Mohon tunggu...
Renovan Nache
Renovan Nache Mohon Tunggu... Hoteliers - Certified BNSP Trainer

Seorang pemimpi yang saat ini sedang mengambil Magister Pendidikan demi meneruskan cita-cita Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Taksonomi Bloom, LoTS, HoTS dan KKO (Kata Kerja Operasional)

4 Desember 2022   09:17 Diperbarui: 4 Desember 2022   20:44 1978
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sebagai seorang mahasiswa jurusan pendidikan seyogyanya harus bisa memberikan penjelasan singkat dan jelas tentang taksonomi bloom . Tiga ranah yang ada di taksonomi bloom adalah ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. Taksonomi Bloom berkaitan dengan LoTS dan HoTS.

Tapi sebelum kesana, mari kita bahas terlebih dahulu asal usul tentang Taksonomi Bloom ini. 

Taksonomi Bloom dikembangkan oleh seorang psikolog pendidikan berkebangsaan Amerika Serikat, Benjamin Samuel Bloom pada tahun 1956 bersama dengan rekannya David Krahtwohl yang memberikan kontribusi besar di bidang pendidikan dengan menyusun klasifikasi objektif kognitif kependidikan serta teori belajar tuntas (mastery learning).

Pada mulanya, taksomi bloom hanya terdiri dari dua bagian saja, yaitu: ranah kognitif (coginitive domain) dan ranah afektif (affective domain). Bloom tidak menambahkan ranah psikomotor. Barulah di akhir tahun 1966, Simpson menambahkan ranah psikomotor, melengkapi apa yang telah dibuat oleh Bloom.

Taksonomi Bloom lama terdiri dari: pengetahuan (C1), Pemahaman (C2),  Penerapan (C3), Analisis (C4), Sintesis (C5), Evaluasi (C6).

Salah seorang murid Bloom yang bernama Lorin Anderson merevisi taksonomi Bloom pada tahun 1990, dan hasil revisinya dipublikasikan pada tahun 2001 dengan nama revisi taksonomi bloom seperti yang bisa kita lihat melalui gambar diatas.

Dari gambar di bawah ini, ranah kognitif LoTS (Low Order Thinking Skills) dimulai dari mengingat-memahami-menerapkan. Sedangkan ranah kognitif HoTS (High Order Thinking Skills) meliputi: menganalisis-mengevaluasi-menciptakan. Adapun penerapannya dalam pembuatan soal tidak harus 100% HoTS, bisa dengan persentase 30% LoTS & 70% HoTS, tergantung kondisi siswa/pembelajar saat itu.

ilustrasi pribadi
ilustrasi pribadi

Kata kunci dari HoTS adalah: berpikir kritis, berpikir kreatif, pemecahan masalah, pembuatan keputusan.

H0TS merupakan kecakapan berpikir yang lebih dari sekedar mengingat dan memahami saja, tapi juga kemampuan untuk menggabungkan apa yang sudah diingat dan pahami untuk menganalisa, mengevaluasi dan bahkan mencipta.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun