Mohon tunggu...
Rena Nurfiana
Rena Nurfiana Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Jambi

Mahasiswa Universitas Jambi Prodi Administrasi Pendidikan 2018

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Persiapan Menghadapi New Normal pada Perguruan Tinggi

11 Mei 2021   20:02 Diperbarui: 11 Mei 2021   20:12 77 0 0 Mohon Tunggu...


Jumlah peningkatan pasien yang tertular virus Covid-19 atau biasanya di sebut dengan virus corona setiap harinya mengalami peningkatan. Apalagi pada bulan ramadhan ini dimana jumlah peningkatannya terus melonjak. Sebagaimana kita ketahui bahwa adanya virus corona ini membuat seluruh kegiatan yang biasanya di lakukan di luar ruangan sekarang beranjak menjadi dilakukan di rumah atau online. Sama seperti halnya perguruan tinggi biasanya mahasiswa/I berdatangan ke kampus kini menjadi perkuliahan online.
Hal tersebut dilakukan agar dapat mengurangi penyebaran virus corona yang kian makin meningkat. Tentu saja perkuliahan online ini banyak sekali menimbulkan pro dan kontra di kalangan mahasiswa. Jika kita lihat di sisi pro dengan adanya perkuliahan online ini merupakan salah satu alternatif terbaik agar perkuliahan dapat berjalan dengan semestinya. Tak hanya itu saja metode perkuliahan online ini juga merupakan sebuah perwujudan dalam memaksimalkan perkembangan teknologi dan informasi sehingga memudahkan para dosen dalam memberikan tugas kepada mahasiswa.
Jika di lihat dari sisi kontra ditemukan berbagai kendala pada saat perkuliahan online berlangsung. Seperti yang terjadi di mahasiswa program studi Administrasi Pendidikan Universitas Jambi. Beragam kendala yang di temukan seperti kurang stabilnya internet pada saat perkuliahan online berlangsung, masalah kuota internet, waktu perkuliahan yang tidak menentu atau tidak sesuai dengan jam perkuliahan yang terdapat di siakad unja, peralihan dari kuliah tatap muka menjadi online memberikan rasa kaget dan panik atas belum optimalnya penyampaian dan penangkapan materi, konten pembelajaran online belum sepenuhnya dilakukan secara efektif pada saat menyemaikan uraian materi kuliah serta pada saat implementasinya pemberian file perkuliahan semata  melalui whatssap grup. Tentunya hal tersebut akhirnya akan memicu tekanan akademik karena kurang kemampuan adaptasi para mahasiswa. Pada saat inilah para mahasiswa merasa bosan dan jenuh sehingga kebanyakan dari mereka merasa kangen atau merindukan suasana perkuliahan tatap muka.
Dari beberapa sumber berita yang saya temukan dan saya baca bahwa awal tahun ajaran baru tepatnya pada bulan agustus atau september tahun 2021 akan di mulai perkuliahan tatap muka di perguruan tinggi dengan berbagai pembatasan. Menurut saya sangat setuju sekali apabila kebijakan ini diberlakukan. Dikarenakan perkuliahan yang dilakukan secara tatap muka lebih sangat efektif dimana para mahasiswa akan lebih berpartisipasi atau lebih aktif di bandingkan perkuliahan daring atau online.
Perkuliahan tatap muka adalah layanan bantuan belajar yang di berikan kepada mahasiswa secara langsung. Kuliah tatap muka bertujuan untuk membantu menjembatani mahasiswa dalam proses pembelajaran guna memperluas, memperdalam dan memperoleh pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah. Sehingga mahasiswa akan lebih aktif dan interaksi antara dosen dan mahasiswa tidak satu arah.
Walaupun pada akhirnya menimbulkan polemik pada saat perkuliahan tatap muka di berlakukan. Namun tetap saja kalangan mahasiswa akan sangat gembira sekali apabila kebijakan tersebut akan di laksanakan. Jika memang kebijakan ini akan di mulai sesuai dengan yang di jadwalkan pihak universitas sudah seharusnya mempersiapkan diri untuk memasuki era new normal ini yaitu : para tenaga didik diberikan vaksin, menyiapkan tempat cuci tangan, memberikan aturan agar dosen, mahasiswa dan seluruh pihak kampus mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan seperti untuk selalu memakai masker, menjaga jarak ketika berinteraksi, selalu jaga jarak pada saat perkuliahan berlangsung, selalu mencuci tangan. Dan jika mahasiswa yang berasal dari luar kota atau luar kabupaten mereka di minta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan juga melakukan swab anti gen, agar mengurangi resiko penularan virus.

VIDEO PILIHAN