Media Pilihan

Berita Hoaks, Ancaman Terbesar Generasi Masa Kini

9 Maret 2018   09:30 Diperbarui: 9 Maret 2018   09:57 743 0 0

Siapa yang tidak kenal dengan berita-berita rekayasa ini atau yang lebih sering dipanggil sebagai hoax. Untuk orang yang belum tahu apa itu berita hoax? Kata"Hoax" diambil dari Bahasa Inggris yang artinya berita palsu yang bisa di artikan sebagai cerita atau keterangan dari sesuatu hal yang di rekayasakan untuk menipu pembacanya.

Tujuan utama penulis berita hoax adalah untuk menyerang individual atau kelompok yang memiliki reputasi yang tinggi. Contohnya selebriti-selebriti yang sedang hits, perusahaan ternama sampai juga politikus-politikus yang memerintah negara ini.

Berita hoax pun mudah untuk merajalela Indonesia. Dikarenakan penyebaran berita ini malah lebih cepat dari pada berita faktual. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor tertentu tertapi juga karena cepatnya perkembangan teknologi dengan media-media sosial yang terus-terusan bertambah. Bahkan berita-berita hoax bisa dikatakan lebih diminati oleh orang-orang dibandingkan berita-berita lainnya. Contohnya berita tentang Gerakan Rush Money yang merugikan para polri dan beberapa masyarakat yang mempercayainya.

Banyak faktor dapat menjelaskan mengapa orang lebih mudah percaya pada berita-berita palsu. Pertama, berita hoax lebih diminati khalayak disebabkan kesukaan orang-orang untuk memaksakan suatu gambaran yang mereka percayai kepada orang lain. Contohnya, seorang pembaca yang mempercayai suatu opini terhadap orang lain akan lebih percaya dan meminati sebuah berita hoax yang membenarkan opini mereka ini.

Faktor kedua adalah kurangnya pengetahuan akan suatu subjek. Jika seorang pembaca yang tidak pernah mendengar atau membaca apa-apa tentang suatu hal tiba-tiba menemukan sebuah berita palsu yang biasanya terdengar lebih menarik dan penuh drama dan membacanya tanpa pengetahuan lebih, pembaca tersebut dapat langsung mempercayai berita hoax itu.

Di generasi sekarang, banyak orang yang mulai menuliskan berita-berita hoax tersebut, dan lebih banyak lagi yang membaca. Hal ini dapat berdampak buruk bagi semua orang. Contohnya, orang yang membacanya akan semakin mudah percaya dengan hal-hal palsu yang dituliskan orang, tetapi ada juga orang yang akan menjadi lebih waspada saat membaca berita tertulis, sehingga orang-orang akan susah membedakan berita-berita yang asli dan yang palsu.

Selain itu, dampak buruk berita hoax juga terasa pada korban yang beritanya di palsukan. Contohnya, orang tersebut akan semakin diolok-olokkan orang yang percaya pada berita tersebut. Penulis berita palsu tersebut juga dapat merasakan dampaknya. Kepolisian Republik Indonesia pada tahun 2016 mengeluarkan peraturan baru, bahwa siapapun orang yang menyebarkan berita hoax sekadar iseng atau tidak dapat dikenakan pidana penjara maksimal enam tahun dan denda sebesar Rp.1 miliar.

Nah, bahaya kan menyebarkan berita-berita hoax. Mulai sekarang cobalah hentikan penyebaran berita hoax dengan cara jika di bagikan sebuah berita oleh orang harus lebih waspada dan jangan mudah percaya, pastikan dulu hal itu benar.