Mohon tunggu...
Najmi Almanar
Najmi Almanar Mohon Tunggu... Create History Create Your Write

Master Piece

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Syaykh Al-Zaytun Ajak Umat Menzahirkan Jati Diri Indonesia yang Hakiki

5 September 2019   16:45 Diperbarui: 9 September 2019   08:02 0 2 0 Mohon Tunggu...
Syaykh Al-Zaytun Ajak Umat Menzahirkan Jati Diri Indonesia yang Hakiki
SPB FOTO/Syaykh Al-Zaytun

Kompasiana-Indramayu, Perayaan 1 Muharam merupakan suatu pergantian awal tahun bagi umat Islam. Pada awal muharam merupakan era kejayaan Islam di zaman Rasulullah SAW dan para sahabat. Perayaan Muharam di Indonesia sendiri memang masih terbilang belum Massive, tidak seperti pada negara Timur Tengah lainnya. 

Tentu ini merupakan suatu hal yang perlu dievaluasi bagi umat Islam bangsa Indonesia. Namun tidak bagi daerah atau komunitas yang memang kental dan tahu akan pentingnya perayaan 1 Muharam. Seperti halnya Pondok Pesantren Mahad Al-Zaytun, kini usai melaksanakan perayaan 1 Muharam 1441 H (1 September 2019), Di Al-Zaytun sendiri disebut dengan istilah Syuro, yang berarti hari Musyawarah. 

Mengingat perayaan 1 Syuro PonPes Mahad Al-Zaytun terbilang unik, karena dihadiri oleh tokoh lintas agama dari dalam dan luar negeri. Adapun perayaan 1 Syuro Al-Zaytun 1441 H ini dimulakan dengan pentas seni tari dan musik baik tradisional serta nasional. Kemeriahan seperti ini jarang terlihat pada umumnya.

Dalam orasinya Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang (Syaykh Al-Zaytun) menyampaikan tentang tema sempena tahun ini, ialah "Menzahirkan Jati Diri Indonesia yang Hakiki"
Katanya "Jati diri Indonesia dilupakan oleh bangsanya sendiri. Sejak Tahun 1928, Indonesia Tanah yang sudah Suci, ini terpampang jelas dalam lagu Indonesia Raya 3 Stanza, namun umumnya masyarakat Indonesia meninggalkan tanah kita ke luar negeri (tanah suci). Setelah sadar bahwa bangsa indonesia ini suci dan ingin Merdeka. Merdeka ruh, Ilmu dan Pikir. Maka dasar Indonesia yang hakiki adalah nilai-nilai dasar Negara (Pancasila)".

Nampak Fuad Bawazier & Syaykh Al-Zaytun di Mimbar/dokpri
Nampak Fuad Bawazier & Syaykh Al-Zaytun di Mimbar/dokpri
Kenapa Pancasila?

Sila 1 (Ketuhanan yang Maha Esa)

Karena bangsa indonesia adalah bangsa yang besar punya kuasa memerintah segala makhluk. Manusia yang adil adalah mengakui Agama dan Tuhan yang maha Esa begitu pun sebaliknya. Banyak orang Komunis di indonesia, Haji. Himpun-himpun masukan, imani tuhan yang maha Esa. Sekarang adil, sudahkah kumpul antar umat beragama?
Contoh: masyarakat petani makamnya kok ini salip tapi disamping ada Lafadz Allah dan Muhammad. Zaman Dahulu Rasulullah SAW berteman akrab dengan saudara kaum Nasrani dan Yahudi. Tegas Syaykh, Kemanusiaan tidak bisa dipilah dan jauh lebih tinggi dibandingkan Agama.

Sila 2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)

Tadi Syaykh tanya, Pak fuad apa yang sulit bangkit bagi bangsa indonesia? Pak Fuad bilang, Sulit bangkit Pendidikannya. Ada Pendidikan yang diatur oleh DepDikNas dan ada oleh menteri Agama. Pendidikan yang adil dan beradab itu satu menteri satu departemen. Aturlah pendidikan melalui satu kementrian. Pendidikan itu mampu memberikan keberagaman yang baik (masyarakat Indonesia itu Heterogen).

Sila 3 (Persatuan Indonesia)

Persatuan Indonesia Ialah dari Marauke sampai Sabang dan dari Sabang sampai Marauke. Ada tamu 1 Syuro disini dari Malaysia, Jauh-jauh dari Malaysia kenapa rindu? Jawabnya karena Persatuan. Mau dipindah kemana pun ibu kota, kita takut kalau disana ada keadaan negara tetangga (Brunei, Saba) jadi harus hati-hati dan tetap bersatu. Tapi kalau Persatuan Indonesianya belum dizahirkan, maka jati diri Indonesia bisa terabaikan. Sebelum bangsa lain membuat demokrasi, Indonesia sudah punya demokrasi.

Sila 4 (Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan)

Hikmah itu ilmu, Kebijaksanaan itu perbuatan. Permusyawaratan perwakilan itu demokrasi indonesia yang bagus (Ganda atau 2x). Perdana menteri inggris minta di tirukan, Amerika juga maka kembalikan kepada demokrasi indonesia yang asli. Oleh sebab itu, Jakarta ramah dan parpol ramai, tapi pejuangnya mau Membuat GBHN (Garis Besar Haluan Negara). GBHN itu gak perlu diamandenmen sebenernya gak usah. Kembalikan UUD 1945, jangan takut gimana? Sampaikan kepada seluruh bangsa INI JATI DIRI INDONESIA. Tema Sempena Syuro ini pun dipilih dengan permusyawaratan perwakilan yang mampu dipertanggungjawabkan. Tidak perlu memperpanjang debat UUD 1945. Kembali saja ke UUD 1945 yang hakiki. "Tegas Syaykh Al-Zaytun".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x