2019. Sampai akhirnya menyebar dan menjadi pusat perhatian Indonesia pada bulan Maret 2020 lalu. 

Hadirnya pandemi tersebut membawa dampak terhadap setiap aspek berupa hambatan baik di Indonesia maupun hampir di seluruh dunia. Hal tersebut mengakibatkan adanya perubahan dramatis terhadap paradigma dalam pembelajaran. Perubahan pembelajaran tersebut merupakan keadaan yang mengharuskan memasuki literasi informasi dalam budaya akademik. 

Tak hanya itu, sebagian institusi pendidikan terpaksa meniadakan pembelajaran secara langsung. Hal ini dilakukan untuk menaati PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang dibuat oleh pemerintah, agar dapat menekan penyebaran virus Corona.

Berdasarkan survei yang dilakukan Programme for International Student for International Student (PISA), Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. 

Survei tersebut dirilis di Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2019. Rendahnya literasi merupakan masalah yang memiliki dampak sangat luas bagi kemajuan bangsa dan mempengaruhi produktivitas bangsa. Bahkan literasi rendah dapat pula berkontribusi secara signifikan terhadap kemiskinan dan pengangguran.

Berdasarkan Kesepakatan Muscat (Muscat Agreement) tahun 2014 yang diselenggarakan UNESCO dan disepakati oleh delegasi pertemuan Global Education for All, terdapat beberapa target yang ditentukan. Salah satunya adalah semua negara memastikan bahwa pada tahun 2030, guru-guru memenuhi kualifikasi untuk mendidik pelajar dan terlatih secara profesional, termotivasi dan mendapatkan dukungan.

Maka dari itu, Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan KKN Tematik 2021 bertema literasi guna meningkatkan literasi siswa terutama di masa pandemi COVID-19. Hal tersebut merupakan salah satu solusi mengatasi rendahnya literasi di berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Guna mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan menciptakan jiwa nasionalisme, pendidikan sangat berperan penting terutama penerapan sejak dini. Selain itu juga, pendidikan karakter sangat penting karena mengajarkan kita mengenai norma. Dengan mengikuti semua norma tersebut, generasi muda akan memiliki karakter yang kuat untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Tak hanya itu, pendidikan literasi juga memiliki peran penting karena dinilai mampu membuat siswa menjadi cerdas secara akademik dengan pola pikir kritis dan logis dalam menyikapi informasi. Penerapan literasi yang terpaku pada pembelajaran di sekolah tersebut tidak menjadi suatu keharusan. Karena peran orang tua juga penting dan perlu turut andil dalam menanamkan pendidikan literasi kepada anak-anak di rumah. 

Pendidikan literasi memiliki beberapa manfaat, salah satunya adalah melatih kemampuan dasar anak untuk membaca, menulis dan menghitung. Tak hanya itu, perkembangan literasi yang baik berkorelasi dengan prestasi akademik. Karena penerapan literasi sejak dini akan memberikan dampak positif terhadap prestasi akademik seorang anak.

Dalam beberapa tahun terakhir, budaya populer Korea telah masuk ke seluruh dunia, termasuk Asia Timur, Asia Tenggara, Eropa dan Amerika. Budaya populer Korea juga dikenal sebagai “Gelombang Korea” (Hallyu dalam bahasa Korea) yang mencakup televisi, film, musik (K-pop), video game, makanan, mode, pariwisata dan bahasa (Hangul). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan