Mohon tunggu...
Regita Gebby Larassanty
Regita Gebby Larassanty Mohon Tunggu... Mahasiswa - Hi, I'm Gebby. Have a great day, fellas!

Life is never flat. Cheers up!

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pembelajaran Non-Digital Bersama Mahasiswa Kampus Mengajar di Kabupaten Majalengka

29 September 2021   00:03 Diperbarui: 29 September 2021   08:52 97 2 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pembelajaran Non-Digital Bersama Mahasiswa Kampus Mengajar di Kabupaten Majalengka
2021-03-22-10-57-05-1-6153c60da970d1106735f472.jpg

Pandemi COVID-19 adalah keadaan yang melatarbelakangi kegiatan Kampus Mengajar yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kampus Mengajar adalah salah satu dari banyak kegiatan yang diciptakan oleh Kemendikbud dalam program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka atau lebih umumnya disebut program MBKM

Adanya pandemi ini membuat seluruh kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan daring (dalam jaringan) dengan tujuan utama memutus rantai persebaran virus corona yang sangat cepat menyebarluasnya. Pelaksanaan daring dilakukan oleh semua tingkatan pendidikan dimulai dari tingkat kanak-kanak hingga tingkat perguruan tinggi. Bagi sekolah yang sudah memiliki akreditasi A dan B hal ini bukanlah suatu hal yang sulit dilaksanakan karena banyaknya faktor pendukung dimulai dari sarana prasarana sekolah, kondisi siswa, kemampuan literasi dan numerasi, dan lain sebagainya. Namun tidak dengan sekolah yang memiliki akreditasi C, D, atau bahkan yang belum terakreditasi sama sekali. 

Oleh karena itu, program ini ditujukan untuk sekolah-sekolah sasaran yang berada dibawah naungan Kemendikbud dan terakreditasi C, D dan belum terakreditasi. Dengan kurangnya faktor pendukung di sekolah tersebut, maka Kemendikbud memberikan jalan keluar dengan adanya program Kampus Mengajar. Sehingga mahasiswa perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang melalui tahap seleksi berperan sebagai asisten mengajar di satuan pendidikan yang telah ditetapkan. Kampus Mengajar ditetapkan untuk seluruh sekolah dasar di Indonesia yang maksimal akreditasinya C, seluruh pulau, seluruh provinsi, seluruh kota, seluruh kabupaten, dan seluruh kecamatan mendapat kesempatan yang sama. 

SDN Girimukti II di Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi salah satu sekolah sasaran program Kampus Mengajar. Jumlah mahasiswa yang berkegiatan di SDN Girimukti II yaitu berjumlah 4 orang yang berasal dari 2 Universitas berbeda, yakni Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Jenderal Soedirman. Keragaman asal almamater membuat program ini lebih berkesan, keragaman program studi mampu memberikan kemudahan dalam pencarian solusi terkait hambatan yang ditemui selama program Kampus Mengajar berlangsung. Ketika program Kampus Mengajar dimulai, situasi di SDN Girimukti II sedang melakukan pembelajaran jarak jauh dan membagi menjadi enam kelompok siswa di dalam satu kelas dengan masing-masing 5 orang siswa disetiap kelompok belajar. 

Tim Kampus Mengajar SDN Girimukti II melaksanakan pembelajaran non-digital atau tatap muka dengan cara home visit yang dilaksanakan selama 30 menit pada masing-masing kelompok siswaTim mengikuti kalender pendidikan yang berlaku di Kabupaten Majalengka. Teknis pembelajaran home visit yang dilakukan tetap menerapkan protokol kesehatan selama kegiatan mengajar dilaksanakan, yaitu dengan mencuci tangan menggunakan terlebih dahulu dan memakai masker. 

Tim berinovasi membuat Keranjang Baca bagi siswa kelas 1 sampai dengan siswa kelas 6 untuk memfasilitasi minat baca siswa dengan tetap mengacu pada media buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013. Dengan demikian Tim selalu membuat media pembelajaran yang menarik bagi siswa guna mencapai kemampuan literasi dan numerasi berkembang secara optimal. 

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan