Mohon tunggu...
Alvian Fachrurrozi
Alvian Fachrurrozi Mohon Tunggu... Seniman - Satrio Hening

Ingsun Jumeneng Pribadi

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Topeng-topeng Tahayul

24 September 2021   12:35 Diperbarui: 25 September 2021   08:29 31 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Topeng-topeng Tahayul
pixy.org

Di dunia yang penuh intrik politik penampilan citra palsu, kita akan selalu berjumpa dengan parade topeng-topeng kepribadian.

Topeng welas asih, topeng moralis, topeng pembela Tuhan, topeng pro rakyat, topeng intelektualitas, topeng persaudaraan, dan topeng-topeng keluhuran semacamnya adalah sejenis topeng yang akan laku laris untuk diperjualbelikan.

Bloko suto, kesejatian batin, kejujuran personal, adalah barang langka yang sepertinya telah benar-benar moksa dan raib ke alam maha ghaib.

Tidak ada yang sejati lagi dalam relasi global kita sehari-hari. Manusia tidak lebih berharga  dari sekadar tata aturan undang-undang, ad art organisasi, formalitas hukum yang kaku, serta kolotisme pemikiran dari masa silam.

Maka tidak usah sampai jauh berfikiran jika kelak manusia di masa depan berhasil menciptakan robot yang sangat cerdas, akan bisa berbalik menjadi monster yang akan memusnahkan manusia itu sendiri.

Sebab pada faktanya, produk-produk pemikiran manusia yang berupa ideologi, gagasan keagamaan, tata hukum itu saja telah ribuan tahun menjadi senjata makan tuan yang kerap menghabisi eksistensi manusia itu sendiri.

Baik secara eksistensi pemikiran, tindakan, bahkan eksistensi keberadaan nyawa manusia pun juga kerapkali dibuat terancam.

Kepercayaan tahayul personal sampai kepercayaan tahayul sosial, mitos ilusif personal sampai mitos ilusif sosial, kebodohan demi kebodohan ini tidak pernah henti diciptakan oleh produk-produk pemikiran manusia yang jauh dari kata tercerahkan.

Produk pemikiran ilusif, tahayul, dan mitos ini kemudian dijadikan "topeng kepribadian" yang sekaligus "topeng sosial" yang ironisnya terus dipuja-puja sampai saat ini.

Hal-hal itu mewujud seperti di antaranya, masih betapa silaunya masyarakat kita hari ini dengan "gelar" yang disematkan dalam diri seseorang, yang padahal sejatinya tidak kurang dan tidak lebih hanyalah "topeng kepribadian" dan "topeng sosialnya" semata.

Jika kita mau objektif dan jeli, sejatinya "semua gelar", entah gelar akademis, gelar profesi, gelar keagamaan, dan apalagi hanya sekadar gelar atas nama nasab (keturunan), tidak menjamin perwujudan dari pribadi yang luhur dan lurus.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan