Mohon tunggu...
Rendytha Khansa Amandha
Rendytha Khansa Amandha Mohon Tunggu... Penegak Hukum - Mahasiswi Hukum

Belajar adalah hal penting, maka dari itu jangan pernah lelah untuk mempelajari apapun.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Mengenal Pelaku dan Korban Tindakan Bullying Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)

20 Januari 2021   04:10 Diperbarui: 20 Januari 2021   04:55 723
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber: bobo.grid.id, 2017

Terdapat alasan lain mengapa sebagian anak menjadi korban tindakan bullying. Alasan tersebut adalah berasal dari latar belakang etnik, budaya, atau keyakinan yang berbeda dari lingkungan yang ditinggali. Sebagian lainnya dikarenakan memiliki bakat atau kemampuan yang lebih dan istimewa. Karakteristik khas korban bullying bersifat internal dan eksternal. Karakteristik eksternal misalnya memiliki keterbatasan kemampuan tertentu, seperti kesulitan baca tulis atau kesulitan dalam berhitung. Adapun karakteristik khas korban bullying yang bersifat internal, yaitu anak-anak yang memiliki jenis kepribadian pasif dan submisif. Korban cenderung tidak mampu mempertahankan diri mereka dan hak-hak mereka, walaupun tidak sedang dalam situasi yang buruk (Nurul Hidayati, 2012).

Karakteristik lain dari korban tindakan bullying adalah memiliki kecemasan, kegugupan, dan cenderung merasa tidak aman. Biasanya, mereka merupakan anak-anak yang pemalu dan pendiam. Sifat yang pemalu dan pendiam menyebabkan anak-anak hanya memiliki sedikit teman dan juga self esteem yang rendah merupakan karakteristik korban tindakan bullying. Namun, hal tersebut juga menjadi sasaran empuk bagi pelaku untuk melakukan bullying.

Selain itu, dalam jurnal Puspa Amrina (2017) ada ciri-ciri yang dapat dilihat apakah seorang siswa tersebut dapat dikatakan sebagai korban tindakan bullying atau tidak. Menurut Barbara Colorosa (2006), ciri-ciri dari korban tindakan bullying antara lain:

  • Anak baru di lingkungan tersebut
  • Anak yang usianya paling muda
  • Anak yang paling kecil di sekolah
  • Anak yang sempat mengalami trauma, sehingga sering menghindar karena ketakutan
  • Anak penurut karena cemas atau kurang percaya diri
  • Anak yang melakukan sesuatu karena takut dibenci atau ingin dianggap menyenangkan
  • Anak yang memiliki sifat pengganggu
  • Anak yang tidak mau berkelahi
  • Anak yang lebih suka untuk mengalah
  • Anak yang pemalu
  • Anak yang paling miskin atau anak yang paling kaya, karena dianggap berbeda sendiri
  • Anak yang ras atau etnisnya dipandang rendah oleh banyak orang
  • Anak yang orientasi gender atau seksualnya dianggap rendah
  • Anak yang agamanya dianggap rendah
  • Anak yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi, berbakat, memiliki kelebihan yang berbeda dengan orang lain
  • Anak yang merdeka atau liberal, tidak memedulikan status sosial, dan tidak berkompromi dengan norma-norma
  • Anak yang siap mendemonstrasikan emosinya setiap waktu
  • Anak yang ukuran tubuhnya pendek atau tinggi, dan berbadan kurus atau gemuk
  • Anak yang menggunakan kawat gigi atau kacamata
  • Anak yang memiliki masalah dalam kulit wajahnya, seperti jerawat atau bekas luka yang tidak hilang
  • Anak yang memiliki kecacatan secara fisik atau keterbelakangan mental
  • Anak yang berada di tempat keliru pada saat yang salah

Tindakan Bullying, terjadi secara terus-menerus. Paparan terhadap kekerasan yang dirasakan korban secara berkelanjutan memiliki efek yang sangat negatif, seperti gangguan yang mengganggu kesehatan baik fisik maupun mental. Efeknya dalam sekolah, korban mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi dan penurunan fungsi memori otak, sehingga prestasi dapat turun secara signifikan. Dengan demikian, mengenal bagaimana karakteristik pelaku dan korban bullying dibutuhkan guna mengurangi tindakan tersebut terjadi secara terus-menerus.

PENUTUP

Bullying adalah tindakan kekerasan dimana seseorang atau sekelompok orang merasa lebih berkuasa dan memiliki kekuatan untuk menyakiti dan melukai yang dianggap lebih lemah. Bullying bersifat agresif dan negatif, dapat menyebabkan dampak buruk bagi korbannya.

 Pelaku bullying atau dikenal juga dengan istilah bullies, memiliki karakteristik yang mendominasi korbannya, Pelaku melakukan tindakan tersebut dapat beralasan dan juga tidak beralasan. Sifatnya yang juga mudah tersinggung, menyebabkan pelaku merasa sensitif dan membuat emosinya meledak-ledak, serta dapat melampiaskannya kepada korban.

Korban bullying dikenal juga sebagai victims, biasanya ditandai dengan karakteristiknya yang terlihat lebih lemah, tak berdaya, dan tak mampu untuk melawan atau mempertahankan diri dari pelaku. Keadaan yang tidak memungkinkan untuk melarikan diri menjadi penyebab, serta tindakan yang berulang-ulang terjadi juga menjadi penyebab tidak berdayanya korban.

Mengenali korban dan pelaku bullying sebaiknya sejak dini. Karakteristik dan ciri-ciri yang juga harus diperhatikan. Dengan demikian, dapat mengurangi resiko tindakan tersebut berlanjut.

DAFTAR PUSTAKA

Buku:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun