Mohon tunggu...
Alvian Fachrurrozi
Alvian Fachrurrozi Mohon Tunggu... Seniman - Satrio Hening

Ingsun Jumeneng Pribadi

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Ilusi Khilafah Jahiliyah

15 September 2021   10:15 Diperbarui: 15 September 2021   10:48 58 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilusi Khilafah Jahiliyah
By : Rizalsarluf

Menjadi nyata sudah, bahwasanya meneladani para leluhurku sebagai manusia Jawa yang berpikiran lentur, yang berkepribadian dinamis, dan berestetika kebudayaan yang sangat tinggi, lalu jika disandingkan dengan kotak ajaran yang bercorak kolot maha beku yang dikonsep bangsa asing itu, tentunya akan begitu kontras bertolak belakang.

Denyut naluri intelektual kejawaan yang kosmopolit tentunya penuh semangat mentakzimi kebebasan, sebagaimana semangat burung elang yang beterbangan bebas di cakrawala langit, maka semestinya ia takkan sudi manakala dibonsai dalam habitat kolot katak dalam tempurung yang dikhotbahkan para sales kebudayaan asing itu.

Suatu habitat kebudayaan asing yang pada faktanya benar-benar "menista kemanusiaan kita" dengan menganggap kita sebagai individu tidak akan pernah mampu berdaulat dalam bersikap dan berdikari dalam berfikir.

Maka dari hal-hal yang kecil, sepele, remeh dan sampai politik bernegara pun sudah diatur dan didikte oleh suatu "Otoritas Tunggal" dan harus selalu menanyakan hukum-hukumnya pada mereka yang banyak memahami aturan otoritas itu.

Jika sampai berani melanggar satu hukum yang sudah usang pun akan dipandang sebagai manusia hina dina dan pendosa.
Maka sudah pasti dalam habitat katak dalam tempurung ini tak ada lagi kebebasan berpikir untuk mencairkan akal sehat yang membeku, juga tak dibutuhkan lagi perenungan untuk mencari kebenaran hakiki dan kesejatian dalam hidup.

Ya, benar-benar suatu atmosfer kolot yang begitu menjijikkan dan yang seharusnya tidak lagi bercokol eksis di abad 21 ini.
Sebuah wajah dan masker sosial jelek yang semestinya ditanggalkan beramai-ramai oleh semua manusia yang berpikir, apalagi oleh anak bangsa di peradaban surga Bumi Nusantara ini.

Mereka hanya dengan modal bualan pencucian otak dan omong kosong memonopoli klaim kebenaran, masih saja sukses menjerat banyak anak bangsa kita di abad digital ini.

Bahkan dengan promosi digital seperti lewat Facebook, Youtube, dan Instagram mereka berhasil mengemas ajaran picik katak dalam tempurung itu menjadi lebih kelihatan "Mencerahkan" dan terkesan "Modernis".

Padahal sejatinya tetap hanya akan "Membonsai" anak bangsa kita dengan "Racun Kekerdilan", baik dari segi akal sehat maupun segi mental kepercayaan diri.

Maka anak bangsa kita yang selama hidupnya hanya memikirkan dirinya sendiri, yang semisal latah tenggelam dalam dunia game produk kapitalis, yang tak pernah memanfaatkan serta mensyukuri anugerah akalnya untuk mengembangkan "logika kritis", sudah pasti tak akan pernah menyadari dirinya telah diperbudak oleh suatu sistem dogmatis yang sejatinya hanya wadah yang membonsai kecerdasan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan