Mohon tunggu...
Reni Sholihati
Reni Sholihati Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswi

Manusia hanya dapat berencana, Allah yang menentukan segalanya

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Semua Telah Allah Tetapkan

14 Maret 2021   20:31 Diperbarui: 14 Maret 2021   20:42 913
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

  Perjalanan kehidupan manusia baik maupun buruknya telah Allah tetapkan. Allah menetapkan segala sesuatu  dalam kehidupan manusia lebih dari lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.

Terkadang kehidupan kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, dan kita harus melewati jalan yang berliku sebelum melewati jalan yang landai, dan hari- hari yang kita lewati pun penuh warna, terkadang gembira namun sewaktu- waktu akan dihampiri rasa sedih dan duka, inilah tabiat kehidupan. Manusia hanya dapat  berencana, akan tetapi Allahlah  yang menentukan segalanya, dan tidak ada yang dapat mengelak dari kenyataan ini. Allah berfirman:

                                 (( ))

"Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." (Qs. Al- Balad:4)

Ujian dan cobaan tidak akan lepas dari kehidupan manusia. Terkadang kita keliru dalam menyikapi takdir, menganggap apa yang telah Allah berikan tidak sesuai dengan kesanggupannya  dan kita kerap salah dalam mengambil keputusan hidup. Tak jarang kita berkeluh kesah, frustasi atau melampiaskannya dalam berbagai bentuk tindakan, bahkan tanpa disadari telah menyalahkan Allah, Rabb yang mengetahui apa yang terbaik bagi hambanya. Karena belum tentu apa yang kita tidak sukai, padahal itu baik bagi kita. Ingat firman Allah:

"Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu."(Qs. Al- Baqoroh:216)

Ujian dan cobaan yang menimpa kita ataupun segala sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kita diharapkan adalah suatu bentuk kasih sayang, dan kecintaan-Nya kepada kita, untuk menguji keimanan kita, mengangkat derajat kita disisi-Nya, dan menjadikan kita manusia yang bersyukur dan bersabar. Allah tidak akan membebani hambanya dengan sesuatu melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Allah berfirman:

"Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya".(Qs. Al-Baqoroh:286)

Takdir merupakan pertemuan antara ikhtiar atau usaha manusia dengan kehendak Allah. Orang yang memahami takdir akan teguh menjalani kehidupannya. Ia meyakini bahwa semua kebaikan dan keburukan semata atas kehendaknya. Segala sesuatu yang Allah takdirkan pasti ada hikmahnya.

Sebagai seorang muslim kita harus memahami takdir dengan penuh keimanan. Percaya dan meyakini sepenuh hati adalah kunci ketenangan hati. Sejatinya, takdir bertujuan agar seseorang merasa rendah di hadapan Allah, menyadari bahwa Dialah yang Maha kuasa atas segala sesuatu. Gantungkan segala doa dan ikhtiar kita kepada- Nya, dan melakukan yang terbaik dalam setiap prosesnya.

Setelah segala upaya telah kita lakukan, maka kita harus menyempurnakannya dengan bertawakal kepada-Nya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun