Mohon tunggu...
Pena ReSuPaG
Pena ReSuPaG Mohon Tunggu... Guru - "Jangan pernah ragu meniru penulis lain. Setiap seniman yang tengah mengasah keterampilannya membutuhkan model. Pada akhirnya, Anda akan menemukan gaya sendiri dan menanggalkan kulit penulis yang Anda tiru" (William Zinsser)

Penikmat Kertas-Pena dan Kopi-....

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Isi dan Komposisi Injil Sinoptik

27 Maret 2022   10:43 Diperbarui: 27 Maret 2022   10:45 5277
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: Injil Sinoptik (bangtogar.com)

          Injil-injil Sinoptik dalam bentuknya yang sekarang tersusun atas suatu proses yang panjang. Ajaran dan hidup Yesus sampai kepada kita dalam tiga tahap: Pertama, Yesus dan para murid: Yesus berkarya melalui Sabda dan kata. Sabda dan Kata Yesus itu disaksikan oleh para murid. Kedua, Para pengkhotbah: Mereka mewartakan kabar gembira secara lisan. Ketiga, Pengarang Injil: Mengumpulkan dan menyusun berbagai pewartaan Yesus. Para penulis injil sinoptik menyusun perkataan-perkataan Yesus dan karya-karya yang diperbuat-Nya. Tujuan utama dari penulisan ini ialah untuk menanamkan ke dalam batin para pembaca keyakinan akan kebenaran warta injil tentang Tuhan Yesus, sehingga mereka sampai kepada iman akan Yesus yang bangkit. Secara singkat isi Injil Sinoptik adalah sebagai berikut.

            - Injil Sinoptik adalah teks-teks narratif yang mengisahkan hidup Yesus dan ajaran-Nya. Kerangka umum sinoptik adalah cerita hidup Yesus yang dituliskan dengan gaya sastra yang beraneka ragam. Dalam cerita hidup Yesus terkandung iman akan karya tangan Allah sejak Perjanjian Lama sampai dengan penampakan sang Mesias yang dinanti-nantikan.

            - Injil Sinoptik merupakan kisah teologis yang mengungkapkan karya Allah dalam hidup Yesus dan kepenuhan dari Perjanjian Lama. Iman akan Yesus yang bangkit membimbing para penulis injil untuk membahas kembali segala ajaran-Nya dan mewartakan segala karya-Nya bagi komunitas kristiani. Dalam injil sinoptik terkandung tiga dimensi hakiki: Peringatan akan sejarah masa lampau (Yesus dari Nasaret), aktualisasi pesan injil (Kristus yang bangkit) dan penghayatan akan Kitab Suci (penantian akan janji Putra Allah yang terkasih). Setiap injil sinoptik tersusun atas ketiga unsur hakiki tersebut.

            - Injil Sinoptik berdasar pada sejarah. Injil sinoptik tetap berdasar pada fakta-fakta historis yang dapat dipertanggungjawabkan. Berbagai ucapan dan ajaran Yesus maupun karya-karya-Nya selama hidup-Nya diteruskan dalam tradisi iman secara setia. Kisah hidup Yesus dalam Injil memberikan gambaran yang cukup baik akan situasi sejarah sebelum tahun 70 (pemusnahan Yerusalem dan Bait Suci), sistem budaya, kondisi di Galilea, permusuhan dengan orang Samaria dan kesalahmengertian para murid. Keseluruahn fakta historis ini dilukiskan dan juga kemudian diperdalam pada situasi penulisan injil-injil itu sendiri.

          Secara umum dapat disebut bahwa ada tiga tujuan penulisan injil yaitu bertujuan  membangkitkan iman dari komunitas-komunitas kristiani; Injil juga ditulis dengan maksud meneguhkan iman umat kristen. Injil dikarang untuk membawa pertobatan pada iman dan seterusnya memperdalam iman dalam tingkah laku hidup sehari-hari. Hidup Yesus menjadi paradigma untuk memahami sabda-Nya. Bagi penginjil, kebangkitan Yesus harus ditempatkan dalam kerangka sejarah hidup-Nya secara keseluruhan. Kebangkitan tidak dapat dimengerti sepenuhnya kalau terlepas dari kisah hidup dan sengsara-Nya.

          Suatu pandangan utuh menyeluruh atas berbagai aspek literer-teologis, pribadi karya Yesus. Injil yang kita kenal merangkum berbagai potongan-potongan terpisah tentang pribadi Yesus.  Ada kumpulan perikop, ada blok tertentu, ada kumpulan mukjizat, juga bagian sengsara dengan masing-masing tekanan dan gaya literer tersendiri. Sewaktu lepas satu sama lain, pribadi Yesus diwartakan dari satu sudut pandang tertentu saja. Dengan menyatukan semua bagian itu, setiap pengarang ingin memberi satu gambaran pribadi dan pandangan teologis tentang Yesus secara utuh dan lengkap.

          Dalam prolog Injil Lukas dituliskan: "....aku mengambil keputusan.... bahwa segala segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar" (1:1-4). "Sungguh benar" (asphaleia) bermakna "jaminan/kepastian". Jaminan itu bukan jaminan historis melainkan didaktis/doktrinal dan apologetis. Jaminan didaktis yakni bahwa keselamatan Allah yang pertama-tama dianugerahkan kepada Israel dalam misi Yesus telah berkembang sebagai Sabda Allah kepada semua bangsa asing dan sampai ke ujung bumi. Ini merupakan suatu karya pendidikan. Tujuan lain Lukas adalah menunjukkan bahwa kekristenan merupakan sambungan dari sejarah bangsa Israel. Kekristenan yang berakar di Israel mempunyai hak yang sama untuk diakui sebagai relogio licita dalam kekaisaran Romawi seperti agama Yahudi. Agama Kristen adalah lanjutan logis dari Yudaisme. Tujuan ini bersifat apologetis.

TIGA INJIL SINOPTIK

1. Injil Markus

         Injil Markus merupakan Injil yang tertua dan menjadi salah satu sumber utama bagi penulisan Matius dan Lukas. Markus meramu Injilnya dengan maksud tersendiri. Diduga penulis Injil Markus ialah  Markus sekertaris dan penerjemah bagi Petrus. Injil Markus ditulis sekitar tahun 64-70 AD. Tempat penulisan Injil Markus sesuai dengan 1 Ptr 5: 13, menunjuk pada Roma dan ditujukan kepada orang-orang Kristen di Roma berkaitan dengan situasi penganiayaan yang dilakukan oleh kaisar Nero. Tekanan penderitaan Kristus yang juga harus dialami oleh para pengikut-Nya. Salib Kristus bukanlah hal yang harus dihindari tetapi konsekuensi logis dari semua pengikut Kristus.

         Pengarang Injil Markus memulai Injilnya dengan satu pernyataan-rangkuman: "Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Mesias dan Anak Allah". Dua gelar ini muncul dalam adegan pengakuan iman saat Yesus dimaklumkan sebagai Mesias (8:27-30) dan Anak Allah (15: 39). Oleh karena itu kedua adegan ini membagi Injil menjadi dua bagian besar. Yang pertama terarah kepada Mesianisme (1: 1-8: 30) dan yang kedua terarah kepada ke-Anak-an ilahi dari Yesus (8:31-16:8).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun