Mohon tunggu...
Alvian Fachrurrozi Ar Rumi
Alvian Fachrurrozi Ar Rumi Mohon Tunggu... Nietzschean! 🔥☠️🔥

Peziarah waktu yang terkutuk mencintai senja, sastra, dan kebenaran yang maha luas!

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Jalan Rohani Pencak Silat Setia Hati

23 September 2020   14:16 Diperbarui: 23 September 2020   14:25 3 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jalan Rohani Pencak Silat Setia Hati
Setia Hati Winongo

Ajian, asma', hizb, tenaga dalam, dan berbagai ilmu kanuragan lainnya itu hanyalah "kulit luar" dari ilmu spiritual atau olah kebatinan. Masih beda level jauh dengan ilmu spiritual yg tidak lain adalah "ilmu haq", "ilmu keakhiratan".
Menganggap ilmu kanuragan sudah sebagai ilmu spiritual pamungkas hanya akan membuat seseorang tersesat dari esensi spiritual itu sendiri, yang tidak lain adalah pengenalan sejatinya diri, pengenalan pada Tuhan.
Disitulah pertanyaanku sekian tahun akhirnya terjawab kenapa perguruan pencak silat Setia Hati atau SH, tidak berorientasi mengajarkan pada kesaktian, atraksi, trik sulap, dll.
Karena silat SH sejatinya adalah ilmu kebrahmanaan, jalan makrifat, sebuah tarekat hati/qalbu, melalui syariat dalam bentuk olah silat.

Beliau, Bapak H.Raden Djimat Hendro Soewarno sendiri pernah berpesan kepada para anak asuhnya supaya tidak mendirikan perdukunan. Tapi seumpama ada orang minta tolong, wajib menolong dengan memohon pertolongan kepada Allah.
Selanjutnya beliau juga pernah ngendikan yg intinya; "Nak, di SH Winongo tidak jualan ilmu jadug, disini adanya tentang keakhiratan/ilmu keslametan".
Dan ini bukan hanya perkataan kosong, dibuktikan beliau selama hidupnya puasa senin kamis tak pernah putus, bukan untuk hajat/niat kesaktian macem, melainkan semata untuk menirakati kami para anak asuhnya agar selamat dunia akhirat dalam mengamalkan SH.. Beruntunglah saya sebelum kenal perguruan aliran al hikmah dan kanuragan dari kyai sudah lebih dulu menjadi anak asuh beliau..
Meski ya, saya sempat tergelincir terpukau sebentar pada kanuragan, tapi akhirnya tersadar dan tidak keblabasan.. Matursuwun bapak, pada akhirinya kulo sami'na wa ato'na, jika ilmu keakhiratan itu lebih penting daripada ilmu sulapan....

Sebagaimana masuk thoriqoh itu berat, karena murni menyangkut tentang keakhiratan, konsekuensi pembai'tannya pun tidak main..
Berbeda jika belajar kanuragan, itu sangat mudah sekali, hanya dibutuhkan modal uang mahar, karena sejatinya ilmu kanuragan pun masih murni tentang hasrat keduniawian... Nah begitu jugalah tentang ilmu SH, lebih condong pada ajaran thoriqoh daripada ilmu dukun...
Saya sekarang sudah menemukan kedamaian batin di rumah SH yg dibina almarhum bapak Suwarno ini, cukup tersenyum saja ketika kau sumbari mempelajari ilmu kanuragan di perguruanmu tidak habis sampai di akhir hayat..
Bagiku sekarang buat apa hal seperti itu?
Sungguh konyol dan kekanak-kanakan jika aku terus mempelajari ilmu kanuragan sampai tua bahkan sampai akhir hayat, tanpa mau beranjak mencari ilmu yg lebih tinggi, ilmu rohani yang lebih esensial dalam menapaki kehidupan sehari-hari.
Sehebat apapun kanuragan yg kau banggakan itu pada akhirnya kau juga akan mati.
Semua yg kau klaim sebagai hal spiritual itu sesungguhnya hanyalah hasrat duniawi yg terlalu binal..
Lalu menyembah Illahi demi menjadi sakti itu bagiku juga sebuah ironi yg sangat munafik sekali...

Ya kuakui, memang munafik jika aku sebagai pemuda dan laki tidak tertarik pada ilmu mistik dan kanuragan semacam pelet, pengasihan, kewibawaan, mata batin, kekebalan, dll.. tapi setidaknya, sekarang aku lebih takut lagi merasa munafik pada Tuhan, jika menjadi religius dan taat ibadah hanya semata demi kesaktian.. (Apa bedanya dengan kalangan teroris yg rajin sholat hanya demi pamrih kelon dgn bidadari?)
Bagiku sekarang hal seperti itu sungguh amit..
Sebagaimana yg kupahami dari ngaji Gus Baha, setidaknya aku ingin punya kenangan terbaik di dunia ketika beribadah atas nama CINTA, bukan atas nama menghamba pada kanuragan...

Ya jujur saja, meski ada fase dalam hidup saya pernah meragukan Islam.. Lalu akhirnya saya mendapat hidayah melalui pembuktian kesaktian dari ilmu warisan Abah Syaki Cisoka Banten yg merupahan gabungan dari Ilmu Abah Toha (perguruan Sinlamba) dan Abah Amilin (Abdul Jabbar)..
Dan dari situ saya mengerti jika kanuragan dlm Islam itu memang penting dalam pondasi awal penguatan iman dan keislaman..
Serta menjadi keistimewaan ulama Aswaja untuk membedakan diri dengan ulama wahabi yg tdk bisa membuktikan kehebatan di luar nalar atas ayat Al Qur'an..
Tapi yg perlu digaris bawahi, sekali lagi, kanuragan Islam itu hanya pondasi paling dasar/bawah..
Jika tergelincir melekatinya malah bisa membawa pelakunya pada kesyirikan halus yg sulit disadari..
Sehingga seumur hidup hanya fokus mengejar pada kejadugan tanpa pernah tersadar akan pentingnya mengerti "sangkan paraning dumadi" (asal muasal dan kembalinya hidup) dan pentingnya membina mahabbah (kecintaan) pada Sang Khaliq agar bisa wushul (sampai) makrifat sebagaimana yg diteladankan Kanjeng Nabi Muhammad...
---------
Ngawi, 23092020

VIDEO PILIHAN