Mohon tunggu...
Anjar Anastasia
Anjar Anastasia Mohon Tunggu... Penulis - ...karena menulis adalah berbagi hidup...

Akun ini pengganti sementara dari akun lama di https://www.kompasiana.com/berajasenja# Kalau akun lama berhasil dibetulkan maka saya akan kembali ke akun lama tersebut

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Laki-laki Damai

12 Juli 2019   16:37 Diperbarui: 12 Juli 2019   16:47 98
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: https://t3.ftcdn.net/jpg/

"Aku perawat. Waktuku lebih banyak untuk orang lain. Kau tidak bisa berprotes atau bahkan marah atas resiko itu," ujarnya mencoba memberi pertimbangan dahulu.

"Waktumu boleh banyak untuk orang lain. Tapi, hatimu? Hanya untukku."

"Aku tidak bisa sepenuhnya melayanimu dan keluarga kita kelak. Tenagaku yang terkuras di luar rumah hanya menyisakan sedikit untuk beristirahat."

"Badanmu memang tak bisa dipaksa berlebih bekerja. Tapi, ketulusanmu untuk mendampingiku selama-lamanya melebihi segenap tenaga dan waktumu."

Ia bergeming. Lalu tangannya meminta tanganu menggenggamnya erat. "Berjanjilah untuk selalu bersama. Apa pun keadaannya."

"Itulah yang telah dan akan selalu kujanjikan padamu..."

Aku memandang perempuanku terkasih ini.

Bahkan pada kondisi dua anak telah memeriahkan hari-hari kami, perempuanku ini nyatanya mampu membagi waktu dan tenaganya untukku.

Sering kali aku tak habis pikir, bagaimana mungkin ia bisa melakukan hal-hal itu sementara aku sendiri sudah terlalu sibuk dengan diri sendiri dan pekerjaan?

"Jaketnya pakai yang rada tebal, Pak. Kemarin kan Bapak sempat sesak lagi nafasnya," ia mengingatkan sembari menyampirkan jaket dari belakang tubuhku.

"Nggak pa-pa, Bu... Bapak sudah merasa sehat," jawabku sedikit merasa gengsi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun