Mohon tunggu...
Reni Indah
Reni Indah Mohon Tunggu...

Saya adalah seorang wanita jawa yang menikmati serunya jalan-jalan, menganggap ekonomi suatu tantangan, terpikat dengan tv serial, tertarik untuk membaca, dan (kalau lagi niat) memutuskan untuk menulis. Saya tipikal wanita jawa kebanyakan: medok, ndeso (tapi ayu).

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Ayo Revaluasi Aset Demi Diskon Pajak!

26 November 2015   08:59 Diperbarui: 26 November 2015   10:14 231 1 0 Mohon Tunggu...

[caption caption="sumber: pemeriksaanpajak.com"][/caption]Pemerintah Indonesia lagi-lagi memberikan insentif pajak bagi para wajib pajaknya. Kali ini, melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.191/PMK.10/2015, pemerintah memberikan diskon pajak atas selisih lebih hasil revaluasi diatas nilai buku. PMK yang dikeluarkan ini merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi Jilid V Jokowi-JK yang telah diumumkan bulan Oktober lalu. Dengan dilakukannya revaluasi aset, aset mempunyai peluang untuk naik, kapital meningkat, dan mendorong leverage sehingga entitas bisnis dapat mengajukan fasilitas pinjaman baru untuk keperluan aktivitas operasional atau untuk ekspansi bisnis. Pemerintah pun berharap dengan dilakukannya revaluasi aset ini, nantinya akan berdampak positif bagi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tarif Pajak Baru Berdasarkan PMK 191 

Dalam PMK sebelumnya, PMK No.79/PMK.03/2008 tarif pajak yang ditetapkan pemerintah atas selisih lebih hasil revaluasi adalah sebesar 10%. Namun berdasarkan PMK 191, akan ada perlakuan khusus bagi WP yang melakukan revaluasi atau penilaian kembali aset tetap apabila permohonan revaluasi diajukan kepada Dirjen Pajak dalam jangka waktu sejak berlakunya PMK 191 ini sampai dengan tanggal 31 Desember 2016. Perlakuan khusus tarif pajak yang dimaksud adalah sebesar:

- 3% untuk permohonan yang diajukan sampai tanggal 31 Desember 2015

- 4% untuk permohonan yang diajukan sejak 1 Januari 2016 sampai 30 Juni 2016

- 6% untuk permohonan yang diajukan sejak 1 Juli 2016 sampai 31 Desember 2016

PMK 191 hanya bersifat sementara sebagai perlakuan khusus di tahun 2015 dan 2016 saja. Nantinya, di tahun 2017 akan diberlakukan kembali PMK 79.

Aturan Lain dalam PMK 191

Selain adanya diskon tarif pajak final, PMK 191 mengatur beberapa aturan yang lebih fleksibel terkait revaluasi aset. Yang pertama adalah adanya tambahan pihak yang dapat pula menikmati fasilitas ini yang sebelumnya tidak diperbolehkan berdasarkan PMK 79. Pihak-pihak tersebut antara lain (1)entitas yang menyelenggarakan pembukuan dengan Bahasa Inggris dan mata uang US Dollar, (2)entitas yang belum melewati jangka waktu 5 tahun terhitung sejak revaluasi aset terakhir berdasarkan PMK 79. Yang kedua adalah entitas bisnis dapat memilih aset mana yang ingin mereka revaluasi dan melaksanakan revaluasi atas sebagian atau seluruh asetnya. Yang terakhir, entitas yang melaksanakan revaluasi aset tidak dengan ahli penilai diperbolehkan menikmati fasilitas ini dengan diberikan jangka waktu tertentu untuk memenuhi syarat yang dibutuhkan.

PMK 191 vs PSAK 16

- Frekuensi Revaluasi, Revaluasi berdasarkan PMK 191 dimaksudkan untuk dilaksanakan sekali, tetapi berdasarkan PSAK 16 revaluasi harus dilaksanakan secara reguler, bahkan bila perlu setahun sekali apabila ada perubahan yang signifikan atas nilai aset

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x